Home » Cerita Mesum » Cerita Seks Dewasa Hot 2016 Terhanyut Dosa

Cerita Seks Dewasa Hot 2016 Terhanyut Dosa

Area Bola Agen Taruhan

Cerita Seks Dewasa Hot 2016 Terhanyut Dosa – | Ternikmat.com » Kumpulan cerita sex hot terlengkap, galery cerita porno sex, cerita bokep sexs, majalah dewasa sexs, novel sexs terbaru, cerita panas sexs | Ilham adalah anak tunggal. Keluarga Ilham adalah keluarga yg kaya untuk ukuran kampung. Keluarga mereka mempunyai berhektar-hektar tanah, puluhan sapi, ratusan kambing dan ayam. Hanya 2 keluarga di desa itu yg memiliki truk dan mobil pick up, itulah keluarga Ilham dan keluarga Pak Haji Agung. Namun keluarga Ilham masih lebih kaya dari pada keluarga Pak Haji Agung. Inilah alasan mengapa Bapaknya Ilham yg bernama Seto adalah lurah di desanya. Juga karena itulah Ibunya, Asih, yg dulu bekas kembang desa mau menikah dgn Bapaknya Ilham, sedangkan Bapaknya Ilham adalah lelaki pendek gemuk dan wajahnya tdklah ganteng.

Dikarenakan keluarga Ilham adalah keluarga yg kaya, maka sedari kecil Ilham mendapatkan segala macam fasilitas yg tdk dimiliki orang lain di kampung, seperti video player VHS. Bahkan keluarga Pak Haji hanya memiliki video player Betamax yg gambarnya tak sebagus VHS. Suatu kali setelah pulang bertamasya dari Jakarta, Bapaknya Ilham membeli video bokep. Berhubung Ilham anak kreatif dan nakal, maka suatu ketika didapatkannya video itu di lemari penyimpanan uang Bapaknya. Biasanya Ilham suka mengambil uang dari situ sedikit-sedikit, namun kali ini ia tertarik dgn video itu. Maka, jadilah Ilham dewasa sebelum waktunya ketika menonton film biru itu.

Ilham adalah anak yg banyak ingin tahunya. Lama-kelamaan, hanya menonton video saja tdk cukup, maka ia memberanikan diri mengintip kamar orangtuanya ketika malam tiba. Ilham masih ingat ketika pertama kali melihat siaran langsung persetubuhan orangtuanya. Kedua orang tuanya tdk memakai baju sehelaipun. Bapaknya yg pendek itu sedang menindih ibunya yg langsing dan lebih tinggi. Kedua tubuh mereka berkeringat.

Bapaknya memeluk erat ibunya sehingga tubuh ibunya tdk terlihat dgn jelas. Kepala Bapaknya rapat sekali menempel di dada ibunya. Tampaknya Bapaknya Ilham sedang nenen. Pantat Bapaknya bergerak naik turun, kontol Bapaknya yg tdk terlalu besar tampak menumbuki liang senggama ibunya.

“Tempikmu legit tenan, Jeng…. Wuenak, Jeung……. Kamu enak tdk, Jeung?”
“Ya enak tho, Pak…. Teruskan saja….. enak, pak…..”

Ilham dapat mendengar suara mereka dari tempatnya mengintip. Bapaknya terdengar sangat antusias dan penuh nafsu. Namun, suara ibunya hampir terasa datar di telinga Ilham. Jauh sekali dari apa yg ditontonnya di video. Di video bokep yg ditontonnya, suara wanita yg disenggamai jauh lebih bernafsu, jauh lebih manja dan jauh lebih antusias. Namun, Ilham berfikir bahwa mungkin saja memang watak ibunya begitu. Toh, selama ini memang ibunya terkesan pendiam dan tdk banyak tingkah. Anggun, kata orang-orang mengenai ibunya itu.

Tak lama Bapaknya mengejang dan menghentikkan hujamannya yg bertubi-tubi, pantatnya ditekan keras kebawah. Bapaknya Ilham melenguh. Akhirnya setelah itu Bapaknya membalikkan badannya untuk rebah di samping isterinya.

Kali ini Ilham dapat melihat tubuh ibunya. Ibunya yg langsing itu memiliki payudara yg bulat dan mancung. Bulatannya hampir sebesar buah lontar, dgn puting susu berdiameter sebesar tutup spidol kecil dan panjangnya tiga perempat tutup spidol kecil itu. Kedua payudara itu terletak dgn manisnya di atas tubuh ibunya yg ramping dan langsing.

Walaupun tdk memiliki otot perut seperti bintang film bokep yg terlihat keras karena latihan sit-up, perut ibunya itu menunjukkan perut tanpa lemak yg dihiasi oleh pusar yg terlihat hanya sebagai lubang kecil gelap. Sementara, selangkangan ibunya dihiasi bulu-bulu keriting yg dicukur rapi berbentuk segitiga, menghiasi bibir kemaluan ibunya yg tampak sedikit saja merekah karena habis dientot. Sperma Bapak dapat dilihat mengalir perlahan keluar dari lubang memek ibunya itu.

Saat itulah Ilham mendapati dirinya terobsesi dgn tubuh ibunya. Ilham ingin sekali dapat merasakan kenikmatan menggauli ibunya yg seksi itu. Semenjak saat itu, ibunya menjadi objek fantasi seksual Ilham.

BAB SATU

ILHAM MELIHAT ARJUNA BERAKSI

Ilham memiliki teman karib bernama Arjuna. Anak petani bernama Waluyo. Arjuna adalah salah satu murid pintar di kelasnya, yg karenanya menjadi alasan pertemanan mereka. Baik Ilham maupun Arjuna adalah dua murid teratas di kelas mereka. Berhubung Arjuna hanya anak petani biasa dan tdk memiliki banyak akses ke buku-buku maupun tv dan lain-lain, maka Ilham selalu menjadi ranking satu dan ranking duanya adalah Arjuna.

Arjuna tiap hari berkunjung ke rumah Ilham. Banyak sekali yg dapat mereka lakukan bersama. Mulai dari berbincang-bincang, berdebat, belajar bahkan juga untuk nonton video bokep di kamar Ilham. Ilham pulalah yg mengajarkan Arjuna untuk masturbasi. Dan menjadi kebiasaan mereka setelah itu adalah ngeloco sambil membayangkan ibu mereka masing-masing.

Obsesi pada ibu kandung adalah obsesi mereka berdua. Ini menyebabkan pertemanan mereka semakin erat. Minat mereka kebanyakan sama. Mereka tdk lagi canggung membuka rahasia hati mereka kepada satu sama lain.

Tp akhir-akhir ini Arjuna jarang bermain ke rumah Ilham. Ilham menjadi penasaran. Apakah ini berarti Arjuna sdh tdk mau lagi bergaul denganya? Apakah Arjuna sdh punya teman baru yg lebih baik? Ilham telah menanyakan hal ini kepada Arjuna, namun Arjuna hanya menjawab bahwa kini ia membantu ibunya di rumah, karena kasihan ibunya capek.

Sdh tiga bulan Arjuna tdk main ke rumah Ilham. Maka, Ilham memutuskan untuk melihat apakah benar Arjuna membantu ibunya, atau malah bermain dgn temannya yg lain. Maka setelah pulang sekolah dan sampai rumah, Ilham bergegas ganti baju dan pergi ke rumah Arjuna.

Rumah Arjuna sepi sekali. Pagar depannya ditutup. Namun, karena ini adalah desa yg damai maka pagar tdk pernah dikunci. Ilham lalu memasuki pekarangan rumah Arjuna. Ilham menimbang-nimbang apakah ia akan mengetuk pintu atau tdk. Pikir punya pikir, Ilham memutuskan untuk mengendap-endap dan mengitari rumah Arjuna dan melihat situasi. Bila Arjuna tdk ada, toh pasti ada ibunya Arjuna yg cantik dan bohai itu. Bolehlah Ilham mengintip sedikit.

Dgn hati berdebar-debar Ilham mengitari rumah. Ada jalan kecil dari pekarangan antara rumah dan pagar, bukan berupa jalan rata, tp hanya rumput yg rapi dipotong. Di belakang rumah adalah tempat sumur pompa dan kamar mandi. Mungkin ibunya Arjuna sedang mencuci piring. Berhubung sering juga Ilham bermain ke situ, maka ia tahu biasanya ibunya Arjuna memakai kain yg dilibat, kadang terlihat ia memakai kutang, kadang tdk, tp pakai atau tdk, belahan dada ibunya Arjuna pasti terlihat.

Terdengar suara Arjuna dan ibunya yg sedang berbicara sambil tertawa-tawa. Rupanya Arjuna tdk bohong, batin Ilham. Apalagi terdengar dentingan suara barang pecah-belah. Tampaknya sedang ada yg cuci piring. Akhirnya, Ilham sampai di ujung rumah yg untungnya memiliki pohon jambu yg rimbun dan dihiasi oleh batu kali dan semak yg membuat Ilham tdk terlihat dan juga dari situ ia dapat melihat baik sisi kamar mandi maupun belakang rumah dan sumur pompa di tengah keduanya, dari situ ia melihat Arjuna dan ibunya sedang cuci piring sambil tertawa dan bercanda.

Arjuna bertugas mencuci dgn sabut sementara ibunya bertugas membilas piring lalu menaruhnya di baskom besar yg kering.

“Jangan buru-buru begitu dong, anakku….” Kata Dewi, ibu Arjuna yg membuat Ilham heran, karena suara ibunya Arjuna itu terdengar bermanja-manja.
“Ibu kayak enggak tahu aja. Udah ga sabar nih…”

Sementara Arjuna mencuci piring terakhir cepat-cepat lalu memberikannya kepada ibunya. Ibunya tertawa genit sambil mencubit lengan Arjuna dan berkata,
“Dasar lelaki….. “

Ilham menjadi bingung. Kok mesra amat si Arjuna dgn ibunya. Ilham menjadi iri. Andaikan saja ibunya seperti ini, begitu dekat bagai teman sebaya. Pasti keadaan rumah menjadi lebih cerah dan Bahagia.

Saat itu matahari masih terik menyinari bumi. Mereka cuci piring di depan kamar mandi. Cuaca hari itu panas sekali. Arjuna dan ibunya sdh mandi keringat, begitu pula Ilham. Ilham tiba-tiba saja horny melihat Dewi yg berbalut kain tanpa kutang itu menunjukkan kulit putih yg mengkilat karena air keringat. Bau tubuh ibunya Arjuna itu kayak apa, ya? Pasti wangi, pikir Ilham.

Ibunya Arjuna menaruh piring terakhir di baskom kering lalu berjalan menuju dipan di dekat situ persis menempel di tembok kayu dinding rumah, lalu duduk di dipan dgn bersandar di tembok kayu itu. Dipan itu agak panjang sehingga kalau untuk duduk dapatlah tiga atau empat orang duduk di sana.

Arjuna mencuci tangannya lalu duduk di sebelah ibunya, kalau dari posisi Ilham maka ibu Arjuna lebih dekat ke Ilham, namun karena posisi Ilham di belakang pohon dan batu itu ada di tengah-tengah, maka posisi Arjuna di sebelah kiri Ilham, sekitar jam 10, kalau mau menggunakan istilah tentara. Ibunya Arjuna kemudian mengusap dahinya yg berkeringat dgn punggung tangan kirinnya sehingga memperlihatkan ketek putih yg berbulu halus. Tiba-tiba saja Ilham kaget melihat Arjuna menyodorkan kepalanya dan menempelkan hidungnya ke ketek ibunya itu. Astaga! Apa-apaan ini?

Ilham menygka ibunya Arjuna akan memarahi anak itu, namun yg mengherankan Ilham, Dewi malah tersenyum saja dan membiarkan anaknya itu.

“Harumnya ketek ibu…..”

Arjuna menggunakan tangan kirinya melingkari perut ibunya dan memeluk perempuan itu. Dewi mendesah yg membuat Ilham menelan ludahnya. Ada permainan gila di sini! Arjuna memang semprul! Tentu saja Arjuna tdk mau ke rumah Ilham, di rumah Arjuna ada yg lebih seru, rupanya!

Ilham hanya dapat meneguk ludah berkali-kali ketika melihat Arjuna mulai beraksi. Arjuna mulai menjilati ketek ibunya dgn lahap. Dewi hanya mendesah-desah saja sambil terkadang tertawa kecil. Tiba-tiba tangan kiri Arjuna menarik kain ibunya dgn keras sehingga kain itu terjatuh. Ternyata Dewi telanjang bulat di balik kain itu!
Tubuh semok Dewi yg putih kini menjadi pemandangan indah bagi Ilham. Tubuh ibu Arjuna memang tak seramping ibu Ilham, namun walaupun agak gemuk, namun gemuknya Dewi sungguh menawan hati. Kedua payudaranya yg besar walaupun sedikit turun tetap memberikan setrum syahwat ke kontol Ilham. Ilham terpaksa melorotkan celananya dan mulai mengusap-usap kontolnya sendiri.

Sementara secara cepat kain Dewi telah dilempar Arjuna ke dipan di sampingnya sehingga kini Ilham dapat melihat perut Dewi yg sedikit buncit dan juga selangkangan Dewi yg penuh jembut. Tangan kiri Arjuna mulai meremasi payudara kanan ibu kandungnya itu, sementara lidah Arjuna berkali-kali menyapu ketiak ibunya membasahi bulu ketek halus yg menjaga ketiak itu.

Tak lama Arjuna berdiri lalu melepaskan celana pendeknya sehingga kini Arjuna pun bugil. Sementara itu Dewi merebahkan diri di dipan menunggu serangan lanjutan. Arjuna tak mau hilang tempo dan bergegas menindih ibunya tanpa memasukkan dulu kontolnya. Rupanya masih mau foreplay.

Ilham makin mempercepat tangannya yg sedang meloco zakarnya sendiri namun matanya tdk terpejam dan memelototi terus gerakan ibu dan anak itu.

Arjuna menindih ibunya. Mereka berdua kini berpelukan dan mulai berciuman dgn hot. Tak dipercayainya ibunya Arjuna yg terlihat lugu dan pemalu selama ini menunjukkan cara berciuman yg sangat panas. Lidah Dewi dan anaknya beradu berkali-kali saling menjilat dan terkadang meminum ludah campuran mereka berdua. Campuran ludah itu semakin banyak karena mereka berciuman seperti hewan buas yg penuh nafsu liar. Ada juice ludah yg mengalir perlahan keluar dari pinggir mulut Dewi dan turun ke lehernya.

Arjuna mengangkat kepalanya, mulutnya berkomat-kamit mengumpulkan ludah lalu perlahan dikeluarkannya ludahnya yg sdh banyak itu ke atas mulut ibunya yg kini sedang terbuka dgn lidah menjulur ke luar. Ludah Arjuna yg pekat perlahan menetes ke lidah ibunya yg terjulur. Ilham dapat melihat busa dan cairan ludah Arjuna perlahan jatuh ke lidah ibunya. Setelah ludah di mulut Arjuna habis, Dewi menarik lidahnya lalu menelan ludah anaknya itu. Mereka berciuman lagi. Kali ini lebih hot.

“Jun haus. Mau minum teh tawar.”

Arjuna bangkit, ibunya bangkit pula. Ibunya dgn telanjang bulat masuk ke dalam rumah sementara Arjuna yg kontolnya telah tegang gantian tidur di dipan itu. Tak lama ibunya datang membawa teko teh dan gelas. Ia menuang teh itu ke dalam gelas. Lalu teko dan gelas itu di taruh di meja di samping dipan, di bagian atas kepala Arjuna.

