Home » Cerita Mesum » Cerita Seks Dewasa 2016 Ber Nudis Dengan Gadis Belia

Cerita Seks Dewasa 2016 Ber Nudis Dengan Gadis Belia

Area Bola Agen Taruhan

Cerita Seks Dewasa 2016 Ber Nudis Dengan Gadis Belia – | Ternikmat.com » Kumpulan cerita sex hot terlengkap, galery cerita porno sex, cerita bokep sexs, majalah dewasa sexs, novel sexs terbaru, cerita panas sexs | Keinginan lama untuk mengadakan orgy party bisa kesampaian jg. Dedi yg pakar dalam pengembangan jaringan ABG menseleksi sekitar 5 orang . Mereka berusia antara 12 – 15 tahun. Kelima cewek itu 4 diantaranya dijebol Dedi dan 1 aku yg jebol berkat kesempatan yg diberikan Dedi.

Cerita Seks Dewasa 2016 Ber Nudis Dengan Gadis Belia Cerita Seks Dewasa 2016 Ber Nudis Dengan Gadis Belia
Cerita Seks Dewasa 2016 Ber Nudis Dengan Gadis Belia

Sebelum pesta ini aku sempat mencicipi 2 diantara 5 orang itu, tp yg 3 lainnya dah sempat ketemu dan kenalan.

Baru hari Rabu ini seting kami cocok, baik aku, Dedi maupun ke 5 cewek itu, semuanya bisa. Situasi yg paling sulit adalah mempertemukan kesempatan luang pada ke 7 oknum itu.

Aku membuka kamar di apartemen hotel di daerah Selatan. Aku minta apartemen yg memiliki tiga kamar. Aku buka untuk dua malam. Tarifnya lumayan agak nendang jg karena semalam nett nya 1,5 jt. Jadi untuk kamar saja sudah harus disisihkan 3 juta.

Untuk merpati-merpati kecil sudah dicadangkan untuk setiap clitnya Rp 750 k. Itu dgn janji kami membooknya dari jam 11 sampai jam 5 sore. Anak-anak itu tdk bisa diajak nginap.

Keberhasilan menenteng 5 merpati kecil itu jg bukan usaha yg mudah. Pada awalnya aku menyarankan kepada Dedi agar jangan mempercayai kesanggupan 5 anak itu. Kuminta dia membook 8 anak. Istilahnya over booking gitulah.
Mengapa begitu banyak. Itu karena tingkat keberhasilan menenteng lebih dari 2 anak dgn jam yg diinginkan agak susah.

Dedi meski agak mendebat, akhirnya memesan 8 cewek sekaligus. Dia pesan dari 2 orang perantara salah seorang diantaranya banci.

Benar saja, pada jam yg dijanjikan 10 wib yg bisa muncul nyatanya memang cuma 5 merpati kecil. Yg 3 lainnya tdk bisa menepati jam, ada jg yg tiba-tiba berhalangan.

Kami sudah mencadangkan kemampuan dana seandainya 8 orang itu muncul. Tp nyatanya memang sesuai dgn perkiraanku mereka tdk bisa semua muncul tepat waktu.

Jam 10.30 Dedi memboyong ke 5 merpati, plus 1 bencong dan 1 cewek semacam GM yg aku istilahkan “kibus” (kaki busuk/perantara lendir). Kibus itu tdk bisa dipisahkan dari para merpati. Tanpa si bencong dan si GM merpati-merpati itu tdk bisa terbang sendiri.

Aku sudah menunggu di kamar . Melalui HP aku memberi pengarahan agar Dedi mendapat jalan terdekat dan terpraktis mencapai kamar yg dipesan. Aku memilih Apartement hotel ini karena, untuk mencapai kamar tdk perlu melalui resepsionis.

Kalau pun dimonitor lewat CCTV. Kelihatannya seperti keluarga yg ingin liburan dan berenang di hotel. (mudah-mudahan begitulah kesannya).

Setting suasana yg aku ciptakan, mereka semua setelah masuk tdk perlu keluar kamar lagi (maksudnya keluar dari unit apartemen). Aku mempersiapkan lauk dari restoran padang, lalu nasi dan berbagai minuman baik air mineral maupun soft drink dan sebotol kecil dry gin, ginger ale serta selusin bir kaleng.. Perbekalan ini cukup untuk hidup 48 jam.
Rombongan masuk. Mereka semua seliweran memeriksa keadaan ruangan, termasuk para kibus. Dedi yg menjemput merpati kemudian bercerita sedikit mengenai masalah kecil dalam proses penjemputan, sehingga akhirnya baru jam setengah 12 bisa masuk hotel.

Aku mempersila kan semua rombongan untuk mengambil sendiri minuman yg mereka suka. Si bencong yg kutaksir masih 18 tahun dgn gaya centilnya melenggak-lenggok menuju kulkas di dapur, lalu mengambil sekaleng minuman soda. Para merpati kecil kemudian mengikuti dan mencomot minuman kesukaan mereka.