“ibu udah gosok gigi?”
“Belum. Mandi juga belum.”
“gitu baru istriku..”

Ilham tersentak kaget. Arjuna memanggil ibu kandungnya sebagai isteri? Hebat juga….

Dewi bersimpuh di atas tubuh Arjuna. Sebelumnya, kontol Arjuna di tarik dulu ke atas sehingga sejajar dgn perut Arjuna. Dewi lalu duduk lalu menindih Arjuna. Kedua dada mereka menempel. Dewi mengambil gelas teh itu lalu meminumnya namun tdk ditelan. Dewi kumur-kumur cukup lama. Sambil memegang gelas, Dewi mengarahkan mulutnya ke mulut Arjuna.

Arjuna membuka mulutnya. Perlahan Dewi memuntahkan teh itu kedalam mulut Arjuna hingga habis sementara Arjuna meminumnya dgn antusias. Proses itu terus diulang hingga akhirnya gelas itu habis. Selalu Dewi berkumur air teh sebelum menyuapinya ke anaknya.

“lagi, anakku?”
“lagi, ibuku yg melahirkanku….”

Maka Dewi kembali menyuapi air teh dari mulutnya ke dalam mulut anaknya berkali-kali. Tehnya tampak panas karena ada uap yg keluar walau tdk tebal, menjadikan kedua insan itu kini bertambah gerah dan keringat mengucur begitu deras di kedua tubuh mereka yg telanjang. Kedua tangan Arjuna sepanjang proses minum ini mengelus punggung dan pantat ibunya dari atas ke bawah ke atas ke bawah lagi dan seterusnya.

Akhirnya teh itu habis. Namun kini Dewi yg berusaha mengeluarkan ludah dari tenggorokannya dan akhirnya mulai mengalirkan ludahnya ke dalam mulut anaknya. Arjuna meminum ludah ibunya lalu mereka mulai berciuman lagi, kali ini ganas sekali . bibir mereka berpagutan liar, kepala mereka bergoyang ke kanan ke kiri berusaha mencapai tiap jengkal bibir lawan mereka. Lidah mereka saling menjilati dan memasuki rongga mulut satu sama lain. Ludah mereka kadang beruntai menyatu bagaikan kalung liur yg menyatukan lidah mereka. Mereka saling meludahi lidah dan menelan liur lawan mainnya. Bibir mereka sdh basah oleh cairan ludah masing-masing.

Dewi tiba-tiba mengangkat tubuhnya sehingga duduk, mengarahkan kontol anaknya ke liang senggamanya sehingga kepala kontol Arjuna tepat di depan lubang kehormatannya, lalu secepat kilat menduduki kontol itu sehingga kontol besar Arjuna ambles ke dalam liang senggamanya.

Mereka berciuman lagi, namun kali ini kedua pantat mereka bergoyang-goyang mengikuti irama persetubuhan terlarang. Ilham melihat persetubuhan ini menjadi gelap mata dan mengocoki kontolnya dgn liar. Tubuh seksi ibu Arjuna yg putih, sekal dan basah oleh keringat itu sungguh idaman lelaki normal. Bunyi benturan selangkangan bagaikan music erotis yg sangat indah di kuping Ilham. Samar-samar Ilham mencium bau yg aneh. Rupanya ini bau memek ibunya Arjuna. Sungguh menggairahkan. Ilham jadi penasaran bau tubuh ibunya sendiri bagaimana, ya?

Dewi menyodorkan buah dadanya kepada anaknya. Arjuna secara lahap mengenyoti payudara kanan ibunya sementara tangan kirinya asyik meremasi payudara yg sebelah kiri. Dewi mulai berteriak-teriak karena nikmat persetubuhan. Suaranya begitu syahdu, bagaikan teriakan bintang bokep membuat Ilham bertambah nafsu menyaksikannya. Kocokan Ilham pada burungnya sekarang semakin seirama dgn gerakan Arjuna dan ibunya yg sedang menari tarian seksual itu.

Kedua pantat ibu dan anak itu semakin cepat saling menumbuk dan menarik, hanyut dalam sensasi nikmat bersenggama. Mereka berdua terbuai nikmatnya rasa dua kelamin berlainan jenis yg bersatu dan bergesekkan. Perasaan nikmat itu terus menerus bertambah seiring semakin cepatnya kontol Arjuna menggosoki liang senggama milik ibunya, yg menyebabkan Ilham juga menyesuaikan kecepatan kocokan kontolnya, seakan-akan Ilhamlah yg sedang bersetubuh dgn Dewi.

Bau kelamin Dewi yg basah begitu kuatnya, apalagi Dewi belum mandi. Ilham begitu mabuk akan bau ini sehingga ingin sekali ia nimbrung kegiatan tabu ibu dan anak itu, namun Ilham merasa cukup hanya dgn meloco sambil mengintipi persenggamaan Ilham dan ibunya. Sehingga ia berusaha menekan keinginannya itu dan melampiaskan pada kocokannya di kontolnya sendiri.

Sementara itu, kedua selangkangan ibu dan anak itu sekarang berbenturan keras sekali sehingga bunyinya sangat jelas terdengar, kedua pantat ibu dan anak itu bergerak pada kecepatan penuh dan seirama. Sungguh indahnya persenggamaan ini sehingga membuat Ilham sangat iri. Ilham melihat kedua tubuh insan sedarah itu yg kini sdh penuh keringat, tampak mengkilat terkena cahaya matahari dan kedua tubuh itu bergerak seirama bagaikan dua penari yg sdh melatih tarian mereka berkali-kali dan sdh hafal dgn gerakan-gerakan yg harus dilakukan.

Tiba-tiba saja Dewi melenguh dan melengkungkan punggungnya sambil berteriak, Arjuna pun berteriak tanda sdh mengalami orgasme. Keduanya tampak menekankan selangkangan mereka satu sama lain serentak dan penuh dgn tenaga. Akhirnya keduanya terkulai di dipan itu menyebabkan Ilham akhirnya ejakulasi dan menyemproti batu di samping pohon besar itu dgn spermanya. Tak lama Arjuna dan ibunya masuk rumah dan Ilham segera bergegas pergi setelah memakai celananya lagi.

BAB DUA

ILHAM MENCARI CARA

Semenjak saat itu, Ilham menjadi terobsesi dgn perhubungan terlarang sedarah. Ilham memang sangat bernafsu melihat Arjuna dan ibunya, tetapi bukan berarti Ilham ingin menyetubuhi ibunya Arjuna, melainkan ia ingin merasakan persetubuhan dgn ibunya sendiri. Bukankah sebenarnya ide ini adalah idenya sendiri? Arjuna pasti mendapatkan ide dari Ilham ketika mereka bareng-bareng meloco di kamar Ilham. Ternyata Arjuna yg terlebih dahulu mewujudkannya. Dasar anak bandel yg beruntung!

Apalagi, di mata Ilham, ibunya memiliki tubuh yg jauh lebih seksi dibanding ibunya Arjuna. Tubuh ibunya Ilham lebih ramping. Tentu saja, buah dada ibunya Arjuna lebih besar, namun di mata Ilham, Dewi ibu Arjuna itu, sedikit agak gemuk. Di lain pihak, ibu Ilham memiliki badan bak model di majalah saja. Tentu saja ini karena ibunya Ilham tiap hari senam. Di rumahnya, ibunya punya video senam dari luar negeri, sehingga memang latihan yg ibunya lakukan sesuai dgn teori dan ilmu kesehatan dari Amerika.

Ilham sempat berfikir untuk menanyakan kepada Arjuna mengenai cara untuk membuat ibu kandungnya mau untuk tidur denganya. Namun, setelah difikir lebih jauh, ini berarti mengakui bahwa Ilham pernah melihat Arjuna dan ibunya bersenggama. Selain itu, Ilham juga merasa gengsi. Bukankah selama ini Ilham lebih pintar dari Arjuna? Bukankah Ilham yg selalu jadi juara satu di sekolah? Maka, bila Arjuna berhasil mendapatkan tubuh ibu kandung sendiri, tentunya Ilham yg jauh lebih pintar mampu juga melakukannya. Selain itu, Ilham merasa bahwa ia akan lebih puas untuk mencapai tujuannya dgn tanpa bantuan orang lain.

Ilham akhirnya memutuskan untuk menggali potensi dirinya sendiri. Nilai apakah yg ia punyai yg tdk dipunyai orang lain? Bahkan tdk dipunyai si Arjuna? Mengenai kecerdasan, Ilham yakin dgn dirinya sendiri. Namun, ada lagi sesuatu yg hanya ia ketahui yg orang lain tdk tahu. Ilham memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Ilham pernah membaca buku mengenai kemampuan ini, dan menurut buku itu, kemampuan Ilham adalah kemampuan untuk mensugesti orang lain agar mengikuti keinginan Pribadi. Kemampuan ini, dapat dikembangkan menjadi hipnotis bahkan semacam cuci otak.

Selama ini Ilham dapat memperoleh apapun yg ia inginkan dari kedua orangtuanya. Kamarnya penuh barang elektronika, mulai dari video player, audio sound system, bahkan motorpun diberikan ayahnya kepadanya. Pada mulanya, Ilham menganggap bahwa karena ia anak tunggal maka segala permintaannya dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Namun, seiring waktu berjalan, Ilham mengalami berbagai hal yg membuat ia yakin akan kemampuannya untuk membujuk orang lain.

Ilham adalah anak yg pintar. Anak yg pintar pastilah kreatif, dan anak kreatif pastilah bandel. Dan Ilham adalah anak yg bandel sekali. Pernah satu kali ketika ia masih kelas empat SD, Ilham dan Arjuna nyolong rambutan di tanahnya Pak Haji Agung. Pak Haji Agung dan ayah Ilham bisa dibilang adalah saingan di desa mereka. Ada ketegangan di antara dua orang itu, dan Pak Haji tdk sungkan-sungkan memperlihatkan ketdk senangannya kepada ayah Ilham.

Nah, saat Ilham dan Arjuna mencuri rambutan itu, Pak Haji Agung datang dan memergoki mereka. Pak Haji mengambil tongkat dan mengejar ke pohon rambutan itu. Arjuna yg memiliki fisik lebih baik dari Ilham berhasil kabur sementara Ilham tertangkap basah. Pak Haji saat itu ingin menghajar Ilham, namun Ilham yg menangis segera memohon Pak Haji agar tdk menghukumnya. Ilham hanya ingat saat itu kepalanya serasa ringan dan tiba-tiba saja Pak Haji menyuruh Ilham pulang.

Pernah juga, ketika Ilham masih kelas enam SD, ia dan Arjuna dan teman-temannya bermain ke desa tetangga. Mereka di sana ‘ngadu’ bola. Mereka menang. Namun pihak tuan rumah tdk terima dan mulai menyerang mereka. Ilham merasa ketakutan, namun Ia merasakan lagi sensasi kepala yg serasa ringan, lalu entah dgn keberanian dari mana, ia pasang badan lalu berteriak dan minta semuanya tenang dan jangan berkelahi. Anehnya, semua orang yg tadinya sedang kalap jadi terdiam dan perkelahian pun terhindarkan.

Ada lagi kejadian yg baru-baru ini. Ilham suatu ketika belajar kelompok di rumah temannya yg bernama Adi di desa tetangga. Ayah Adi adalah Kepala Kodim yg bertubuh tinggi besar dan berpengaruh bukan saja di desanya sendiri, tetapi juga di desa sekelilingnya, berhubung jabatannya. Ayah Adi tinggi besar dan hitam, namun memiliki isteri yg cantik bernama Ibu Ambar. Ilham, Adi dan teman-teman belajar kelompok hingga sore. Selesai belajar mereka sepakat bermain petak umpet. Maklum, anak satu SMP.

Kebetulan Adi jaga, lalu Ilham dan yg lain berpencar. Tdk terasa, Ilham tiba di halaman belakang dan berjalan ke samping rumah. Di samping rumah ada pohon jambu besar. Ilham mendapat ide untuk naik ke sana. Akhirnya Ia sampai di cabang yg besar yg menempel di dinding rumah. Ternyata cabang itu menempel di dinding yg sebelahnya ada jendela yg tdk berkaca. Otomatis Adi melihat jendela itu. Tak disangka, ternyata itu adalah jendela kamar mandi. Dan lebih tak disangka lagi, Ibunya Adi sedang mandi di dalam situ!

Ilham terkejut mulanya, namun akhirnya menyadari bahwa ia mendapatkan suguhan menarik dari dalam kamar mandi itu. Ibunya Adi adalah perempuan Jawa berkulit kuning langsat. Tubuhnya kecil imut setinggi 155 cm, dgn pinggul agak lebar namun dadanya begitu mancung dan kokoh dihiasi pentil dan areola kecoklatan. Jembutnya lebat namun dicukur rapi sehingga tdk berantakan. Badannya bersinar karena basah dan diterangi lampu neon kamar mandi. Serta merta Ilham konak.

Ilham begitu menikmati ketelanjangan ibunya Adi sehingga tak disadarinya bahwa Pak Bambang sdh di bawah pohon. Ketika Pak Bambang menegur Ilham setengah berteriak, Ilham menjadi begitu kaget sehingga hampir jatuh. Ibunya Adi berseru kaget dari dalam kamar mandi, sementara Pak Bambang mulai marah-marah dan menyuruh Ilham turun.

Ilham ketakutan dan gemetar, namun kepalanya serasa ringan lagi dan kali itu Ilham mengetahui bahwa ia harus membujuk Pak Bambang agar tdk marah. Dgn terbata-bata Ilham menenangkan Pak Bambang dan minta untuk melupakan kejadian ini. Beberapa saat kemudian Pak Bambang pergi begitu saja. Ilham menoleh ke kamar mandi dan tampak Ibu Ambar sedang melilitkan handuknya sambil menatap jendela dgn sinar kemarahan.

Ilham yg kepalanya masih terasa ringan segera mendekati jendela dan berkata,

“Bu Ambar mandi saja. Ga apa-apa kok. Anggap aja Ilham ga ada.”

Tiba-tiba saja tatapan Ibu Ambar seakan kosong sejenak. Kemudian perempuan itu membuka handuknya dan melanjutkan untuk mandi. Ilham kembali konak. Ingin rasanya ia masuk kekamar mandi, namun ia masih merasa takut dan deg-degan sehingga akhirnya ia merasa cukup puas dgn hanya menonton perempuan itu mandi sambil ngeloco hingga akhirnya ia menyemprotkan maninya di dinding rumah.

Ya, Ilham merasa bahwa ia memiliki bakat untuk mempengaruhi orang lain. Ia harus berusaha mengasah ketrampilan ini. Ada dua pilihan bagi Ilham. Satu, adalah belajar secara otodidak dan kedua, adalah untuk mencari guru. Pilihan pertama tentu akan menjadi sulit, karena belajar macam ini membutuhkan percobaan-percobaan dan pastinya banyak kegagalan. Pilihan kedua tentu menjadi mudah, namun masalahnya, kepada siapakah ia harus berguru?

Akhirnya selama seminggu Ilham terus putar otak untuk melatih ketrampilannya ini. Dicobanya di rumah untuk mempengaruhi pembantu-pembantu atau bahkan orang tuanya untuk memenuhi keinginannya yg sepele seperti memijitinya, mengambilkan minum dan lain-lain, namun Ilham tdk mengalami sensasi kepala yg berasa ringan sehingga ia tdk berhasil dalam percobaannya. Tdk ada kelinci percobaannya yg mengalami tatapan kosong seperti ibu Ambar sehingga ia berkesimpulan bahwa kekuatannya muncul bilamana ia sedang dalam keadaan ketakutan.