Dasar masih anak-anak, yg diambil ya minuman juice dan fanta merah. Kibus cewek namanya Lia umurnya sekitar 20 tahun, menarik sekaleng bir lalu menuju ruang duduk dan menyulut rokok mentol.

Aku menghidupkan TV di ruang duduk.

Setelah semua usai mengambil nafas dan masing-masing sudah menenggak minuman, aku mulai membuka pembicaraan. Pertama aku menanyakan apakah ada yg bisa pulangnya besok. Ternyata tdk satupun yg bisa, semua punya alasan . Mereka harus sudah sampai di rumah sekitar jam 6 atau 7 malam.

Itu sudah kuperhitungkan sejak awal. Waktunya bersama mereka hanya sekitar 6 jam, jadi harus digunakan secara efektif.

Aku menarik bencong dan kibus cewek yg kuingat bernama Lia. Lia dulunya pemain, mungkin sampai sekarang masih, umurnya masih sekitar 20 thn, tp wajahnya di bawah standar.

Aku dan Dedi berdiskusi di meja makan yg agak jauh letaknya dari anak-anak itu ngumpul nonton tv di ruang tamu. Aku mengkonfirmasi apakah mereka bersedia melakukan syarat yg aku minta dan jg soal bayarannya. Lia dan bencong mengangguk . Aku sebelumnya menginformasikan ke para kibus bahwa selama di apartemen para merpati itu harus nude dan tdk boleh menolak dicumbu oleh siapa pun.

Persoalannya sekarang para kibus ini harus bagaimana, masa semua kami telanjang dia pake baju. Tp kalaupun mereka telanjang, aku tdk tertarik dan bisa merusak suasana.

Aku meminta mereka tdk merusak suasana dan memberi keberaiahn kepada anak-anak untuk memulai buka baju. Si bencong boleh hanya memakai celana dalam, tp si Lia harus ikut telanjang jg. Bedanya si Lia dan Bencong tdk terlibat dalam party, mereka boleh menonton atau boleh di kamar yg sudah disediakan, yaitu kamar yg paling kecil dgn tempat tidur single.

Meskipun mereka berat hati akhirnya mereka setuju jg. Penelanjang para anak-anak itu bisa dimulai dari kamar mandi sekaligus mereka membersihkan diri.

Kedua mereka kemudian menggiring anak buahnya, Si bencong ke kamar mandi luar dan si Lia ke kamar mandi di dalam kamar.

Begitu mereka menghilang masuk ke kamar mandi aku dan Dedi segera membuka semua baju. Aku agak ngaceng sedang Dedi lebih ngaceng, mungkin karena sudah dari tadi dia bersama cewek-cewek itu, atau karena faktor usia jg. Aku jauh lebih tua dari Dedi.

Aku setelah telanjang lalu mengatur suhu ruangan agar tdk terlalu dingin. Anak-anak itu cekikikan sambil berusaha menutupi kemaluannya. Aku membiarkan mereka berlaku begitu, karena untuk jadi nudis memang perlu waktu penyesuaian.
Setelah kesemuanya bertelanjang kecuali si bencong yg mengenakan celana dalam aku menawarkan mereka makan siang.
Untuk membiasakan pergaulan kami memulai dgn nude lunch bersama. Mereka bebas memilih mau makan di mana, bisa di meja makan yg ada 6 kursi, atau di ruang duduk yg cukup menampung 6 orang.

Anak-anak itu rupanya memilih makan di meja makan mengikuti temannya yg pertama. Anak-anak selalu ngikut yg pertama temannya lakukan. Aku dan Dedi Makan sambil berdiri, sementara si bencong makan di dapur sambil duduk di kursi. Dari dapur bisa kok memandang ke ruang makan maupun ke ruang tamu. Jadi meski makan di dapur, tdk lah pula terasa diasingkan. Aku dan Dedi makan sambil berdiri dgn bersetumpu pada meja bar yg menghubungkan dgn dapur ke ruang tengah.

Bagus jg kelihatan suasananya. Melalui remote control aku mengaktifkan movie camera yg kuletakkan di dalam tas dan menghadap ke meja makan. Ada satu lagi yg menghadap ke ruang duduk di ruang nonton TV. Di bagian itu tdk aku hidupkan, karena tdk ada obyek di sana. Aku dan Dedi menghindar dari sorotan kamera. Kamera itu aku letakkan di dalam tas tersembunyi, hanya lubang kecil saja yg menjadi akses lensa. Jadi mereka semua tdk tahu sedang menjadi sorotan kamera. Lampu sengaja aku terangkan agar gambar terekam jelas.

Sekitar 30 menit nude lunch berlangsung, lalu disambung dgn minum kopi atau wine. Anak-anak itu kutawarkan mencoba minuman lemon dingin. Aku mencampur soda water, jeruk nipis, sirup vanila dan gin tonic. Rasanya agak kecut manis dan ada nuansa alkoholnya.