Namun, untuk mencapai situasi di mana dirinya sampai ketakutan sangatlah riskan. Bisa saja ia coba untuk menjadi bandel, tp tdk ada kepastian bahwa nanti kekuatannya muncul di saat dibutuhkan. Bila ia ada di situasi yg berbahaya dan kekuatannya tdk timbul, tentunya segala sesuatunya akan menjadi rumit dan mengancam keselamatannya sendiri. Ilham menjadi semakin pusing mencari akal untuk mengasah ketrampilannya ini.

Namun, akhirnya solusinya itu datang sendiri. Suatu hari, waktu itu malam minggu, Ilham dan lima orang temannya bermain ke desa tetangga. Saat itu Arjuna tdk ikut, dan Ilham juga memakluminya. Bila Ilham memiliki nasib yg sama dgn Arjuna, yaitu memperoleh ibu kandung sebagai obyek seks, maka dipastikan Ilhampun akan emoh bermain keluar. Lebih baik di dalam rumah saja dan menggarap ladang ibunya.

Desa tetangga sedang ada layar tancap. Banyak sekali orang, baik muda maupun tua yg datang kesana. Bukan hanya dari desa itu sendiri, melainkan dari berbagai desa sekitar daerah itu. Layar tancap diadakan di sebuah tempat luas di sebuah bukit tak jauh dari desa itu. Berbagai pedagang musiman muncul di situ. Tukang makanan, minuman, pakaian bahkan Bandar judi koprok juga memeriahkan layar tancap itu.

Ilham senang sekali pergi ke layar tancap. Banyak sekali perempuan baik yg masih gadis ataupun yg sdh menikah, tua maupun muda, kurus maupun gemuk bahkan bau maupun harum datang ke situ. Apalagi banyak juga perempuan bisyar maupun bispak yg datang memeriahkan suasana malam minggu.

Malam itu, Ilham berencana untuk merasakan perempuan untuk pertama kalinya. Bila Arjuna sdh tdk perjaka, tentunya Ilham juga harus melepas keperjakaannya. Teman-teman Ilham pun ditraktir untuk segalanya malam itu, maka mereka merencanakan untuk mencari bispak atau paling tdk bisyar dan untuk menggarap mereka di tempat sepi bergantian. Ada yg jaga, dan ada yg eksekusi, sehingga nantinya segala sesuatunya terkendali dan aman.

Ilham yg ditemani tiga orang teman sekelas, yaitu Hambali, Azhari dan Moko, juga dgn dua orang kakak kelas bernama Dhimas dan Robi, akhirnya berkenalan dgn enam orang gadis muda yg seusia SMU. Sebenarnya, pada mulanya enam orang gadis itu tdk memandang sebelah mata kepada mereka yg hanyalah anak SMP, namun setelah Ilham dgn royalnya mentraktir semua dgn makanan dan minuman, maka enam orang gadis itu menjadi tertarik.

Ketika mereka baru saja mengakrabkan diri, segerembolan pemuda SMU, – yg dari gelagatnya kenal dgn enam orang gadis itu-, mendatangi mereka dan mulai mencari masalah. Singkat kata, tiba-tiba saja terjadi perkelahian yg tdk seimbang antara sekitar sepuluh anak SMU melawan enam orang anak SMP. Ilham yg terkena beberapa kali hajaran mulai merasakan kepalanya mengalami sensasi ringan, segera berlari ke tengah lalu berteriak,

“BERHENTIIIII!!!!”

Secara mendadak perkelahian berhenti begitu saja. Semua yg terlibat memandang Ilham dgn tatapan kosong, sementara orang-orang yg menyaksikan perkelahian tersebut juga melongo dgn penuh tanda Tanya mengenai apa yg terjadi.

“Kalian pergi dari sini!!!” Kata Ilham kepada gerombolan anak SMU itu.

Gerombolan anak SMU itu akhirnya pergi dgn terdiam seribu bahasa, diikuti oleh pandangan semua orang yg ada di situ. Orang-orang yg menyaksikan semua ini kemudian mengalihkan pandangan mereka kearah Ilham, kini dgn pandangan yg sedikit kagum bercampur heran.

Sementara itu, Ilham yg menyadari kini adalah kesempatan baik, segera memanggil dua orang gadis tercantik dari kumpulan enam orang gadis yg baru ia kenal itu. Atik dan Jannah. Dgn menggandeng kedua gadis itu, Ilham lalu mengajak teman-temannya dan teman-teman gadis itu untuk meninggalkan tempat itu.

Setelah berjalan beberapa lama, mereka sampai di sebuah padang rumput yg dikelilingi pohon-pohon rindang. Disebut padang sebenarnya tdk bisa juga, karena hanya seluas kolam renang mini Olympic. Tp tempat itu bagus sekali karena tertutup pepohonan di sekelilingnya.

Ilham bertekad untuk pulang sebagai lelaki dewasa yg bukan perjaka lagi. Dan mungkin karena tekadnya itulah yg membuat ia merasakan sensasi ringan di kepalanya itu tdklah hilang melainkan terus ada, bahkan kini kepalanya sedikit terasa mendengung.

Setelah menyuruh teman-temannya berjaga di sekeliling padang rumput itu di bawah bayang-bayang pohon, tentu masing-masing merekapun ditemani seorang gadis, maka Ilham menarik Atik dan Jannah yg pasrah saja dituntun ke tengah padang rumput kecil itu. Sinar rembulan yg Purnama di langit yg cerah berbintang yg menerangi padang rumput itu, membuat kedua gadis itu terlihat jelas oleh Ilham.

“Buka baju kalian sampai telanjang,” perintah Ilham dgn suara yg tercekat karena perasaannya sungguh bercampur aduk saat itu.

Tegang, senang, sedikit takut dan nafsu berkecamuk dalam dadanya sehingga membuat Ilham seakan susah bernafas karena dikuasi oleh perasaan-perasaan gado-gadonya itu.

Atik dan Jannah kemudian perlahan membuka pakaiannya hingga telanjang. Atik lebih tinggi dari Ilham dan memiliki tubuh yg ramping dan dada yg kecil namun padat. Sekitar 34 A. kedua pentilnya yg merah kecoklatan tdk menonjol melainkan tampak bagaikan menyatu dgn daerah areola di sekitarnya. Selangkangan Atik dihiasi oleh jembut yg masih jarang dan tampak halus keriting. Kulit Atik putih sekali, mirip sekali dgn kulit Ibunya Ilham. Dgn rambut panjang ikal hampir sepinggul dan hidung yg lumayan mancung, sungguh seakan Atik adalah gadis sampul majalah remaja.

Jannah adalah gadis imut yg setinggi Ilham dan walaupun tdk gemuk, namun karena tubuhnya imut maka tampak seperti lebih berisi disbanding Atik. Rambut Jannah sebahu dgn muka yg agak chubby dihiasi lesung pipit. Kulit Jannah coklat muda dgn buah dada yg lebih besar dari Atik, sekitar 34B namun dgn pentil yg coklat agak tua menyembul sedikit saja dari daerah areolanya. Pinggul Jannah lebih lebar dari Atik pertanda berbakat memiliki anak yg banyak. Namun selangkangannya memiliki bulu yg walaupun juga masih jarang, namun sedikit lebih banyak daripada Atik.

Burung Ilham sdh tegak. Dgn bergegas ia membuka bajunya hingga telanjang. Ilham membawa tikar yg tadi di pegang oleh Hambali. Kini ia mengambil tikar itu lalu membukanya di tengah padang rumput kecil itu. Ilham menyuruh kedua gadis itu tiduran di tikar bersebelahan satu dgn yg lainnya. Atik dan Jannah mengikuti perintah Ilham. Kini kedua gadis yg telanjang bulat itu tidur di hadapan Ilham.

Ilham kemudian menindih Atik lalu menciumi bibirnya. Atik hanya terdiam saja sementara Ilham melumat bibir gadis itu.

“Mbak Atik balas dong,” perintah Ilham.

Atik lalu membalas ciuman Ilham dan juga memeluk kepala Ilham. Ilham menikmati ciuman pertamanya. Bibir Atik yg basah dan hangat mengirimkan sinyal-sinyal erotis di seluruh tubuh Ilham yg masih perjaka. Bau parfum Atik yg lembut menambah sensasi birahi yg perlahan bertambah tinggi yg berakibat kontol Ilham mengeluarkan sedikit cairan sebagai pelumas menandakan bahwa Ilham siap bertempur sampai kecrotan terakhir.

Ilham mulai melancarkan ciuman ke dada Atik yg kini tampak hampir rata dgn dada perempuan itu karena akibat gravitasi bumi. Kulit putih Atik begitu lembut di bibir Ilham. Disedotnya pentil kanan gadis itu yg membuat Atik mulai merasakan birahi juga walaupun dalam keadaan bagaikan terhipnotis. Atik mulai meremasi kepala Ilham yg saat ini sedang menggarap bukit sebelah kanannya.

Ilham kemudian mengalihkan serangan ke payudara kiri Atik. Payudara yg masih belum terlalu besar itu ia jilati, ciumi dan sedoti dgn penuh nafsu. Kedua payudara gadis muda itu kini mulai muncul bekas-bekas cupangan dan juga tampak basah terkena air liur Ilham yg tak dapat dikontrol. Ilham kemudian mengarahkan ciumannya turun ke perut Atik. Atik mendesah-desah dan desahan itu semakin keras seiring semakin dekatnya mulut Ilham ke mulut bagian bawah Atik.

Lidah Ilham menjadi liar ketika bersentuhan dgn bulu kemaluan Atik. Ilham dapat mencium bau tubuh gadis itu semakin jelas ketika kepalanya makin dekat dgn organ intim si gadis. Bau tubuh yg tercium begitu natural dan lembut.

Atik ingin berteriak. Ingin sebenarnya gadis itu menolak perbuatan lelaki muda yg baru dikenalnya itu. Namun entah kekuatan apa yg membuatnya takluk kepada lelaki muda ini. Sementara, ciuman Ilham makin lama membuat kemaluannya basah karena perlahan Atik mulai merasakan nafsu birahi menguasai tubuhnya. Lidah Ilham yg menari-nari di atas tubuhnya bagaikan menyengat kulit mulusnya yg putih itu dan mengirimkan pesan-pesan birahi yg dinikmati oleh otaknya.

Akhirnya lidah itu menyusuri bibir memek Atik. Atik mendengus keras merasakan lidah yg hangat dan basah itu menyapu bibir memeknya yg basah. Jauh di lubuk hatinya, Atik tdk mau menyerahkan mahkotanya kepada remaja yg lebih muda darinya, namun tubuhnya tdk bisa menolak kemauan anak itu. Dua butir air mata mengalir jatuh dari kedua mata Atik. Atik menangis tanpa suara melainkan hanya desahan birahi ketika lidah itu mulai menyelip di antara bibir memeknya dan menjelajahi area yg belum pernah disentuh oleh lelaki manapun.

Ilham merasakan bibir memek Atik yg basah dan hangat di ujung lidahnya. Hidung Arjuna mencium bau tubuh Atik dgn sangat jelas menguar dari dalam lubang kemaluan gadis muda itu. Arjuna menggunakan dua jarinya membuka memek yg basah itu dan melihat ada selaput putih di dalam lubang itu. Astaga! Gadis ini masih perawan. Tadinya dikira Ilham Atik dan kawan-kawannya adalah bispak karena para gadis itu datang dgn baju yg ketat dan seksi, ternyata ia salah. Tampaknya para gadis ini adalah gadis yg baik-baik.

Ilham menjadi tak tahan lagi melihat ini. Ia segera membuka lebar kedua kaki gadis itu lalu mengarahkan kontolnya yg sdh tegang dari tadi, dan menaruhnya tepat di lubang kencing Atik. Ilham mendorong pantatnya ke depan. Namun k0ntolnya yg sebesar 14 cm itu tdk berhasil masuk. Berkali-kali ia mendorong pantatnya namun tdk berhasil sementara Atik mulai meringis kesakitan ketika dirasakannya benda tumpul berusaha memasuki liang persenggamaannya yg masih perawan itu. Ilham menyentakkan pantatnya kuat-kuat dan tiba-tiba kepala k0ntolnya masuk kedalam lubang sempit milik Atik itu.

“Aaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuwwwww..” teriak Atik kesakitan.

Ilham berusaha mendorong k0ntolnya untuk masuk lebih jauh, tp seakan ada perlawanan dari dalam lubang sempit itu. Mungkin harus dipaksa lebih keras, pikir Ilham.

Ilham kini merebahkan badannya di atas Atik, kedua tangannya diselipkan sehingga kini memegang kedua pantat Atik kuat-kuat. Dgn segenap kekuatannya Ilham mendorong pantatnya kedepan sambil menggunakan kedua tangannya untuk menarik kedua pantat Atik.

Dalam satu gerakan cepat, kontol Ilham kini ambles masuk ke dalam lubang memek Atik, merobek selaput keperawanan gadis itu. Rasa sakit yg hebat itu seakan menyadarkan Atik sehingga Atik tiba-tiba teriak sambil berontak,

“Aduuuuuh!! Lepasin!”

Dalam kenikmatannya Ilham tdk menyadari bahwa sensasi perasaan ringan di kepalanya tadi hilang sehingga ia tdk dapat mengkontrol Atik. Kini ia menyadari bahwa Atik sedang berusaha berontak dan ia agak kesulitan menahan gerakan gadis yg memang lebih tinggi darinya itu. Di lain pihak, Jannah tampak baru sadar dan dgn tatapan bingung sedang berusaha menutupi auratnya sambil mencari pakaiannya.

Begitu takutnya Ilham sehingga kini sensasi kepala ringannya kembali.

“Semua diam!!” bentak Ilham.

Atik dan Jannah kini memandang kosong kembali. Ilham menyuruh Jannah tidur lagi di sebelah mereka. Sementara dilihatnya Atik yg tadi menangis kini terdiam pula. Airmata telah membasahi mata dan pipi gadis itu. Namun tubuh gadis itu menjadi santai sekarang. Dirasakannya kontolnya dicengkeram lubang silinder yg sempit dan basah lagi hangat sekali.

Ilham mulai mengocoki kemaluan Atik itu perlahan-lahan sambil menikmati tiap detiknya. Perasaan ngilu dan nikmat ia alami ketika batang kontolnya menggesek dinding kemaluan Atik tiap kali ia mengocoki memek yg baru saja ia perawani itu. Namun tubuh Atik tetap terdiam dan tak bereaksi, walaupun Atik saat ini mulai mendesah, dan juga memek gadis itupun sdh basah kuyup oleh cairan kewanitaan dan juga darah keperawanan.

“Atik. Mulai saat ini kamu adalah milik aku. Kamu harus membalas entotanku juga. Kamu harus mengimbangi aku dan menikmati hubungan badan dgnku.”

Atik kini menatap Ilham dan berkata lirih,

“Aku adalah milik kamu…”

Lalu gadis itu merangkul kepala Ilham dgn kedua tangannya dan dgn kedua kakinya ia merangkul kedua kaki pemuda yg baru memerawinannya itu.

Ilham adalah anak pintar, ia takut bila nantinya akan kejadian kekuatannya hilang lagi, maka ia berpaling ke arah Jannah dan berkata,

“Kamu juga milikku. Apapun yg terjadi, kamu tdk boleh pergi sampai aku beritahu. Kamu harus tunggu perintahku dulu.”

Jannah menatap Ilham dgn pandangan kosong. Namun Jannah mengangguk tanda mengerti, sehingga Ilham menjadi lebih nyaman. Lalu Ilham mulai mengkonsentrasikan pikirannya kepada persetubuhannya dgn Atik.

Atik dan Ilham berdua mulai saling mengentot. Atik berdesah-desah kenikmatan sementara Arjuna mendengus-dengus sambil mengenyoti dua buah payudara Atik dgn rakus. Selangkangan mereka beradu berkali-kali menimbulkan bunyi tamparan yg keras. Ilham merasakan memek Atik yg sempit, licin dan hangat itu mencengkram batang kontolnya terus menerus.

Mereka bersatu dalam birahi. Kedua tubuh yg kini penuh keringat saling berpacu dalam petualangan cinta, bau alat kelamin tercium jelas di udara. Mereka tenggelam dalam nikmatnya dunia. Tarian cinta mereka makin lama makin cepat karena semakin mendekati tujuannya pula.

Tiba-tiba saja Atik berteriak keras dan merangkul Ilham erat-erat.

“Aduuuuuuuh…….. enaaaaakkk Mas!”

Ilham merasakan rangkulan Atik begitu eratnya sehingga sedikit membuatnya sesak, sementara selangkangan gadis itu bergetar bagaikan kejang yg membuat memeknya juga membuka menutup secara cepat seakan menyedoti kontol Ilham yg sedang berada di dalamnya.

Ilham akhirnya tak kuat juga. Ia balas memeluk gadis itu rapat-rapat dan mulai membenamkan kontolnya dalam-dalam di liang surgawi milik Atik. Kontolnya berkali-kali memuntahkan pejunya di dalam lubang memek Atik. Akhirnya mereka berdua terdiam kelelahan beberapa saat.

Ketika terbangun dari nikmatnya orgasme di dalam memek perempuan, Arjuna menyadari bahwa kepalanya sdh tdk mengalami sensasi ringan lagi. Dgn cepat ia melihat ke arah Jannah. Namun Jannah masih terdiam di sana sedang memandanginya yg menindih Atik. Ilham melihat bahwa dalam diam Jannah menangis karena air matanya telah membasahi pipinya dan juga dada gadis itu sesunggukan.

Ilham melepaskan diri dari Atik untuk duduk. Kontolnya yg mengecil telah keluar dari sarang kenikmatan. Sedikit demi sedikit keluarlah peju Ilham dari dalam lubang memek Atik. Sementara, Atikpun menangis tanpa suara, namun tdk melakukan apa-apa.

Ilham memandangi wajah Jannah yg cantik itu. Ada sinar ketakutan dalam mata gadis itu. Ilham sangat mensyukuri bahwa ia adalah anak yg pintar. Buktinya, perintah yg ia sampaikan kepada Jannah tetap dilaksanakan walaupun ia sdh tdk mengalami sensasi di kepalanya.

Ilham kemudian menindih Jannah yg kini sesunggukan tanpa suara. Ilham ingin melihat bila tanpa menggunakan kekuatannya apakah ia bisa menggauli gadis ini. Apakah bisa, hanya dgn perintah yg tadi ia lakukan Jannah mengijinkan ia menggarap tubuh gadis itu?

“Sekarang aku akan meniduri kamu, Mbak Jannah.”

Lalu Ilham mulai menciumi gadis ini. Dilahapnya wajah cantik Jannah dgn rakus. Lidah Ilham dapat merasakan asinnya air mata gadis itu yg ada di pipinya. Jannah sesunggukan dan terdiam sementara Ilham asyik melumati wajah gadis itu dgn air liurnya.

“Peluk aku, Mbak. Ayo….”

Ilham ingin melihat reaksi gadis ini. Apakah gadis ini akan mengikuti perintahnya atau tdk. Tadi Ilham memerintahkan bahwa gadis itu adalah miliknya, bila perintah ini tetap lekat pada gadis ini, maka mau tdk mau gadis ini harus mengikuti apapun kemauannya.

Walaupun tetap menangis tanpa suara, Jannah memeluk Ilham yg sedang menindihnya. Ilham gembira sekali. Rupanya bila sekali saja orang sdh dipengaruhi olehnya, maka orang itu tetap akan mematuhinya terus.

“Sekarang kita ciuman dan Mbak harus mencium aku dgn penuh nafsu.”

Ilham mencium bibir Jannah yg langsung saja membalas dgn hot. Jannah mengecup dan menjilati bibir Ilham bagaikan sdh biasa berciuman. Singkat waktu, mereka berdua sdh saling bertukaran lidah dan menjilati satu sama lain. Ilham yg tadi keringatan mulai keringatan lagi. Jannah pun kini keringatan. Kedua bibir mereka saling berpagutan sementara Jannah mengelus kepala Ilham dgn bernafsu.

Bau tubuh Jannah tercium agak kuat. Berbeda dgn Atik yg memiliki bau badan yg lembut dan seakan perlahan menyerang hidung, bau badan Jannah tercium jelas dan serta-merta menusuk hidung Ilham. Bukan bau yg memuakkan, namun termasuk bau yg menggiurkan.

Ilham mengangkat tangan kanan Jannah dan melihat ketiak yg mulai ditumbuhii bulu halus. Bau badan gadis ini begitu kuat menyerang hidungnya membuat kontolnya kini sdh tegak lagi dimabuk birahi. Ilham membenamkan wajahnya di ketiak gadis ini. Bulu-bulu halus menggelitik hidung Ilham. Kepala Ilham menjadi seakan mabuk kepayg dan pusing tujuh keliling akibat nafsu yg seakan tak terkontrol.

Dari sini ia tahu, bahwa ia lebih menyukai Jannah dibanding Atik. Baru baunya saja sdh membuatnya begini, apalagi yg lain yg lebih enak.

Ilham mulai mengulum-ngulum bulu ketek Jannah yg masih jarang dan halus itu. Sementara Jannah kini telah berhenti menangis karena sedang menggeliat kegelian. Sambil mengenyoti ketiak gadis itu, Ilham melihat mata gadis ini. Mata itu sdh tdk memperlihatkan sinar ketakutan melainkan mulai menyinarkan pandangan sayu seakan minta dientot.

Ilham lalu mulai meremasi kedua payudara Jannah yg besar itu. Pentil gadis ini yg tadinya hanya menyembul sedikit, kini menyembul dan panjangnya kurang lebih sama dgn pantat bolpoin. Masih lebih kecil di banding pentil ibunya Ilham, namun setdknya bila dibandingkan dgn pentil Atik yg amat kecil maka pentil ini lebih nikmat dikulum dalam mulutnya.

Sambil meremasi kedua tetek Jannah, Ilham asyik menjilati ketiak gadis ini. Bulu halus ketiak Jannah sdh rebah karena basah oleh keringat sendiri dan juga air liur Ilham. Bau tubuh gadis ini sekarang seakan memenuhi udara. Baik dari ketek maupun kemaluannya, bau tubuh Jannah keluar bagaikan angin topan menerjang bumi.

Kemudian Ilham mulai menciumi tetek kanan Jannah. Ia cupang dan sedoti payudara itu sehingga meninggalkan bekas cupang di sana-sini. Lalu dikulumnya pentil tetek kanan Jannah. Ia suka sekali sensasi memegang pentil di dalam mulut. Dijilatinya secara berputar yg membuat Jannah mulai mendesah lebih keras dan terkadang mengerang. Lalu disedotnya pentil itu kuat-kuat karena gemas. Jannah meremas kepala Ilham dgn keras.

Setelah dada kanan Jannah sdh mulai bau mulut Ilham sendiri, dirambahnya bukit yg sebelah kiri menggunakan lidah dan mulutnya. Kembali dada itu menjadi berhiaskan bekas cupang di sana-sini. Begitu bernafsunya Ilham sehingga hampir tiap jengkal gundukan payudara Jannah dicupanginya, seakan ingin menunjukkan bahwa daerah itu adalah daerah kekuasaannya.

Setelah puas menjelajahi dada Jannah, Ilham lalu membuka paha Jannah lebar-lebar dan mulai menjilati jembut Jannah yg memiliki bulu lebih banyak dari Atik. Bau tubuh gadis ini tercium santer di daerah selangkangannya menyebabkan Ilham tak bisa menahan diri untuk mulai menjilati kemaluan gadis itu. Dgn dua jarinya ia buka bibir memek Jannah lalu mulai menjilat dan menghisapi memek yg sdh basah kuyup itu.

Cairan memek Jannah memiliki rasa yg sedikit tajam dgn campuran masam dan getir ditambah bau yg menusuk hidung. Namun semuanya ini malah membuat Ilham lebih bersemangat menjilati kemaluan Jannah. Tak bosan-bosannya lidahnya memasuki lubang memek gadis itu, terkadang menyedoti klitorisnya ataupun terkadang menjilati bagian dalam bibir luar memek itu.

Hanya lima menit Ilham melahap memek Jannah, Jannah sdh orgasme untuk pertama kali. Memeknya dibanjiri cairan bening hangat yg membasahi selangkangannya maupun mulut dan dagu Ilham. Ilham berusaha menjilati dan mengecap semua cairan Jannah karena begitu nikmatnya cairan itu di mulutnya.

Setelah Jannah sdh santai lagi, maka Ilham memposisikan kontolnya di liang senggama Jannah, lalu menindih gadis itu dan menyelipkan kedua tangannya di kedua pantat Jannah. Jannah pun mengengkangkan kakinya lebar-lebar dan dgn kedua tangannya memegang kedua pantat Ilham.

“Satu….. dua……. Tigaaaaaaaaaa……….” Kata Ilham memberikan aba-aba.

Pada hitungan ketiga, Ilham menghujamkan kontolnya kuat-kuat sambil menarik pantat Jannah, di lain pihak Jannah juga menarik pantat Ilham. Jannah merasakan batang yg keras itu dalam satu gerakan telah menggagahinya. Bahkan selaput daranya pun robek dalam hitungan sepersekian detik saja. Rasa sakit melanda memeknya sementara ngilu rasanya ada benda keras membelah memeknya dan memenuhi lubang kencingnya itu.

Jannah memeluk Ilham rapat-rapat sambil berteriak,

“Adddaaaauuuuuuww…. Sakit, Mas…………….”

Untuk beberapa saat mereka berpelukan tanpa bergerak. Berhubung Jannah setinggi Ilham, maka Ilham kini dapat mencium bibir gadis itu sambil ngentot. Mereka berciuman beberapa saat. Jannah dapat mencium bau memeknya di mulut Ilham, namun Jannah tdk peduli. Sambil merangkul dan meremas kepala Ilham ia saling mencium dan menjilat dgn Ilham.
Kedua tubuh mereka kini basah kuyup oleh keringat campuran antara keringat mereka berdua. Sementara kedua bibir mereka sdh basah selain karena keringat juga oleh ludah mereka yg saling bertukaran. Udara malam memang dingin, namun panas tubuh yg mereka berdua hasilkan bagaikan udara di sauna saja.

Ilham merasakan pinggul besar Jannah mulai bergoyang-goyang sehingga kontolnya kini mulai dikocok oleh memek Jannah. Ilham membalas entotan itu. Mula-mula mereka bergoyang tdk seirama dan perlu beberapa saat agar gerakan pantat mereka dapat sinkron. Akhirnya mereka mengentot dalam suatu irama yg sama.

Sambil terus berpagutan, Ilham asyik mengentoti tubuh Jannah yg sekal dan padat itu. Nikmat sekali bergumul dgn gadis ini karena seakan tubuh gadis ini diciptakan pas untuk Ilham. Saat mereka bergaul ini, bibir bertemu bibir, dada bertemu dada dan kelamin saling bersatu. Sungguh pas rasanya. Dada Jannah yg besar itu tergencet dada Ilham. Ilham dapat merasakan pentil dan gundukan payudara Jannah seakan berusaha melawan tindihannya.

“Aku cinta kamu, Mbak……” kata Ilham disela-sela cumbuannya terhadap pasangannya itu.
“Mbak juga cinta kamu, Mas…. Mbak milik kamu, kan?”

Mereka bercumbu lagi dgn buas. Lebih hot dari sebelumnya karena mereka berdua sdh mengutarakan perasaan masing-masing. Lidah mereka saling bersilat dan berusaha menjilat, bibir mereka asyik saling memagut bagaikan ular yg berusaha mencaplok mulut lawannya. Mereka berangkulan erat seakan tak ingin dipisahkan. Sementara kedua kelamin mereka saling mengocok satu sama lain dgn nafsu liar.

Memek Jannah lebih rapat dari Atik. Mungkin karena tubuh Jannah yg lebih kecil. Begitu kencangnya kontolnya digenggam otot memek Jannah sehingga Ilham merasa bahwa ia tak lama lagi akan keluar. Dipercepatnya hujaman kontolnya dalam memek Jannah sementara kini bibirnya telah mencaplok leher kiri Jannah dan mencupangnya sekuat mungkin. Jannah melenguh penuh kenikmatan.

Jannah merasa geli dan nikmat ketika mulut Ilham menggarap lehernya dgn penuh birahi. Lidah Ilham menggelitik lehernya dan bahkan cupangan Ilham menyebabkan rasa ngilu yg nikmat yg menjalar dari memek sampai ke otak yg membuat pertahanannya jebol.

“Maaaasssss……….. enaaaaaaaaakkkk bangeeettttttttttt…………..!”

Ilham merasa Jannah dgn tubuh sekalnya merangkulnya sangat kuat dan selangkangan gadis itu berkedut-kedut kelojotan dan memeknya mencengkram kontolnya begitu keras dan seakan menyedoti kontolnya dgn cepat dan keras dan memek yg sdh basah kuyup itu mengeluarkan cairan hangat yg lebih banyak lagi yg membanjiri lubang memek dan mengguyur kontolnya yg tegang.

Sambil mencupang keras-keras, Ilham balas merangkul Jannah sekuat tenaga lalu membenamkan kontolnya sejauh mungkin di dalam lubang peranakan gadis itu, lalu menyemburkan sperma yg sedari tadi minta dilepaskan ke dalam rahim gadis itu. Ilham merasakan kontolnya berkedut-kedut berkali-kali, bahkan kayaknya lebih banyak dibanding sebelumnya.
Ketika badai orgasme reda, Ilham tdk melepaskan dirinya dari Jannah melainkan tetap menindih gadis itu lalu mengecupnya di bibir sekali. Jannah tersenyum dan menatap Ilham yg baru saja mengecupnya lalu mengecup balik. Akhirnya mereka berciuman lagi selama beberapa saat.

Tiba-tiba terdengar gelak tawa seorang lelaki tua. Tahu-tahu di samping mereka berdiri seorang lelaki paruh baya ubanan berusia sekitar 50 tahunan dan rambutnya kelabu karena rambut hitamnya banyak terhias uban di sana-sini. Lelaki itu sedang bertolak pinggang sedang tertawa melihat mereka berdua. Wajah lelaki ini tegas dan kokoh walaupun tdk terlalu ganteng, namun dgn jenggot kelabunya dan pancaran sinar matanya yg kuat, memberikan kesan penuh kekuatan dan kewibawaan.

Ilham melihat berkeliling untuk mengechek kenapa temannya tdk mencegah orang ini masuk, namun lelaki itu berkata,

“Koncomu wis ta’ sirep kabeh! Tdk ada gunanya minta bantuan.”

Ilham ketakutan dan merasakan kepalanya ringan lagi. Maka ia berkata,

“Pergi!”