Mungkin karena mulut terasa amis sehabis makan, mereka mau jg mencoba sedikit-sedikit. Si bencong dan Lia lebih memilih nyedot rokok mentolnya.

Aku dan Dedi lalu mengiring para merpati itu duduk di ruang tv. Aku duduk di tengah sofa paling lebar, merpatinya satu di sisi kiriku dan dua di sisi kananku. Si Dedi memilih memangku dua cewek sekaligus.

Tangan Dedi mulai meremas-remas susu kecil kedua gadis yg dipangkunya. Aku jg menggapai kedua susu di kanan kiriku. Seorang lagi yg tdk tergapai aku minta duduk di karpet di depan kedua kakiku. Dia duduk di situ sambil kujepit kakiku.

Tanganku bergantian meremas susu ketiga anak itu.

Aku dan Dedi kelihatannya lebih dahlu terangsang dari pada cewek-cewek itu. Mereka bukannya menghayati remasan, malah ketawa cekikian. Suasana romantis tdk bisa tercapai, kecuali situasi yg menggelikan. Bagiamana tdk, kami berdua dgn Dedi sudah tegak 100 persen, anak-anak itu malah cekikikan kegelian dicemek-cemek.

Aku beralih mengobok-obok kedua nonok di kiri-kananku. Si Ria yg umurnya sekitar 14 tahun kuminta mengulum k0ntolku. Situasinya agak susah bisa masuk ke suasana sensual.

Dedi kuperhatikan dikangkangi cewek yg kutaksir masih berusia 12 tahun. Cewek itu berdiri dikursi sambil tangannya berpegangan sandaran kursi dan nonoknya dijilati si Dedi. Yg satu lagi kelihatannya agak lebih tua, karena ada jembutnya sedang mengulum k0ntol si Dedi.

Aku merasa sudah makin panas maka kutarik salah satu cewek yg kutaksir paling muda, sebab jembutnya masih sedikit. Dia kupangku dgn posisi berhadapan. Pelan-pelan aku tepatkan k0ntolku memasuki vaginanya sampai akhirnya ambles semuanya. Aku genjot dia Belum 5 menit aku sudah menyerah dgn semburan sperma di dalam vaginanya.

Aku langsung berdiri sambil tetap membopongnya dgn posisi k0ntolku masih didalam liangnya, untuk menghindarkan mani banyak meleleh ke sofa. Aku bopong dia masuk ke kamar mandi. Tp belum sampai kamar mandi dia sudah minta turun, karena takut jatuh. Begitu dilepas, air maniku tumpah ke lantai.

Aku berjalan sendiri ke kamar mandi membersihkan diri. Anak itu kemudian menyusul masuk ke kamar mandi setelah melihat aku keluar.

Setelah ejakulasi , selerea sex ku jadi hilang. Aku jadi tdk berminat lagi mencumbui mereka. Tetapi aku tdk boleh mengikuti perasaanku. Aku harus menjaga suasana agar tetap hot.

Kedua cewek yg tadi bersamaku kusuruh duduk di sofa dan aku mengambil posisi di selangkangan salah satu dari mereka. Aku mengoral salah satu dan tanganku mengobok-obok cewek yg satunya.

Kalau aku mengoral cewek yg dewasa biasanya mereka sudah terengah-engah, tetapi anak bau kencur ini kok kayaknya gak terangsang. Padahal aku sudah memusatkan jilatan ke bagian clitnya. Bosan mengroal aku pindah mengoral yg satunya. Cewek ini pun lama sekali dan kayaknya gak begitu terangsang. Malah aku yg kembali menegang.

Aku menggiring ketiga cewek ini masuk ke kamar tidur utama dan cewek yg terakhir aku oral aku tancap.

Mungkin karena ini ronde kedua aku lama sekali keluarnya. Kuperhatikan cewek yg aku garap pun tdk jg kunjung menikmati apalagi sampai orgasme. Ah masa bodoh amat lah, kan tugas mereka memuaskan aku. Aku kemudian menggilir cewek yg pertama aku oral tadi. Aku kembali menyodok k0ntolku masuk ke lubang yg kedua atau yg ketiga dalam pertempuran hari ini.

Meski mereka masih belia, tetapi ketika k0ntolku sudah keluar masuk ke dalam vaginanya, rasanya biasa saja, tdk terasa sempit, atau menggigit seperti digambarkan di cerita-cerita porno. Mereka malah hanya diam saja tdk memberi reaksi perlawanan, dan jg tdk terengah-engah seperti kalau aku menyetubuhi cewek dewasa.

Aku berusaha kosentrasi sampai akahirnya aku mendapatkan ejakulasi di lobang yg kedua ini.

Badanku lemas sekali, dan alkohol yg tadi kuminum sedikit memberi reaksi ngantuk. Kutarik selimut dan aku tertidur.