Lelaki itu tiba-tiba terdiam. Ilham merasa sdh berhasil menghalau lelaki itu. Namun Ilham kaget ketika lelaki itu tertawa lagi. Kata lelaki itu,

“Bagus! Bakat kamu lebih besar dariku, bahkan aku sempat dibuat kaget sebentar….. mmmm… anak muda. Aku adalah Ki Asmoro Dewo. Siapakah gurumu?”
“Guru? Maksud Ki Asmoro?”
“Yg mengajarimu ilmu sirep yg membuat kamu bisa mendapatkan dua gadis cantik ini.”
“Aku tdk punya guru.”

Ki Asmoro Dewo menatap Ilham lekat-lekat. Lalu ia mengangguk pelan.

“Bakat yg tdk ada bandingannya…… Baiklah, semenjak saat ini, aku angkat kau jadi muridku.”
Ilham adalah anak pintar. Dia melihat bahwa seluruh temannya disirep hingga tidur oleh lelaki ini. Sementara, Ilham belum menguasai kekuatannya, ia perlu guru. Dan akhirnya, guru itu datang sendiri kepadanya. Maka mulai saat itu, Ilham menjadi murid Ki Asmoro Dewo.

BAB TIGA

ILHAM BELAJAR ILMU SIREP

Ki Asmoro Dewo rumahnya agak jauh. Di sebuah desa yg berada hampir di puncak gunung. Sementara desa tempat tinggal Ilham ada di daerah lembah gunung tersebut. Perjalanan ke atas sana memakan waktu hampir empat jam yg melelahkan.
Sebenarnya Ilham sering mendengar nama Ki Asmoro Dewo. Namun kebanyakan orang memanggil gurunya sebagai Ki Dewo saja. Konon, orang ini sangat sakti dan tdk ada orang di daerah gunung ini yg mampu mengalahkan kedigdayaannya. Banyak sekali orang yg berkunjung ke rumah Ki Asmoro Dewo. Bahkan orang-orang dari Jakarta banyak yg datang minta bantuannya.

Rumah Ki Asmoro Dewo sangat besar dan memiliki kamar yg banyak. Rumah ini bahkan lebih besar disbanding rumah ayah Ilham. Rumah inipun memiliki corak tradisional Jawa yg sangat kental, pintu yg diukir dgn gaya Jepara, tempat lampu tradisional, dinding bata merah dan lain sebagainya. Kalo diperkirakan, maka rumah ini pasti lebih mahal dibanding rumah ayah Ilham.

Ki Asmoro Dewo memiliki banyak kendaraan. Berbagai motor, sebuah mobil sedan, tiga buah mobil van dan juga dua buah Truk. Harta Ki Asmoro Dewo memang banyak. Dapat hampir dipastikan bahwa kekayaan Ki Asmoro Dewo lebih banyak dibanding Ilham.

Namun, yg mengagumkan dari Ki Asmoro Dewo bukanlah harta kekayaan material yg ia punyai. Melainkan, Ki Asmoro Dewo punya banyak isteri. Ada 7 perempuan yg diakui oleh Ki Asmoro Dewo sebagai isterinya. Usia isteri-isterinya beragam. Yg paling tua berusia hampir sama dgn Ki Asmoro Dewo dan yg paling muda berusia 17 tahun. Semua isterinya cantik-cantik. Bukan sekedar cantik yg membuat lelaki menoleh dua kali, tetapi cantik yg membuat para lelaki tdk ingin melepaskan pandangan sekali sdh melihat.

Ilham merasa beruntung sekali mempunyai guru seperti ini. Ilham sangat ingin masa depannya akan sama seperti gurunya, dikelilingi oleh wanita-wanita super cantik.

Melihat bakat Ilham adalah menyirep orang, maka Ki Asmoro Dewo mengajarkan Ilham dgn porsi ilmu sirep lebih banyak dibandingkan ilmu-ilmu lain yg dimilikinya. Namun, bukan berarti ilmu-ilmu lain itu tdk diturunkan, hanya saja Ki Asmoro Dewo ingin agar anak itu antusias belajar kepadanya. Sangat jarang ditemui anak berbakat dan Ilham sangatlah berbakat. Ki Asmoro Dewo yg tdk memiliki anak lelaki, sangat ingin meneruskan segala ilmu yg didapatnya susah payah kepada anak itu.

Dari 7 isterinya ia mempunyai 14 anak perempuan dan 3 anak lelaki. Sayangnya ketiga anak lelakinya itu meninggal di usia yg masih bayi. Sdh 5 tahun ini isteri-isteri Ki Asmoro Dewo tdk melahirkan anak lagi. Bahkan, Siti, isteri yg paling muda dan yg paling akhir dikawininya tdk pernah hamil. Ada seorang lagi isterinya yg tdk punya anak, Hanifah yg berusia 32 tahun yg ia nikahi 25 tahun yg lalu. Dulu Ki Asmoro Dewo berpikir bahwa isterinya itu mandul, namun kini Ki Asmoro Dewo bahkan mulai berpikir lain. Mungkin ia sendiri yg sdh mandul.

Ilmu yg diturunkan Ki Asmoro Dewo, selain ilmu sirep adalah ilmu santet, ilmu pelet atau pengasih dan ilmu beladiri. Ilham pergi ke rumah Ki Asmoro Dewo tiga kali dalam seminggu, yaitu selasa, kamis dan sabtu. Setiap sabtu, Ilham akan menginap sampai minggu siang.

Ki Asmoro Dewo berpesan, karena ilmu sirep sangatlah kompleks dan sulit, maka untuk setahun ilmu ini belum boleh dipraktikan, dan Ilham harus sabar mendalami ilmu ini dulu. Untung saja Ilham sdh mempunyai dua orang kekasih, yaitu Atik dan Jannah. Sehingga tiap hari minggu, salah satu dari mereka akan datang ke rumah Ki Asmoro Dewo untuk melayani Ilham. Ki Asmoro membolehkan Ilham “bertamasya seksual” dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi. Salah satu trik Ki Asmoro agar muridnya betah belajar darinya. Dan ilmu sirep itu bisa dilatih oleh Ilham dgn mencoba mempraktikan ilmunya kepada kedua gadisnya itu.

Ilham sangat menyukai semua pelajaran-pelajaran dari Ki Asmoro Dewo, walaupun ilmu sirep menjadi kecintaan Ilham. Ternyata, ilmu ini dibagi berbagai tingkatan. Tingkatan pertama adalah sirep tidur, yg membuat orang tertidur. Tingkatan ke dua adalah perbawa, yaitu mempengaruhi orang lain agar mengikuti kemauan si pemilik ilmu. Tingkatan terakhir adalah cuci otak, di mana seseorang akan dibuat berubah 180 derajat sehingga akan memiliki Pribadi yg berbeda.

Sirep beda dgn ilmu pelet, karena ilmu sirep adalah ilmu yg digunakan untuk kepentingan sendiri, sementara ilmu pelet adalah ilmu yg dapat dipakai agar orang lain yg dapat menikmati. Ilmu sirep memerlukan kehadiran sang pemilik ilmu dihadapan korban, sedangkan pelet dapat dikirim dari jarak jauh, seperti halnya santet. Walaupun hasil akhirnya sama, yaitu membuat seseorang terpengaruhi oleh ilmu tersebut.

Ilham belajar dgn giat sekali selama setahun. Ilmu sirep hampir ia kuasai 80 persen dalam setahun, sesuatu yg tdk pernah disangka baik Ilham sendiri maupun gurunya. Ini dikarenakan bakat Ilham yg memang tiada duanya dibidang sirep selain itu, ia mempunyai dua orang gadis yg dapat dijadikan kelinci percobaan.

Atik dan Jannah sebenarnya menyesal telah memberikan keperawanan kepada seorang bocah yg lebih muda daripada mereka. Namun mereka berdua adalah gadis pedesaan. Mereka mau tdk mau harus nrimo bahwa kegadisan mereka sdh hilang. Mereka sedikit bersyukur bahwa bocah ini adalah anak lurah yg kaya. Selain itu, bocah ini juga bukan playboy yg sekali hisap sari madu langsung dibuang. Ilham mendatangi kedua gadis ini dan minta mereka tiap minggu mendatangi rumah gurunya bergantian untuk berkasih-kasihan di sana.

Atik dan Jannah menanyakan masa depan mereka kepada Ilham dan Ilham meyakinkan bahwa ia kan menikahi kedua gadis itu bila usia mereka bertiga telah dewasa dan boleh menikah. Kedua gadis ini sedikit terhibur akan janji si bocah. Namun Atik yg bercita-cita ingin ke Jakarta dan menjadi artis, di lain pihak merasakan bahwa mimpinya itu sdh sirna karena telah diperawani oleh Ilham. Oleh karena itu, Atik merasakan sedikit perasaan getir terhadap Ilham.

Setiap kali giliran Atik yg menemani Ilham, gadis ini melayani Ilham dgn tdk bersemangat, sehingga tiap kali Ilham harus menggunakan kekuatannya agar gadis ini mau melayani permainan seksnya dgn antusias. Berbeda dgn Jannah, yg makin lama makin pasrah atas kemauan Ilham. Jannah selalu membalas setiap aksi Ilham dgn sepadan.

Setiap kali disetubuhi, tanpa disuruh oleh Ilham, Jannah selalu mengerang-erang penuh kenikmatan, selalu ikut menggoyangkan pantatnya, ikut meremas-remas dan membalas ciuman dan jilatan Ilham. Sementara, Atik tdk pernah melakukan semuanya tanpa disuruh. Pernah Ilham tdk menggunakan kekuatannya ketika bersetubuh dgn Atik, Ilham malah mendapati bahwa seakan ia sedang mengentoti boneka perempuan yg diam saja. Paling banter Atik hanya memeluk Ilham dan mengerang-erang ketika orgasme. Tp tak pernah Atik menciumi Ilham dgn penuh nafsu. Gadis itu hanya pasrah membuka pahanya lebar-lebar dan diam saja ketika kontol Ilham merojok-rojok kemaluannya.

Hal ini agak membingungkan Ilham sehingga ia bertanya pada gurunya. Dan Ki Asmoro Dewo berkata,

“Nang (singkatan Lanang). Manusia itu berbeda-beda tabiat dasarnya. Ada orang yg nrimo, ada orang yg sedikit nrimo namun dapat berubah menolak dan ada orang yg pada dasarnya berwatak kuat dan menganggap hidup ini adalah perjuangan. Nah, gadismu yg bernama Atik ini adalah orang memiliki sedikit sifat nrimo namun masih ada jiwa penolakan yg cukup kuat dari dalam dirinya.

“Untuk dapat membedakan tiga sifat ini, maka kita dapat melihat gaya mereka ketika kita sirep. Gadis yg pada dasarnya nrimo, setelah kita sirep lalu digagahi, sehabis itu dia akan menerima kelakukan kita sebagai hal yg lumrah. Kamu ingat Jannah? Setelah kamu gagahi kalian berciuman. Ini tanda dia terima kamu. Gadis yg memiliki watak cukup kuat walaupun ada rasa nrimo di dalam dirinya, setelah digagahi akan menunjukkan penyesalan yg dalam. Kamu ingat Atik? Dia menangis ketika selesai kamu gagahi. Namun sepanjang persetubuhan kalian dia tdk banyak melawan.

“Nah, untuk tipe ketiga. Ini yg agak-agak sulit dan bahaya. Walaupun kamu berhasil menyirep perempuan ini dan kamu gagahi, sepanjang persetubuhan kalian, dia tetap berusaha menolak dgn perkataannya, walaupun tubuhnya tdk dapat menolak kekuatan sirep. Setelah selesai digagahi, maka orang ini akan merasakan duka yg dalam, sehingga kemungkinan waktu orang ini ditinggal sendiri, maka ia akan bunuh diri…”

Ilham mendengarkan perkataan gurunya dgn perlahan. Kata Ilham,

“Guru, kalau demikian, berarti gadis yg memiliki watak yg kuat tdk boleh disirep dan digagahi?”

Gurunya tertawa keras. Katanya,

“Bukan begitu. Bisa saja jadi milik kamu, tetapi tdk bisa dgn langsung sirep untuk menguasai. Kamu harus menyirep dgn perlahan. Sedikit demi sedikit kamu sirep sambil kamu rayu, namun jangan pernah menggagahi sebelum orang itu benar-benar takluk padamu. Memang, untuk mendapatkan gadis semacam ini menjadi milikmu adalah sesuatu yg susah, namun bila kamu berhasil, maka gadis macam inilah yg akan menjadi milikmu yg paling berharga.”

Mendengar ini Ilham menjadi lebih bersemangat belajar ilmu sirep dan ilmu lainnya. Ilmu beladiri pun disukai Ilham.

Perawakan Ilham yg dulunya sedikit gempal, kini setelah setahun belajar berubah menjadi kekar. Apalagi Ilham dalam kurun waktu setahun itu juga bertambah tinggi. Sehingga Ilham perlahan menjadi seorang anak muda yg ganteng dan bertubuh atletis. Hanya saja dalam kurun waktu itu, ada sedikit kesedihan dari Ilham ketika Arjuna, kawan karibnya pindah ke Kalimantan untuk menikah. Namun, kesibukannya di tempat Ki Asmoro Dewo dapat mengobati hatinya yg lara.

Selain itu, Ilham berusaha untuk mengambil hati Atik perlahan. Ia sering membeli benda-benda untuk perempuan kepada kedua gadisnya. Baju dalam, bando, buku novel dan lain-lain. Khusus untuk Atik, ia berusaha mengurangi waktu persetubuhan yg hanya dua jam itu menjadi satu jam. Satu jam selebihnya ia berusaha berbincang-bincang untuk mengenal lebih jauh, terkadang ia menyelipkan pujian atas kecantikan perempuan itu dan juga kepintaran gadis itu. Karena memang dibanding Jannah, Atik memiliki IQ yg lebih tinggi. Banyak pembicaraan mengenai politik dan social yg Ilham dan Atik bicarakan.

Lama-kelamaan sedikit senyum menghiasi wajah Atik ketika gadis itu mengunjungi Ilham. Bahkan Atik mulai memandang wajah Ilham ketika bocah itu menggagahinya. Namun selebihnya, Atik masih tdk banyak menimpali aksi Ilham dalam persetubuhan.

Perkembangannya yg perlahan dgn Atik selalu dilaporkan kepada gurunya. Gurunya memberikan masukan,

“Kamu lebih mementingkan pendekatan seperti pacaran. Ini bukannya salah, namun memang menjadi agak lama. Seperti yg dulu aku ajarkan, kamu harus coba sedikit juga menyirep gadis ini. Contohnya, ketika kamu bicara dgn dia mengenai masalah sehari-hari, kamu dalam hati coba katakan ‘kamu tertarik pada pembicaraanku karena kamu tertarik padaku’. Karena, seperti ceritamu, kalian sangat antusias ketika saling berbicara. Kalian berdua nyambung. Ini adalah ketertarikan yg satu sama lain rasakan.

“Dgn memberikan sedikit sugesti bahwa ketertarikan itu bukan hanya karena minat yg sama dalam pembicaraan, melainkan karena ketertarikan kepada lawan jenis, maka sedikit demi sedikit, alam bawah sadar perempuan ini dapat kamu bengkokkan menuju kamu secara lebih cepat lagi dibanding hanya dgn pendekatan biasa.”