Tdk tahu berapa lama aku tertidur, tetapi ketika aku bangun, cewek-cewek itu pada cekikikan menonton TV sambil berselimut. Mereka rupanya kedinginan. Dedi, jg terlelap di kamar sementara ceweknya nonton tv. Keinginan ku sebenarnya ingin menjajal yg dimakan Dedi tadi, tetapi seleraku tdk bangkit. Kalau diikuti selera, kayaknya sampai nanti waktunya habis aku jg masih kurang selera.

Aku minta ke Ria dan si Bencong agar mengarahkan anak buahnya yg tadi kupakai menggoda si Dedi yg sedang lelap. Mereka kuminta membersihkan k0ntol Dedi lalu mengoralnya.

Dgn gerak gontai dan berat ketiga yg aku pakai tadi menuju ke kamar Dedi digiring oleh gembalanya.
Si Bencong dan Ria lalu keluar dan menutup pintu.

Kedua cewek yg dipakai Dedi kuminta berada di kiri kananku. Salah satu kemudian kuminta mengoralku dan yg satu lagi kucemek-cemek tetek kecil dan nonok kecilnya.

Dari keadaan loyo, k0ntolku lama-lama bangun jg dan terus bisa mengeras. Kalau tadi aku tdk menelan viagra mungkin barangku belum mau bangkit.

Setelah bisa tegak aku mengajak kedua cewek itu masuk kamar dan prosesi eksekusi mulai dari cewek yg lebih muda dan nonoknya gundul. Meski gundul, tp lubangnya tdk terasa sempit. Rasanya sih sama aja dgn lubang nonok dewasa.malah minusnya mereka tdk memberi reaksi. Perduli amat, 5 menit aku sikat si nonok gundul lalu berganti dgn nonok yg udah berjembut, rasanya jg sama, tdk terasa sempit malah lancar-lancar aja.. Aku akhirnya bosan jg menggumuli kedua cewek ini sampai ketegangan barangku jadi agak berkurang. Aku menyudahinya karena badanku terasa capek. Aku mengajak mereka ke kamar mandi untuk cuci alat vital dan mereka kuminta menyabuni barangku yg setengah tegang.

Setelah mengeringkan badan aku minta mereka memanggil si Lia dan mereka kubebaskan kalau mau makan lagi atau minum di ruang tengah.

Lia masuk dgn muka nada bertanya. Aku memintanya dia menuntaskan permainan, dan nanti akan ada ekstra tambahan untuknya.

Aku tidur telungkup, Lia kuminta memijatku. Badanku terasa penat dan lemes, tetapi karena semangat Lia memijat akhirnya aku mulai terangsang. Dia pintar jg memijat sambil menyenggol-nyenggol k0ntol dan kantong menyan.

Aku berbalik telentang, dan bagian depanku dipijatnya sambil kadang-kadang k0ntolku di cengkeramnya.

Setelah selesai memijat Lia kuminta mengoral. Tdk perlu menunggu lama dia segera mengoralku. .Jilatan dan hisapannya jauh lebih nikmat dari anak-anak bau kencur tadi. Aku jadi kembali terangsang. Aku minta Lia memasukkan k0ntolku ke lubang kemaluannya sambil aku tidur telentang.

Lia sambil posisi jongkok lalu membenamkan k0ntolku ke dalam nonoknya. Entah dibuat-buat atau asli dia mendesah ketika barangku pelan-pelan menerobos masuk.

Namun dari gerakan dan desahannya yg seirama, rasanya Lia memang asli menikmati permainan. Aku melihat kenyataan itu jadi makin terangsang dan semangat.

Gila Lia makin bergerak liar sampai akhirnya dia ambruk dan lubang nonoknya berdenyut-denyut mencengkeram k0ntolku.

Kubalikkan posisi dan aku berada di atasnya. Aku mengenjotnya. Nonoknya terasa lebih menggigit dibanding nonok anak-anak tadi. Lia malah bereaksi lebih merangsang. Meski mukanya agak jelek, tp, teteknya lumayan besar dan sex responsnya lebih ok.

Ini mungkin yg diibaratkan muka setan rasa ketan. Aku makin bersemangat menggenjot dan rupanya orgasme Lia datang lagi, dia berteriak sambil menutup bantal ke mukanya. Sedangkan aku masih belum ada tanda-tanda mau meletup. Aku berhenti sebentar untuk memberi ruang bagi orgasme Lia. Setelah mereda kedutan di dalam vaginanya aku kembali menggenjot. Aku berkonsentrasi agar bisa mencapai orgasme. Hampir 5 menit kemudian aku pun akhirnya meledakkan sperma.

Badanku lemas, setelah melepas 3 tembakan.

Sekitar 10 menit aku beristirahat lalu bangkit ke kamar mandi dan cuci-cuci. Di luar kulihat Dedi masih mengenjot salah satu cewek yg pertama kupakai dgn posisi dogy di ruang makan. Cewek yg lainnya cuek aja sambil menonton televisi.