Mendengar ini, Ilham lalu mencoba saran gurunya itu ketika giliran Atik untuk menyambanginya tiba. Sambil keduanya berbicara mengenai politik dan korupsi di kamar yg khusus disediakan bagi Ilham, Ilham menggunakan kekuatannya untuk menanamkan sugesti kepada alam bawah sadar Atik. Setelah sejam mereka berbicara, dan sepanjang itu pula Ilham mensugestikan ketertarikan Atik, Ilham mulai menarik badan Atik dan merangkulnya. Dikecupnya bibir gadis itu, dan saat itu Ilham merasakan bahwa Atik mengecup balik.

Ilham kaget lalu melepaskan bibirnya untuk menatap mata Atik. Atik menundukkan kepalanya sementara wajah putihnya merah padam. Wah, benar juga kata guru, pikir Ilham. Ilham tersenyum lebar sambil memegang dagu Atik. Ditariknya keatas dagu itu sehingga wajah Atik kini sejajar dgn wajahnya.

“Kamu cantik sekali, dewiku…”

Atik menatap mata Ilham dgn malu-malu. Ilham mengecup bibirnya lagi. Atik membalas ciuman itu perlahan. Mereka berciuman cukup lama. Akhirnya Ilham melucuti pakaian Atik hingga bugil. Setelah Ilham juga telanjang, ia mulai menciumi payudara gadis itu. Atik mendekap kepala Ilham dgn satu tangan, sementara mata gadis itu terpejam. Nafas gadis itu mulai memburu.

Ilham mencumbui payudara Atik cukup lama. Setelah itu, ia menyelomoti memek gadis itu yg sdh becek dan mengeluarkan bau sedap kelamin gadis muda. Kini kedua tangan Atik mendekap kepalanya.

Setelah merasa cukup, Ilham memasukkan burungnya ke dalam sangkar kehormatan Atik, lalu menindih gadis itu. Atik memeluk Ilham dgn kaki dan tangannya. Desahan Atik terdengar. Lebih keras daripada waktu mereka bersetubuh sebelumnya. Ilham menarik kepala Atik ke kepalanya karena Atik saat itu masih lebih tinggi darinya, untuk mencium bibir gadis itu.

Atik membalas kecupan Ilham, namun saat lidah Ilham masuk ke mulut wangi gadis itu, Atik tdk balas dgn lidahnya, melainkan hanya balas membuka menutup mulutnya jadi seakan mengenyot lidah Ilham.

Sampai lama mereka ngentot, akhirnya Atik memeluk Ilham kuat-kuat sambil mengerang setengah berteriak ketika ia orgasme. Memek Atik yg berkedut-kedut membuat Ilham tak kuat, apalagi kini, Atik sdh sedikit membalas cumbuannya, maka Ilham ejakulasi di dalam lubang memek Atik.

Ilham senang sekali dgn kemajuan ini. Walaupun Atik belum penuh nafsu melayaninya, namun ada perubahan yg terasa pada sikap Atik. Apalagi di seluruh sesi ini Ilham tdk menggunakan kekuatannya pada Atik untuk melayaninya. Maka mulai hari itu, tdk perlulah ia menyirep kedua gadisnya dalam berhubungan seks.

Ilham terus-menerus mengirimkan sugesti kepada Atik ketika mereka berbincang-bincang sebelum melakukan hubungan suami isteri. Sementara, dgn Jannah, Ilham sdh sangat nyaman tanpa melakukan apa-apa lagi. Ilham berbincang-bincang dgn Jannah paling banter lima belas menit. Ini juga karena ia penasaran seperti apa hobi Jannah, kesukaan Jannah, keluarga Jannah dan lain-lain. Namun setelah lima belas menit, Ilham akan memeluk Jannah dan Jannah akan meledak nafsunya dan seringkali menyerang Ilham duluan dgn ciuman-ciuman penuh nafsu.

Jannah lebih aktif juga dalam menanyakan keinginan Ilham. Jannah selalu bertanya pertanyaan seperti apakah Ilham suka kalau Jannah potong rambut, potong bulu-bulu tubuh, suka posisi ini atau itu dan lain-lain. Juga Jannah tdk malu mengatakan bahwa gadis itu lebih suka posisi ini atau itu.

Perkembangan Atik tdk lagi terlalu lambat. Tp tdk bisa dibilang cepat juga. Pada bulan kelima Ilham berguru pada Ki Asmoro Dewo, Atik sdh mencium sambil memainkan lidah dan juga sdh menggoyang pantatnya ketika dientot. Namun belum ada nafsu liar bagaikan Jannah di dalam diri Atik. Belum pernah Atik menyerang duluan.

Namun dilain pihak, Ilham lebih menyukai Atik dalam hal berbincang-bincang. Bahkan, Ilham kadang curhat mengenai hal-hal di rumah, seperti ayahnya yg dingin dan jarang di rumah, ataupun ibu Ilham yg tampak sedih selalu. Juga, Atik lebih concern mengenai pola makan Ilham, atau bila Ilham mendapatkan luka di tubuh akibat latihan bela diri yg keras dari Ki Asmoro Dewo. Sedangkan Jannah tampaknya lebih suka menjadi budak seks Ilham dan bersedia bersebadan dalam posisi apapun yg disukai Ilham tanpa banyak rayuan dan bujukan.

Setelah setahun lewat, Ilham menanyakan kepada gurunya apakah ilmu sirepnya sdh boleh ia gunakan kepada orang lain. Kata Ki Asmoro Dewo,

“Nang (lanang), kini ilmu sirep kamu hanya aku yg dapat mengalahkan. Ini juga dikarenakan kamu belum sempurna menguasainya. 3 tahun lagi bahkan akupun akan tunduk oleh ilmu sirep kamu. Oleh karena itu, kamu boleh menggunakan ilmu itu. Namun ingat, berhubungan dgn perempuan, ilmu ini harus kamu hati-hati menggunakannya. Jangan sampai satu desa kamu gagahi semua perempuannya. Bila terjadi, kamu sendiri yg akan celaka.

“Jangan kamu sia-siakan perempuan yg sdh kamu gagahi. Nanti kamu akan kualat sendiri. Itu mengapa isteriku hanya tujuh dan semuanya kunikahi. Hati-hati sama orang yg baik hati dan rajin beribadah, jangan kamu isengi. Ilmu kamu belum sempurna dan masih dapat terlihat kekurangannya di mata orang-orang pintar. Hati-hatilah.

Selain itu, ilmu-ilmu lainnya belum kamu kuasai juga. Bahkan ilmu santet kamu juga belum berarti apa-apa. Seperti yg aku katakan, ilmu yg paling dalam sebagai penjagamu adalah ilmu santet. Maka kamu harus latih terus. mulai sekarang, tiap kali kamu ke sini, latihan ilmu sirep kamu akan dikurangi, dan waktu belajar ilmu santet akan diperbanyak.”
Ilham meninggalkan rumah gurunya dgn hati berbunga-bunga. Dgn penuh kebahagian, ia mulai merencanakan untuk dapat menggauli Asih, ibu kandungnya itu.

BAB EMPAT

ILHAM MENCOBA ILMUNYA

Kini kekuatan sirep Ilham sdh dapat dikendalikan sepenuhnya. Sehingga tak perlu rasa takut lagi yg memicu keluarnya kekuatan ini. Ki Asmoro Dewo telah mengajarkannya bagaimana untuk selalu menjaga agar kekuatan itu selalu siap. Sekarang, setiap saat dirasakan Ilham ada perasaan ringan di kepalanya. Oleh karena itu, Ilham harus selalu menjaga perkataannya agar tdk sering memberikan kata-kata perintah agar tdk mencurigakan orang. Kata-kata seperti “ke laut aja loh” tdk bisa dikatakan oleh Ilham, karena kemungkinan besar orang yg dibecandai olehnya akan benar-benar pergi ke laut.

Melatih kekuatan pikiran dgn suatu kesadaran bahwa mulutnya harus dijaga adalah sesuatu yg sangat sulit. Dgn susah payah, akhirnya Ilham dapat menguasai kecenderungan ngomong asal njeplak. Kemampuan Ilham menjaga omongannya ini berimbas ke hal lain. Guru-guru sekolah memuji Ilham bahwa Ilham sdh tampak lebih dewasa dan bertanggung jawab, orangtuanya memuji Ilham sebagai anak penurut dan teman-temannya, bahkan yg lebih tua, merasakan ada wibawa tersendiri dari Ilham yg seakan memancar dari dalam dirinya.

Ilham sampai di rumah jam 7 malam. Hari itu hari Minggu. Tadi baru saja ia pulang dari rumah Ki Asmoro Dewo dan ijin untuk menggunakan ilmu sirep sdh diberikan. Dgn senyum nakal dan sedikit jahil, ia masuk ke rumah dan mulai menebarkan ilmunya.

Ilham makan malam bersama kedua orang tuanya dilayani oleh pembantu mereka yg bernama Ijah, seorang perempuan berusia 40 tahun. Ketika makanan sdh habis, Ilham mulai menggunakan kekuatan pikirannya untuk mensugesti seisi rumah agar mengantuk. Tiba-tiba saja bapak dan ibu Ilham menguap yg disusul oleh Ijah. Ilham tertawa dalam hati dan mengundurkan diri ke kamar.

Lima menit kemudian Ilham mengirimkan sugesti ke seisi rumah agar tertidur sampai pagi tanpa peduli dgn apa yg terjadi di sekelilingnya. Perlahan Ilham pergi ke kamar orangtuanya. Dgn hati dag dig dug, Ilham membuka pintu kamar orangtuanya lalu masuk kedalam kamar. Ilham menyalakan lampu kamar. Dilihatnya ayahnya dan ibunya tertidur bersebelahan dalam selimut. Suara dengkur ayahnya terdengar mengisi ruangan.

Ilham membuka selimut sehingga seluruh tubuh ibunya terlihat. Ibunya sedang memakai daster bunga-bunga. Ilham berkutat dalam pilihan antara ngentot ibunya saat itu atau tdk. Dipandangnya wajah putih dan cantik milik ibunya itu. Hidung yg mancung dgn rahang yg tinggi seperti yg dimiliki peragawati Ratih Sanggarwati, namun bibirnya begitu sensual seperti miliknya Soimah sementara mata lentiknya bila terbuka suka terkejap-kejap bagaikan mata gadis genit.

Dibelainya pipi ibunya. Begitu halus wajah ibunya. Bahkan lebih halus daripada wajahnya Atik. Memang ibunya lebih banyak merawat tubuh, sehingga mana ada gadis desa yg dapat mengalahkan keindahan tubuh ibunya itu. Dikecupnya bibir ibunya. Bibir ibunya basah dan hangat. Bau nafas ibunya yg bersih dan hangat terasa di hidung Ilham. Disedotinya bibir ibunya itu sambil dikecupnya sesekali. Bunyi bibir Ilham yg mencipoki bibir ibunya terdengar jelas dibarengi suara dengkur ayahnya yg berada di sebelah mereka berdua.

Tak terasa, Ilham telah beringsut sehingga kini menindih ibunya. Ilham menikmati cumbuan sepihak ini. Kedua tangannya memegang pinggir kepala ibunya, sementara bibir ibunya dgn rakus ia jilati, sedoti dan kecupi. Kadang-kadang ia menjepit bibir bawah ibunya dgn kedua bibirnya sambil mengenyoti bibir bawah itu.

Ilham menjadi makin bernafsu. Ia mulai menjilati seluruh wajah cantik ibu kandungnya itu. Bagaikan anjing haus, kedua pipi ibunya asyik digesek-gesek lidahnya, begitu juga dgn mata, jidat, dagu bahkan rambut hitam ibunya yg memancarkan bau shampoo.

Setelah wajah ibunya basah oleh air liur Ilham, Ilham mulai menarik tali kanan daster ibunya hingga melewati pundak. Tetek kanan ibunya yg tdk memakai BH terlihat separuh, dgn puting payudara yg tiba-tiba tegak telanjang. Ilham semakin buas dan segera memasukkan pentil itu ke dalam mulutnya. Disedotinya pentil itu sambil tangan kanannya meremasi tetek kiri ibunya yg masih tertutup daster. Sungguh kenyal dan empuk ditangan. Kulit ibunya begitu harum. Wangi melati sedikit tercium.

Ilham sdh tdk tahan lagi. Ia berdiri di samping tempat tidur, kemudian menarik daster ibunya ke atas. Agak susah karena ibunya sedang tidur. Dgn agak kasar ia memiringkan ibunya sehingga bagian belakang daster dapat tertarik ke atas. Setelah beberapa menit yg melelahkan, kini daster ibunya sdh menggerombol di atas dada, sehingga bagian payudara ke bawah terbuka. Tubuh putih dan seksi ibunya itu kini tampak jelas diterangi lampu kamar. Selangkangan ibunya ditutupi oleh celana dalam putih. Bibir memeknya terlihat. Ilham menarik CD itu cepat-cepat hingga sampai pergelangan kaki. Lalu kaki kanan ibunya ia angkat sehingga celana dalam ibunya tergantung hanya di pergelangan kaki yg kiri.

Ilham mendorong kedua paha ibunya lebar-lebar sehingga ibunya ngangkang. Kaki kiri ibunya menindih kaki kanan ayahnya yg sedang asyik tertidur. Kini Ilham dapat melihat Jembut ibunya tampak rapi dalam bentuk segitiga kecil yg tak terlihat bila pakai celana dalam, karena dipotong sehingga bulu kemaluan itu tdk akan menyembul di pinggiran celana dalam. Ilham lalu terjun ke selangkangan ibunya untuk mulai menciumi daerah intim ibunya itu.

Memek ibunya begitu harum. Tampaknya ibunya meraw at bagian intim itu. Entah ibunya pakai parfum untuk memek ataukah rajin minum jamu khusus wanita. Dgn nikmatnya Ilham mulai menjilati kemaluan ibu kandungnya itu. Lidahnya membelah bibir luar memek ibunya sehingga menyelip ke dalam merasakan hangatnya memek perempuan. Ilham mengorek-ngorek bagian dalam memek ibunya dgn lidahnya. Dirasakannya memek ibunya lembab dan hangat. Lidah Ilham menemukan klitoris ibunya. Disapukannya lidahnya ke itil ibunya itu berkali-kali. Lama kelamaan liang surgawi ibunya mulai lembab dan semakin hangat.

Suatu saat Ilham merasakan memek ibunya itu kini sdh basah oleh cairan yg bening dan membawa bau yg berbeda. Ilham sdh berpengalaman, ia tahu bahwa bau badan perempuan akan tercium lebih jelas dari memek yg basah oleh cairan intim. Tahulah Ilham kini bau badan ibunya yg sesungguhnya. Selama ini, ibunya selalu memakai parfum mahal sehingga tak pernah ia tahu bau tubuh ibunya itu. Apalagi ibunya hanya berolahraga ketika latihan aerobic, yg mana dilakukan di dalam kamar sendiri, sehingga Ilham tak pernah tahu.

Bau tubuh ibunya berbeda dari bau tubuh Atik atau Jannah. Atik dan Jannah sendiri memilik bau badan yg berbeda. Hanya saja, ada sedikit kesamaan dalam aroma mereka yg tak dapat Ilham beberkan dgn kata-kata. Nah, bau itulah yg tdk ada dalam bau tubuh ibunya. Bila ingin digambarkan, bau tubuh ibunya itu lembut namun keras, tdk menyerang tiba-tiba, namun perlahan tp setelah itu menguasai tiap relung indera penciumannya. Sungguh bau yg sangat enak dan anggun.

Ilham menggeleng-geleng karena kontolnya sdh berdenyut tdk karuan. Ia segera merapatkan selangkangannya ke selangkangan ibunya, ditaruhnya kontolnya di lubang memek ibunya, lalu dgn satu gerakan cepat ia menindih tubuh ibu kandungnya sambil mendorong pantatnya maju ke depan.