Perutku terasa lapar dan aku menyambar piring. Makan sambil menonton Dedi ngembat rasanya aneh jg.

Jujur aku mengakui tdk ada yg istimewa dari orgy party abg yg baru kulalui. Rasa nya hambar saja, tdk ada kemesraan dan akrab. Yg ada malah kewajiban untuk mengejar target memompa 5 cewek. Rasanya orgy ini hanya untuk memuaskan nafsu avonturir saja.

Belum jam 5 kami sudah kembali berpakaian dan anak-anak itu sudah menerima jatah bayarannya masih-masing, malah pada minta tambah. Akhirnya setelah berembuk dgn Dedi, anak-anak itu kami tambahin seratus-seratus. Kibusnya jg begitu, dari jatah limaratus mereka minta tambah seratus jg. Lia malah kutambah tiga ratus lagi.

Mereka kami pulangkan dgn memanggil 2 taksi. Setelah mereka meninggalkan hotel, aku berdiskusi dgn Dedi.

Dedi yg sudah terlanjur pamit keluar kota dari rumahnya terpaksa harus tetap berada di hotel ini. Aku sama saja.

Kalau dituruti, aku sebetulnya sudah tdk berminat meniduri perempuan lagi malam ini. Tp kami sudah mengambil hotel ini 2 malam. Mungkin ketika kami mengambil hotel ini terlalu bersemangat. Rasanya kalau malam ini tidur berdua dgn Dedi di Hotel, aneh banget.

Soal mau dipakai atau tdk, akhirnya aku dan Dedi sepakat untuk mengundang 2 cewek, masing-masing untuk aku dan Dedi, menemani kami tidur semalaman.

Dedi mulai mengontak koleksinya

Dia berhasil mendapatkan 2 cewek yg untuk dia katanya umurnya 22 tahun dan Cina, dan untuk aku katanya umurnya 24 tahun cukup manis pernah dipakai Dedi..

Sekitar jam 8 aku dan Dedi turun dan keluar hotel. Kedua cewek itu menunggu di Hero Supermaket yg letaknya agak bersebelahan dgn hotel.

Keduanya cukup manis dan cantik. Ceweknya Dedi kelihatan Panlok banget, sedang cewekku kelihatannya kayak orang Jawa, rambutnya lurus sebahu dan putih.

Setelah membekal hamburger kami kembali ke hotel. Sesungguhnya aku kurang berselera main sex malam ini, tp sayang jg kalau dianggurin.

Kami duduk berpasang-pasangan seperti dua pasang kekasih yg sedang menikmati bulan madu.

Aku menenggak bir kaleng dan menikmati kepulan asap rokok Marlboro sambil memeluk Shinta, begitu nama cewekku. Cewek si Dedi namanya kalau nggak salah Alin.

Kata Dedi mereka minta disangui sejuta untuk nemeni semalam. Mereka bukan prof, tetapi sambil bekerja di kantor, kadang-kadang menerima orderan jg. Aku tak berminat menyelidik dimana kerja dan kantornya. Kurasa sudah kode etik dalam dunia perlendiran hal-hal seperti itu tdk etis ditanyakan.

Setelah puas makan minum, kami lalu mengiring pasangan masing-masing ke dalam kamar.

Shinta sangat aktif merangsangku. Sedangkan aku yg telah kekenygan main seharian tadi agak kurang agresif.

Makanya ketika celanaku dipeloroti, barangku masih loyo. Shinta meledek, katanya adek ku masih ngantuk. Shinta mulai menciumi sekitar kemaluanku, dgn mengulum k0ntol, lalu kantongnya dan turun sampai ke lubang matahari.

Aku jadi tdk bisa tinggal diam, karena merasa geli campur syur. Pelan-pelan si otong bangun jg dikerjai Shinta. Nafsuku pun jadi ikut bangkit. Kubalikkan posisi sehingga aku jadi menindih Shinta. Aku ciumi BD nya yg lumayan kencang dan menantang. Putingnya masih kecil menandakan dia belum pernah hamil, perutnya jg masih kencang.

Dari kedua dadanya aku meluncur turun, sampai ke bulu pubis yg tdk terlalu lebat. Kuciumi seputar kemaluannya, tdk ada aroma yg menjijikkan. Kedua kakinya aku renggangkan dan tanganku menguak lipatan kemaluannya. Aku mencari posisi clitoris. Kelihatan agak menonjol sedikit mengkilat. Penampilan clitors seperti ini menandakan pemiliknya sudah terangsang. Aku menyapukan lidahku ke bibir kemaluannya. Shinta mulai mendesah sambil pinggulnya bergerak. Saat lidahku menyapu clitorisnya, dia berteriak pelan sambil mengangkat pinggulnya.

Aku lalu menyapu terus clitorisnya sambil Shinta terus menerus mendesah dan bergerak. Dia sudah makin tinggi terangsang. Aku membekapkan mulutku ke bagian clitorisnya, untuk memudahkan konsentrasi sapuan lidah ke klitoris. Shinta makin kelojotan dan tdk lama kemudian dia menjerit karena mencapai orgasme. Clitorisnya berdenyu-denyut dan bagian bibir vaginanya jg berdenyut. Aku menghentikan sapuan lidah dan menekankan lidahku ke clitorisnya.

Setelah denyutan agak reda aku duduk bersimpuh di antara kedua kaki shinta yg mengangkang, Jariku yg tengah ku tusukkan ke dalam vagina. Terasa sangat basah, mungkin campuran cairan pelumas vagina dgn ludahku. Aku perlahan-lahan mencari benjolan lembut di dinding atas vagina. Dgn gerak lembut dan hati-hati aku menemukan apa yg kucari.

Bagian itu lalu aku usap pelan dan lembut sekali. Usapanku membuat benjolan lembut itu makin mengeras. Aku terus menyapu bagian itu dgn gerak halus dan tanpa tekanan. Shinta mulai kelojotan dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia akhirnya berteriak keras sekali bersamaan dgn datangnya denyutan di dalam kemaluannya. Lubang vagina Shinta berdenyut cukup lama. Setelah akhirnya denyutan itu reda, kutarik jariku.

Shinta mengaku rasa yg barusan enak sekali, sekarang dia merasa lemas dan ngantuk. Biasanya kalau cewek mencapai orgasme yg optimal pasti dia merasa ngantuk. Tp aku dalam keadaan sebaliknya. Badanku sudah terbakar oleh birahi dan kemaluanku sudah tegak sempurna.

Aku membimbing k0ntolku memasuki lubang kenikmatan Shinta. Dia mendesis pelan ketika prosesi masuknya k0ntolku sampai ambles semua. Perlahan-lahan aku mulai memompa. Sambil bergerak naik-turun aku mencari posisi yg maksimal merangsang vagina Shinta. Posisi itu akhirnya kudapatkan. Dia membalas setiap gerakanku dan aku merasa k0ntolku diremas oleh ketatnya lubang vagina.

Aklu membandingkan nonok-nonok kecil yg kulahap tadi siang dgn yg kurasakan sekarang. Secara Umur, seharusnya nonok Shinta lebih longgar, tetapi nyatanya yg tadi siang terasa lobok setelah kutikam berkali-kali. Tp nonok ini sudah 5 menit lebih aku menikamnya masih tetap terasa enak. Saking enaknya mungkin sampai Shinta kembali mencapai orgasme dan di menjerit lalu menarik badanku merapat. Aku merasa peli ku seperti diremas-remas oleh kontraksi vagina. Setelah dia selesai orgasme aku kembali melanjutkan. Shinta sempat minta ampun agar aku berhenti dulu, karena dia merasa lemas sekali. Tp dgn sentuhan ciumanku ke mulutnya, dia jadi tdk bisa bicara dan k0ntolku terus naik turun seperti piston dgn stroke panjang.

Aku terus mengenjot dan berkonsentrasi sambil berkhayal yg erotis akhirnya aku merasa mulai ada desakan mani akan melejit. Aku mempercepat pompaan. Tp agak lama jg pompaan ini baru mampu mengeluarkan maniku yg tinggal sedikit. Begitu terlepas, terasa sekali denyutan nikmat bercampur agak ngilu sehingga aku membenamkannya dalam-dalam di dalam nonok Shinta. Mungkin karena pengaruh denyutan itu, Shinta jadi ikutan orgasme pula.

Begitu usai, Shinta sudah seperti orang pingsan. Dia tdk peduli lagi air maniku meleleh di vaginanya. Sementara aku bangkit ke kamar mandi mencuci seluruh batangku dan jg gosok gigi dan berkumur dgn cairan kumur.
Aku pun sudah lelah dan mengantuk. Kutarik selimut dan aku langsung tertidur lelap.

Jam 4 pagi aku terbangun karena sesak pipis. Batangku jadi tegang karena ereksi kebelet pipis.

Setelah pipis terlampiaskan, rasa ngantuk jadi hilang. Aku kembali tidur di samping Shinta sambil meremas buah dadanya yg kenyal. Shinta terbangun oleh gangguanku. Dia rupanya jg kebelet pipis. Buru-buru bangkit dan ngacir kekamar mandi dgn kondisi telanjang. Agak lama di sana mungkin sekalian bersih-bersih nonok.

Shinta kembali ke tempat tidur dalam keadaan segar. Tp karena udara dingin AC dia pun menarik selimut. Shinta berada dibawah selimut bersamaku. Jadi tubuh telanjang kami saling bersentuhan.

Aku sebetulnya tdk terlalu ingin berhubungan pagi ini. Pelerku aja masih kuyu setelah terlampiaskan pipisnya tadi.
Tp Shinta menggeraygi kebanggaanku itu dan meremas-remas pelan-pelan sambil tubuhnya memelukku. Aku pasrah dan diam saja.