“sleeeeeb……”

Sensasi kontolnya yg perlahan memasuki memek ibunya dan sepanjang jalan menggeseki dinding memek ibunya sungguh tak dapat dilukiskan dgn kata-kata. Lubang itu begitu hangat dan licin karena basah oleh cairan kewanitaan ibu apalagi sempit rasanya, hampir seperti peretnya dinding Jannah waktu pertama kali ia setubuhi. Ilham ingat ketika ia melihat ibu dan ayahnya bersenggama, ayahnya memiliki kontol yg berukuran kecil. Mungkin ini sebabnya liang senggama ibunya begitu sempit.

Ilham menarik kontolnya lalu menusukkan lagi di dalam memek ibunya. Kembali dirasakannya memek ibunya mencengkram erat kontolnya. Sebelum setengah kontolnya masuk, Ilham mencabut kontolnya. Ilham jadi penasaran, Ilham mencari senter dan ternyata ada di meja rias. Diambilnya senter itu lalu disorotnya lubang memek ibunya dgn satu tangan dan tangan lain membuka bibir memek ibunya. Dgn susah payah, Ilham melihat di pertengahan liang senggama ibunya, liang surgawi ibunya memang tampak kecil, berbeda dgn liang senggama Jannah maupun Atik, yg setelah berkali-kali disetubuhi Ilham, menjadi lebar.

Ilham pernah dengar bahwa tiap wanita punya memek yg berbeda ukuran maupun bentuknya, ternyata ukuran lubang pun berbeda, terutama karena benda apakah yg pernah melewati lubang itu. Dilihatnya perut ibunya dan ada luka memanjang disana yg sdh lama sembuh. Rupanya ibunya dioperasi Caesar ketika melahirkan Ilham. Masuk akallah bila ibunya masih memiliki liang yg sempit.

Ilham menjadi bersemangat. Aku harus merasakan liang surgawi ini! Namun apakah sekarang, ataukah nanti ketika Ilham berhasil membuat ibunya takluk? Bila ia menyetubuhi ibunya ketika ibunya sedang disirep, maka lama kelamaan lubang itupun akan longgar, Ilham merasa bahwa bila ingin menaklukkan ibunya, seperti si Arjuna menaklukan ibunya, salah satu point penting adalah menunjukkan kelebihan dirinya dibanding ayahnya. Ya, saat pertama kali menghujam memek ibunya, harus pada saat ibunya sadar, agar ibunya dapat merasakan besarnya kontol Ilham.

Akhirnya Ilham memutuskan untuk nanti saja. Maka kini ia mencolokkan lagi kontolnya di dalam lubang kencing ibunya yg masih basah, namun kontolnya ditaruhnya melintang di belahan bibir kemaluan ibunya lalu mulai menggeseki bibir memek itu tanpa penetrasi. Walaupun hanya menggesek saja, Ilham merasakan nikmat juga. Apalagi fakta bahwa ibunya masih memiliki liang yg begitu sempit menambah nafsu Ilham.

Ditindihnya tubuh ibunya yg sedang tertidur lelap itu. Berhubung ia lebih pendek dari ibunya, maka dgn mudah mulutnya menemukan pentil tetek ibunya hanya dgn menekuk kepalanya ke bawah. Sambil menyedoti tetek ibunya itu, Ilham mulai menggowesi memek ibunya dgn batang kontolnya. Mulutnya bergantian mencucupi dada kiri dan kanan ibunya. Diselomotinya kedua payudara ibunya yg mancung itu dgn lahap. Dgn hati-hati, Ilham menahan diri untuk tdk mencupangi kedua buah dada yg indah itu melainkan hanya menjilat, mencium saja, sementara sedotan khusus ia lakukan dipucuk puting ibunya saja.

Perlahan ibunya mulai mendesah dalam tidurnya. Kemaluan ibunya kini sdh basah karena lendir pelumas dari dalam memeknya sendiri dan membasahi batang kontol Ilham yg keras dan penuh vitalitas lelaki muda. Walaupun ibunya tertidur lelap akibat sirep, namun bukan berarti ibunya tdk bereaksi terhadap serangan Ilham, ibu Ilham memeluk kepala anaknya itu dgn kedua tangannya sementara kedua kakinya melingkari kedua kaki anaknya dari luar sementara dalam desahannya, perempuan itu menggumamkan sesuatu yg tak jelas terdengar, namun dari nada yg dikeluarkan, Ilham berpikiran bahwa tentu ibunya sedang mimpi basah.

Libido Ilham sdh semakin meninggi, pantatnya bergoyang cepat sekali dan tekanannya menjadi lebih kuat, membuat kontolnya menggeseki memek ibunya dgn keras. Tubuh ibunya dan tubuhnya berkeringat karena aktivitas ini. Pelukan ibunya pun makin erat, sementara dapat Ilham rasakan pinggul dan pantat ibunya kini bergerak-gerak seirama dgn pinggul dan pantat Ilham. Ilham kini mabuk birahi sehingga mulutnya kini terpaku dalam menyedoti puting ibunya yg sebelah kanan saja.

Akhirnya Ilham sdh sampai puncaknya. Ia segera berdiri mencabut kontolnya lalu memuntahkan sperma di atas perut ibunya.

Setelah itu, Ilham mengusapi perut ibunya dgn tissue yg diambil dari meja rias sehingga perut itu bersih. Dgn perasaan sumringah, Ilham meninggalkan kamar itu.

PERKEMBANGAN BARU

Hari berganti. Segalanya berjalan seperti biasanya. Ilham berangkat ke sekolah pada pagi harinya setelah sarapan dgn ayah dan ibunya tanpa ada kejanggalan apapun. Aksi Ilham semalam tdk seorangpun yg tahu kecuali Ilham sendiri. Ibu Ilham masih tampak seperti biasanya, berbincang-bincang sopan baik dgn ayahnya maupun dgn Ilham. Ibunya masih menunjukkan wajah yg sedikit sendu. Sayang sekali wajah yg cantik itu jarang menunjukkan kebahagiaan, pikir Ilham.

Di sekolah Ilham sedikit tdk bersemangat mengikuti pelajaran-pelajaran. Baru pada pelajaran terakhir yaitu Bahasa Indonesia, sedikit semangat Ilham tergugah. Guru Bahasa Indonesia adalah seorang perempuan berusia 35 tahun bernama Bu Lina. Ilham selalu suka mengikuti pelajaran ini.

Bu Lina adalah wanita yg cantik dan pintar. Bu Lina selalu memakai jilbab coklat yg senada dgn seragam gurunya. Walaupun pakaiannya tertutup rapat, namun dada yg terlihat menyembul di balik pakaian seragam itu sedikitnya menyiratkan betapa ranumnya payudara Bu Lina. Kulit muka dan tangan Bu Lina tdklah putih. Malah cenderung agak gelap kecoklatan. Namun tampak kulit wajah dan tangan itu sangat halus dan seakan ada kilau yg memancar dari kulit coklat itu.

Wajah Bu Lina sendiri sangatlah menarik. Hidungnya tdk pesek, namun tdk juga mancung seperti hidung orang Eropa. Hidung itu tampak simetris di tengah wajah yg oval, dipagari oleh tulang pipi yg tinggi. Mulutnya tipis namun tdk kecil, matanya sedikit sayu. Raut mukanya begitu indah dilihat. Tinggi badannya agak lebih pendek dari ibunya, hampir sepantaran Ilham. Sungguh, perempuan yg cantik khas sekali Indonesia.

Tdk jarang Ilham membayangkan bagaimana bentuk tubuh gurunya itu kalau tanpa ditutupi pakaian. Terkadang pula ketika ia menyetubuhi kedua gundiknya, ia membayangkan sedang bersetubuh dgn gurunya ini. Walaupun seringkali, terutama ketika menyetubuhi Atik, Ilham juga membayangkan bersetubuh dgn ibunya sendiri.

Ilham memperhatikan Bu Lina lekat-lekat tanpa mendengarkan seksama apa yg perempuan itu katakan. Ingin sekali ia mengetahui Bu Lina lebih jauh, apa yg sedang dipikirkan perempuan itu. Apakah ia sedang memikirkan seseorang yg khusus yg telah mengisi hatinya.

Bu Lina adalah janda. Suaminya dahulu adalah kepala sekolah ini. Namun, dua tahun lalu ada skandal perselingkuhan lelaki itu dgn guru wanita baru. Guru muda cantik berkulit putih bernama Lani. Walaupun sebenarnya bagi Ilham, Bu Lina jauh lebih cantik daripada guru muda itu. Akibat skandal itu, Bu Lina menceraikan suaminya, sementara suaminya mengundurkan diri dan pindah ke kota lain dgn Bu Lani yg akhirnya dinikahinya. Dari mantan suaminya itu, Bu Lina mempunyai seorang anak gadis yg kini berusia 15 tahun bernama Yessi, kakak kelas Ilham yg sekarang duduk di kelas 3 SMP.

Saat itu adalah waktu untuk membaca, kelas tinggal lima belas menit lagi. Teman kelas Ilham mendapat giliran untuk membaca dari buku cetak. Suasana kelas hening. Ilham memperhatikan bahwa Bu Lina sedang tampak melamun. Ilham memperhatikan perempuan cantik itu lekat-lekat. Seluruh konsentrasinya ditujukan pada perempuan itu.

Tiba-tiba saja didengarnya Bu Lina berkata,

“Aaaah…… boseeen………. Mau mati rasanya di sini………..”

Ilham lebih terkejut lagi ketika menyadari bahwa mulut Bu Lina tdk bergerak. Tiba-tiba saja suara itu hilang. Ilham yg cerdas segera mengerti bahwa entah bagaimana ia dapat mendengarkan pikiran gurunya. Mungkin karena konsentrasi yg penuh yg ia berikan. Patutlah ini dicoba lagi, pikir Ilham.

Ki Asmoro Dewo pernah berkata bahwa pikiran orang lain dapat didengar oleh seorang ahli sirep yg memiliki latihan puluhan tahun, namun terkadang ada orang juga yg memiliki bakat bawaan. Mungkin ini yg Ilham miliki. Bakat.

Bukankah ia sebelumnya juga punya bakat menyirep bawaan tanpa latihan? Mungkin sekali. Ilham berpendapat bahwa ia sebenarnya memiliki bakat laten yg terpendam dalam membaca pikiran. Sangatlah masuk akal, bahwa latihan kebatinannya selama ini akhirnya memunculkan bakat itu ke permukaan. Ilham menjadi Bahagia sekali. Bakat ini yg nantinya pasti akan menjadikan salah satu kepandaian yg berguna sekali.

Dgn khusuk dan penuh konsentrasi, Ilham menatap wajah Bu Lina lagi. Bu Lina yg merasakan sedang diperhatikan, balas menatap Ilham. Sedetik jantung Ilham berdegup kencang, namun anak ini menenangkan hati dan tdk menatap ke arah lain melainkan tetap mempertahankan pandangannya.

Kembali Ilham mendengar pikiran Bu Lina,

“Si Ilham…. Selalu menatapku…… matanya itu……. Seakan menembusku……”

Bu Lina bergidik menatap mata Ilham yg sedang mengawasinya. Perasaan ini ternyata dapat juga dirasakan oleh Ilham. Ternyata selain membaca pikiran, Ilham juga dapat merasakan apa yg dirasakan target konsentrasinya ini.
Ilham bertanya-tanya dalam hati apakah ia bisa mempengaruhi pikiran Bu Lina. Bukan dgn sirep atau perintah, melainkan dgn memberikan suatu ‘visi’ atau suatu gambaran di benak targetnya itu. Maka, Ilham mulai berkonsentrasi untuk membayangkan bahwa hanya mereka berdua yg berada di kelas ini.

Betapa kagetnya Bu Lina ketika merasakan bahwa keadaan kelas hening. Hanya ada dirinya dan Ilham di kelas itu. Selebihnya hanyalah gelap. Bu Lina merasakan takut yg amat sangat. Apakah yg sedang terjadi?
Ilham dapat merasakan ketakutan Bu Lina. Wah, mungkin terlalu jauh permainannya ini. Oleh karena itu, Ilham mulai melepaskan ‘pengaruhnya’ dari Bu Lina, lalu Ilham memandang ke arah jendela kelas, seakan menghindarkan tatapan pada Bu Lina. Namun, Ilham tetap berkonsentrasi untuk membaca pikiran Bu Lina.

Bu Lina mendadak kembali berada di ruangan kelas dgn seluruh muridnya. Kelas kembali terang. Perempuan ini menjadi bingung. Apakah yg tadi terjadi? Pikirnya. Mengapa tadi ia merasakan hanya berdua di kelas ini? Apa maksud semua ini?

Bu Lina merasa bahwa mungkin ia sdh terlalu lama menjanda. Mungkin di bawah sadarnya ia mengharapkan hidupnya diisi lelaki lain. Tp mengapakah tahu-tahu ia memikirkan si Ilham? Ilham hanyalah anak SMP. Tak pernah dalam hidupnya Bu Lina merasakan ketertarikan kepada murid-muridnya, dan, iapun tak pernah membayangkan si Ilham.
Bu Lina memperhatikan Ilham yg sedang menatap jendela. Anak itu pasti melamun. Ingin ia menegur Ilham yg sedang bengong itu. Wajahnya yg tampan tampak agak seperti orang bloon bila sedang melamun.

Ilham berdebar, ia mendengar pikiran Bu Lina. Bu Lina tampaknya menganggap Ilham ganteng. Wah, pucuk dicinta ulam tiba, pikir Ilham. Ini adalah sesuatu yg dapat dijadikan landasan untuk tindakan berikutnya.

Ilham menunduk lalu memejamkan mata. Dgn konsentrasi penuh, ia berusaha mengirimkan bayangan ke Bu Lina. Ia membayangkan sedang berdua dgn Bu Lina dan saling berangkulan mesra di depan kelas.

Bu Lina terkejut. Ia menjadi heran kenapa dirinya membayangkan sedang berangkulan dgn Ilham di depan kelas. Ia masih dapat melihat seluruh muridnya, namun di lain pihak pikirannya bagai bercabang dan samar-samar bayangan dirinya dan Ilham berpelukan melintas di pikirannya.

Bu Lina merasa jengah. Ia tak pernah berpikiran kotor seperti ini. Apakah salahnya sehingga mempunyai pikiran aneh seperti ini? Selama ini, ia telah berhasil meredam nafsu seksualnya semenjak bercerai. Seks bukanlah sesuatu yg menjadi tujuan hidupnya. Tentu saja seks itu sangat nikmat, namun bukan suatu kenikmatan yg menjadikannya pecandu. Tampaknya, usaha meredam nafsu ini akhirnya jebol juga.

Bu Lina memejamkan mata lalu berusaha menyingkirkan bayangan si Ilham dari benaknya. Namun ketika matanya terpejam, otaknya malah dgn jelas memperlihatkan adegan mesum itu lagi. Kini dalam benaknya, Ilham tiba-tiba memagut bibirnya. Anehnya, ia membalas ciuman anak itu dgn bernafsu.

Saat adegan itu dibayangkan Ilham, Ilham juga mengirimkan sensasi erotis ke dalam pikiran Bu Lina, sekalian ia mengirimkan sugesti bahwa Bu Lina mulai bernafsu. Untuk anak remaja, usaha ini sangatlah hebat. Ilhams selain mengirimkan gambar-gambar erotis, juga mengirimkan sensasi erotis dan bahkan sugesti sekaligus. Ilham tak tahu, bahkan gurunya sekalipun tdk dapat melakukan itu.