Mungkin pengaruh Viagra yg kutelan kemarin masih ada, akibatnya k0ntolku mulai mengeras pelan-pelan. Setelah mulai berkembang, Shinta masuk ke bawah selimut dan dia mulai mengulum k0ntolku.

Saat Shinta terlindung dalam selimut, Dedi masuk ke kamarku. Air mukanya mencari-cari. Aku tau yg dia cari lalu tanpa kami mengeluarkan suara aku menunjuk ke arah Shinta di bagian bawah ku. Dedi lalu mengangguk,. Dia keluar dan tak lama kemudian balik lagi masuk kamarku dan menggandeng si Alin. Alin menahan tarikan Dedi untuk masuk ke kamarku, Tp Dedi terus memaksa sampai akhirnya Alin jadi seperti kambing ditarik pemiliknya. Alin berjalan sambil menutup buah dadanya.

Dedi dgn satu gerakan tiba-tiba menyingkap selimutku. Terlihatlah Shinta yg sedang mengulum. Dia terkejut dan malu tetapi Dedi tdk lagi memperhatikan Shinta dia malah menarik Alin untuk bersama-sama menjatuhkan diri ke ranjang ku. Di mencumbui Alin sebentar. Alin masih agak canggung, tp dia kemudian membalas cumbuan Dedi. Dedi menindih Alin dan merosot ke bawah mengoral Alin. Mesin nafsu Alin mulai panas, dia tanpa peduli bahwa ada aku dan Shinta mulai mendesah. Dedi berhasil membangkitkan birahi Alin

Dedi tdk menuntaskan oralnya . Dia kembali merambat keatas dan mulai mencucukkan k0ntolnya ke vagina Alin. Kira-kira 20 gerakan Dedi minta posisi dibalik. Dgn gerakan pelan Alin berubah jadi menindih Dedi. Dedi mengarahkan Alin agar duduk tegak di atas kemaluannya.

Melihat adegan yg syur itu, Ssinta kemudian mengambil inisiatif untuk jg mendudukiku.

Aku dan Dedi menikmati pemandangan langka, dua pasang susu yg mengelembung berguncang-guncang karena pemiliknya sedang menggenjot pasangannya.

Dedi mulai iseng dia meraih tetak Shinta yg memang kelihatan lebih gemuk dari Alin. Shinta cuek saja malah dia berakting, seolah-olah dia makin terangsang. Kepalanya di dongakkannya ke belakang, sambil mengeluarkan suara yg merangsang.

Alin tdk bisa mencegah tangan usil Dedi. Dia kelihatannya berkonsentrasi menikmati ganjalan k0ntol Dedi di dalam nonoknya.

Aku mengambil kesempatan yg sama dgn menjulurkan tanganku meraih susu Alin yg putingnya merah jambu. Mulanya Alin kaget, tetapi kemudian dia pasrah.

Entah berapa lama mereka menggenjot akhirnya Shinta rubuh duluan dari Alin. Padahal peliku masih sehat bugar. Kelihatannya Dedi jg belum O.

Kami membalik posisi sehingga aku dan Dedi menjadi MOT. Genjot sebentar lalu aku dan Dedi saling berpandangan. Dia memberi isyarat dgn menggerakkan kepala, aku menyambutnya dgn anggukan. Bahasa para pemain ulung rupanya sudah demikian tinggi sehingga komunikasi itu nyambung.

Aku dan Dedi mencopot k0ntol dari sarang pasangan kami masing-masing, Lalu dgn gerakan cepat kami saling menindih dan berusaha secepatnya menyarangkan batang kami ke sarang patner silang.

Belum sempat mereka protes aku dan Dedi sudah berhasil melakukan genjotan. Alin merengut dan mengeluh bahwa kami jahat. Shinta kelihatanya lebih terbuka, dia Pasrah saja di swing.

Mungkin hanya kerakusan laki-laki saja yg merasuki kami. Nyatanya rasa nonok Alin sama saja dgn Shinta. Yg membedakan hanya wajah dan bentuk tubuh serta warna kulit saja.

Pertukaran itu mungkin mengganggu konsentrasi pasangan cewek kami, sehingga aku susah mencari posisi yg maksimal. Aku sudah hampir bosan karena menggenjot 10 menit bukan makin terasa enak, malah terasa makin lelah.

Menjelang titik jenuhku, Alin baru bereaksi. Aku menemukan sentuhan pelerku di bagian G spotnya, sehingga di mulai merintih. Aku kembali bersemangat dan aku jg berkonsentrasi memacu untuk segera melepaskan sari tubuhku. Dalam durasi sekitar 5 menit Alin menjerit. Melihat reaksi itu aku jadi terpacu dan menggenjot lebih cepat, sampai Alin mengampun-ampun. Aku tdk perduli sebab kalau aku berhenti, aku bisa kembali mulai dari persneling 1 lagi. Ini sudah kecepatan tinggi gigi 5 aku menggenjot karena terasa akan ejakulai. Alin menghiba-iba minta ampun dan aku terus menggenjot sampai akhirnya aku mengeluarkan ejakulasi.