Hasilnya sungguh dahsyat. Bu Lina merasakan memeknya mulai basah, seluruh tubuhnya seakan dikerubungi semut. Dalam benaknya, ia dan Ilham berciuman penuh nafsu. Lidah Ilham menyerang kedalaman mulutnya, sementara kedua tangan Ilham yg mendekapnya, membelai-belai punggungnya dgn belaian kasar penuh birahi.

Tubuh Bu Lina gemetar menahan sensasi sensual yg seakan menyergapnya tanpa mampu ia kendalikan. Ilham dalam benaknya kini mulai merabai kedua payudaranya yg masih tertutup pakaian. Memek Bu Lina kini sdh basah dan membuat celana dalamnya menjadi basah juga. Bu Lina jarang sekali membayangkan hal-hal yg erotis seperti ini, namun hari ini tiba-tiba saja berkhayal intim dgn salah satu muridnya.

Tiba-tiba saja bel berbunyi. Dgn salah tingkah, Bu Lina meminta petugas piket untuk memimpin doa, lalu akhirnya para murid keluar kelas setelah member hormat. Bu Lina masih merasakan celana dalamnya basah dan menunggu murid terakhir keluar kelas. Ia memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dgn perlahan. Ketika selesai, ia memandang ke arah bangku murid dan dgn kaget mendapati Ilham sedang asyik membaca buku.

“Ilham. Kamu kok masih di sini?”
“Ilham mau tunggu sampai matahari ga terik lagi, Bu. Boleh ya?”

Wajah Ilham tampak memelas dan Nampak tulus. Apalagi timbul dalam hati Bu Lina perasaan sayang yg aneh. Bu Lina akhirnya mengangguk memperbolehkan Ilham, ia hendak berdiri meninggalkan kelas, namun ada sesuatu yg menahannya. Ia menatap Ilham. Ia memperhatikan wajah anak itu yg sedang tampak konsentrasi membaca. Wajah anak itu belumlah dewasa, namun makin lama dilihat wajah itu makin menarik. Memang wajahnya tampan, namun sebenarnya bukanlah tampan seperti model di Jakarta. Tampan seperti orang Jawa umumnya. Namun anehnya, Bu Lina seakan ingin memperhatikan anak ini terus.

Bu Lina tdk tahu bahwa Ilham terus mengirimkan bayangan wajah Ilham kepadanya, juga dgn sugesti bahwa Bu Lina semakin lama semakin tertarik kepada Ilham, selain itu emosi dan perasaan Bu Lina juga dipengaruhi sehingga timbullah perasaan sayang yg datang tiba-tiba.

“Bu? Ilham boleh minta bantuan?”

Bu Lina terkejut karena ia sedang melamun mengenai Ilham ketika Ilham menanya pada dirinya. Bu Lina terdiam sebentar. Ada perasaan dalam dirinya bahwa Ilham sedang membutuhkan sesuatu, dan sebaiknya ia menghampiri anak itu dan duduk di sampingnya.

“Boleh saja.” Kata Bu Lina dan tanpa sadar berdiri dari tempat duduknya. Ketika Bu Lina berjalan melewati pintu, tiba-tiba ada perasaan aneh yg menyuruhnya untuk menutup pintu. Maka ia menutup pintu, lalu wanita itu mendatangi bangku samping Ilham dan kemudian duduk di sebelahnya.

Ilham kemudian mulai berbicara. Ia curhat mengenai ayahnya yg tdk peduli kepada dirinya. Juga tentang ibunya yg dingin di rumah. Tentu saja hal mengenai ayahnya itu benar adanya, namun ibu Ilham tdklah sedingin yg digambarkan Ilham. Ilham mulai berakting sedih. Sedikit air mata bercucuran ketika ia mengatakan bahwa ia merasakan bagaikan anak yatim yg tdk disayangi orangtua.

Bu Lina merasa trenyuh lalu mendekap kepala Ilham dan mulai menghibur anak itu. Ilham memeluk Bu Lina erat-erat sambil sesunggukan di dadanya. Tiba-tiba benak Bu Lina kembali dikuasai birahi. Tubuh Bu Lina sedikit bergetar karena menahan nafsunya itu. Hidung Bu Lina yg sedikit mengenai rambut Ilham mencium bau matahari khas anak remaja. Namun kali ini, bau itu sangat memabukkan dan membuat memeknya basah lagi.

Saat itu Ilham dapat memasuki pikiran Bu Lina dalam sekali. Ia dapat merasakan benaknya menyentuh benak Bu Lina. Benak itu bagaikan suatu bola besar dgn warna-warni yg menghiasnya. Ada warna yg mengatur emosi, ada warna yg mengatur perasaan, ada warna yg mengatur logika. Ilham menyentuh benak Bu Lina pada bagian logikanya, lalu menanamkan di dalamnya bahwa apapun yg dilakukan Ilham adalah wajar.

Kemudian Ilham mengangkat wajahnya lalu menciumi bibir Bu Lina yg basah dgn bernafsu. Bu Lina yg sdh tdk dapat mengontrol logikanya lagi hanya membiarkan saja bibir kecil Ilham menyelomoti bibir tipis sensual miliknya. Ilham menyuntikkan sugesti lagi bahwa Bu Lina akan menjadi liar ketika Ilham mencumbunya.

Bu Lina membalas ciuman itu dgn penuh nafsu. Lidah Ilham yg telah menjilati bibirnya kini disambut juga dgn lidahnya. Mereka saling bertukaran lidah dgn penuh nafsu. Dalam ketergesaannya, Ilham mulai melucuti baju seragam Bu Lina sambil terus berpagutan. Dibukanya kemeja seragam itu lalu dibuangnya ke lantai ketika telah dilucuti.
Di balik kemeja seragamnya, masih ada singlet wanita yg secara cepat pula dilolosi. BH hitam Bu Lina membungkus payudara yg bulat. Tampaknya 36B. Ilham lalu menarik Bu Lina berdiri untuk membuka roknya sehingga kini akhirnya Bu Lina hanya mengenakan BH dan CD hitam saja.

Tubuh Bu Lina yg tdk terlalu tinggi tampak padat. Lengan Bu Lina tampak sedikit gemuk, khas wanita dewasa Indonesia. . Ada sedikit lemak di perutnya, namun tdk buncit. Ada garis selulit di perutnya yg menandakan ia pernah melahirkan. Bagian di sekitar pusarnya tampak sedikit menonjol yg melebar ke samping ke arah pinggulnya yg menyebabkan pinggul Bu Lina tampak berisi dan tdk terlihat tulangnya. Ada garis lemak di atas pahanya yg membuat kesatuan pinggul dan panggulnya tampak sangat manusiawi namun sensual.

Di tambah lagi kulit tubuhnya yg ternyata lebih putih dari wajahnya. Wajah dan tangan Bu Lina seringkali tertimpa matahari sehingga berwarna coklat kegelapan, namun kulit tubuh Bu Lina memiliki warna yg lebih terang. Bahkan, kulit dadanya tampak hampir kuning langsat. Sungguh bagaikan lukisan indah seorang maestro. Karena warna kulit Bu Lina tdk tampak loreng-loreng, melainkan pada berbagai tempat seperti tangan, leher dan wajah memiliki suatu gradasi warna dari terang ke gelap yg sempurna sekali.

Tatapan Bu Lina penuh nafsu memperhatikan Ilham yg kini sedang melucuti baju sambil menatapnya. Bu Lina pun mulai membuka BHnya. Akhirnya payudara yg bulat itu terlihat juga. Kedua payudara yg berwarna lebih putih dari bagian tubuh lainnya itu benar-benar hampir bulat. Kedua pentil Bu Lina terletak tepat di tengah payudaranya. Daerah areolanya yg berwarna coklat gelap juga memiliki gradasi yg makin terang di pusatnya menjadi coklat muda.

Namun pentilnya tampak berwarna seperti lingkar luar areola, coklat gelap juga. Besarnya payudara itu rupanya tersembunyi karena ukuran BH yg kecil yg dipakai Bu Lina sehingga menekan payudara itu ke dalam. Kedua bulatan payudara itu cukup besar dan gemuk sehingga satu tangan Ilham tak dapat menutupi satu payudara Bu Lina.

Kemudian Bu Lina membuka celana dalamnya sehingga kini jembutnya yg lebat terlihat. Bau tubuh Bu Lina mulai tercium di hidung Ilham ketika Ilham mulai mendekati Bu Lina dgn perlahan. Ketika jarak mereka sangat dekat, mereka berdua saling menubruk dan berciuman lagi. Ilham hanya perlu mendongakan wajah sedikit ke atas karena Bu Lina hanya lebih tinggi sedikit darinya.

Dgn penuh nafsu mereka berdua saling meremas dan berciuman. Lidah mereka beradu lagi dgn cepat. Air liur mereka bertukaran cepat, membasahi rongga-rongga mulut masing-masing dan bahkan juga sekitar bibir mereka.

Kedua tangan Ilham mulai meremasi payudara Bu Lina. Bu Lina mulai mengerang-ngerang dalam ciuman mereka. Tangan kiri Ilham menjelajah ke bawah dan mendapatkan celah kenikmatan di balik semak belukar yg kini sdh basah kuyup oleh cairan kewanitaan Bu Lina.

Kedua tubuh mereka kini berkeringat pekat. Peluh bahkan masuk ke mata kanan Ilham dan membuat matanya itu perih. Kelas yg tanpa kipas angin dan AC memang sdh panas, apalagi kini dua tubuh mereka yg telanjang sedang berdekapan yg mengantar panas tubuh satu sama lain. Ilham menyukai bau tubuh Bu Lina yg sedikit menyengat namun bersahabat dgn hidungnya.

Ilham melepaskan ciumannya dan kini merambah ke bawah kea rah tetek kanan Bu Lina. Bu Lina mengangkat tangan kanannya untuk mendekap kepala Ilham. Bau tubuh Bu Lina tercium jelas ketika ketek perempuan itu membuka. Saat itu, bibir Ilham sedang berada di bagian atas payudara kanan Bu Lina. Ilham melirik ke samping kiri atas dan melihat ketek Bu Lina yg dihiasi bulu-bulu halus yg menghiasi pertengahan ketek itu.

Bulunya tdk lebat, namun dapat terlihat membentuk garis-garis tipis yg tdk begitu lebat namun membentuk bayangan hitam di celah ketiak itu.
Ilham memegang tangan kanan Bu Lina dgn tangan kirinya lalu mengangkat tangan Bu Lina itu. Ia segera menjilati ketek yg basah itu dgn buas. Bulu-bulu halus itu membelai lidahnya yg basah dan mengirimkan sinyal birahi yg begitu kuat.

Tak tahan lagi, Ilham mendudukkan Bu Lina di atas meja, lalu membuka paha perempuan itu lebar-lebar, lalu menghujamkan k0ntolnya ke dalam gua yg terlarang itu.

Memek Bu Lina tdklah serapat Atik atau Jannah, bahkan dibanding juga dgn ibunya. Namun bukan berarti terasa longgar. Melainkan cukup ketat juga membungkus kontolnya yg sdh tegang sedari tadi.

Sambil menghujami kemaluan Bu Lina dgn penuh semangat, Ilham mengenyoti payudara kanan Bu Lina. Bu Lina kini mengerang keras sambil mendekap tubuh muridnya itu dgn eratnya. Suara selangkangan beradu yg sebelumnya tdk pernah terdengar di kelas ini, kini memenuhi ruangan, memantul dari dinding-dinding, disaksikan oleh papan tulis dan pernak-pernik kelas yg lain.

Bu Lina seakan merasa di surga. Sdh lama ia tdk diberi nafkah batin. Dan kini muridnya sendiri menafkahinya di dalam kelas! Bu Lina tdk memikirkan apa-apa lagi, berhubung logikanya sdh dikuasai oleh Ilham. Perempuan ini terhanyut dalam kenikmatan ragawi yg sedang direngkuh bersama dgn Ilham.

Kini Ilham asyik menyelomoti tetek yg sebelah kiri, sementara tangan kirinya meremasi tetek kanan Bu Lina yg sdh basah oleh campuran keringat mereka berdua ditambah dgn air liur dari mulut Ilham.

Saat itu Ilham dapat mendengar suara langkah kaki pria mendatangi kelas. Ada yg mendengar mereka, rupanya. Bu Lina mengerang keras sekali. Ilham dgn sigap segera berusaha berkonsentrasi dan memusatkan pikiran untuk memasuki benak orang yg sedang datang.

Rupanya penjaga sekolah. Ilham dapat mendengar pikiran orang itu. Pak Priyo mendengar teriakan perempuan dari kelas ini. Kedengarannya seperti Bu Lina yg cantik itu. Maka Pak Priyo tergopoh-gopoh mendatangi. Namun, tiba-tiba saja ia tdk mendengar apa-apa lagi. Bahkan, kini ia lupa kenapa ia ada di tempat ini. Bukankah tadi ia berencana untuk makan siang? Dgn linglung, Pak Priyo berjalan menjauhi kelas itu tanpa tahu bahwa Ilham telah mempengaruhi benaknya.

Bu Lina yg tdk tahu apa-apa kini sedikit lagi mencapai klimaks. Pantatnya bergoyang bagaikan tornado. Ada suatu dorongan untuk menuntaskan birahinya secepatnya. Selangkangannya kini menumbuki selangkangan Ilham dgn kecepatan dan kekuatan yg dahsyat.

Ilhampun sdh hampir sampai di batas kekuatannya. Kontolnya yg merasakan dinding basah memek Bu Lina juga sdh ingin sekali memuntahkan spermanya. Pantatnyapun mengimbangi gerakan dan kekuatan Bu Lina. Bunyi selangkangan mereka beradu kini membahana. Nafas mereka sdh ngos-ngosan, peluh sdh memandikan tubuh mereka.
Dan akhirnya, diiringi jeritan kenikmatan Bu Lina dan bentakkan kepuasan dari Ilham, Ilham menyemprotkan spermanya dalam liang senggama ibu gurunya itu yg sedang kelojotan karena mengalami orgasme setelah sekian lama guanya tdk ada yg mengunjungi.

Selama beberapa menit setelah orgasme, Bu Lina tidur di atas bangku. Ilham yg kontolnya telah mengecil, duduk di hadapan gurunya itu.

Bu Lina akhirnya berdiri. Ia memandang Ilham dgn mata penuh pertanyaan.

“Ibu tahu kamu yg membuat Bu Lina jadi begini. Entah dgn cara apa, Ibu tdk tahu.”

Ilham terkaget. Ia kemudian membaca pikiran Bu Lina, dan anehnya, perempuan ini tdk marah. Malah ada rasa suka dari Bu Lina. Bu Lina adalah tipe perempuan yg ingin dikuasai oleh lelaki, dan entah bagaimana caranya, Ilham berhasil menguasai perempuan ini.

Ilham berdiri. Ia Mengecup bibir Bu Lina cukup lama, dan kemudian mereka berdua bergegas memakai baju untuk lalu meninggalkan tempat mereka memadu kasih. Baca juga .Cerita Seks Dewasa Birahi Nafsu Pertama Ibu Ku Terima kasih sudah membaca cerita seks di web ternikmat.com jangan lupa bookmark caranya klik CTRgL+D lalu OK. -Terima kasih  Cerita sex online, cerita dewasa online, cerita porn online, cerita mesum online, cerita panas online, cerita hot online, cerita sex gratis