Aku tdk sempat memperhatikan Dedi, karena kemudian aku jatuh tertidur.

Mungkin lelap sekitar 2 jam aku baru terbangun. Kulihat Dedi terkapar. Shinta sudah tdk ada di ranjang, Alin pun hilang.Aku bangkit bermaksud cuci badan. Eh di kamar mandi ketemu Alin yg sedang jongkok menceboki kemaluannya.
Kutanya Shinta dimana. Alin menjawab Shinta sudah keluar kamar. Aku membersihkan diri, gosok gigi lagi dan bersama Alin dalam keadaan nude keluar kamar. Shinta rupanya sedang menyiapkan minuman kopi kami. Kami bertiga menyeruput minuman hangat sambil sesekali mencelupkan roti.

Asyik banget rasanya breakfast sambil nude. Shinta berencana pulang agak cepat, dia jam 8 mau cabut mau kembali kerja ke kantornya. Untungnya dari tempat kami menginap kantornya tdk terlalu jauh, katanya gak sampai setengah jam udah nyampe. Shinta lalu bergegas mandi lalu keluar dgn pakaian rapi seperti wanita karir. Rupanya Alin jg ingin menumpang taksi Shinta, dia pun sudah rapi dgn pakaian kerjanya. Kata Alin dia akan meneruskan dgn busway ke tempat kerjanya.

Setelah semua transkasi diselesaikan Alin dan Shinta meninggalkan kami yg sudah kecapaian.

Masih ada waktu 2 hari satu malam lagi. Padahal kami sesungguhnya sudah puas dgn petualangan sex. Rasanya seminggu lagi nggak ngembat masih bisa tahan. Tp dasar Dedi dia selalu punya ide gila. Dia menawarkan menu siang ini dgn suguhan perawan di bawah umur.

Sebetulnya aku kurang tertarik dalam soal memuaskan sex, tetapi menu perawan, membuatku penasaran, aku sudah lama tdk merasakan perawan, apalagi sekarang tawarannya menu cewek yg baru gede masih perawan.

Tanpa persetujuanku Dedi mulai mengontak jaringannya. Jam 12 dia mendapat kabar ada stok cewek umurnya jg sekitar 12 masih perawan butuh duit. Menurut kibus Dedi ada stok 3 perawan yg usianya sebaya itu. Setelah memilih spek yg cocok, dia akhirnya memesan 2 orang. Dia minta si kibus ke Blok M dan meeting pointnya di Blok M.. Setelah deal, sekitar jam 12 kurang 15, Dedi meluncur ke Blok M.

Aku yg tinggal sendirian bosan tinggal di kamar lalu turun ke bawah. Maksudnya mau berenang. Aku tdk jadi berenang, hanya duduk-duduk saja di payung di pinggir kolam renang. Handphoneku berdering. Nomernya tdk aku kenal. Dia ternyata Tika wanita Jawa umur sekitar 28 an, selingkuhan ku dosen di Jogja. Aku udah 2-3 tahun tdk pernah kontak dgn dia, sejak aku jarang ke Jogja. Tika seksnya luar biasa dan yg aku senangi dia sangat telaten melayaniku. Mukanya tdk terlalu cantik, tp kata orang jawa cukup manis dan kulitnya rada gelap.

Mungkin kebetulan atau apa, dia berada di Jakarta dan ingin ketemu aku. Dgn lagak sok sibuk aku menyggupinya ketemu setelah jam kantor. Aku beralasan sekarang sedang kerja. Padahal lagi nunggu lobang buntu.

Dia setuju, tp aku harus menyediakan penginapan. Siang ini dia memang jg belum bisa ketemu, karena masih harus menghadiri seminar. Pas lah.

Aku kembali ke kamar, semua sudah rapi, mungkin petugas house keeping yg mengerjakan tadi. Aku melongok keluar, memang benar ada kereta dorong house keeping tak jauh dari kamarku. Aku datangi dia dan kuselipkan 50 rb sebagai tips terima kasih merapikan kembali kamarku.

Tak lama kemudian Dedi datang dgn tentengan dua cewek mungil dan seorang wanita dewasa. Kedua cewek itu tertunduk malu. Dari raut wajah dan tubuhnya kedua anak itu masih kelihatan muda sekali. Mungkin teteknya baru numbuh kemarin.

Menghadapi kedua cencen (istilah ku untuk cewek yg underage), perlu sosialisasi . Tpnya susah berkomunikasi dgn mereka. Mungkin mereka malu, canggung, jadi susah nembung omongan. Dedi kelihatannya sudah tdk sabar. Dia menarik cewek yg agak putih dan kelihatannya lebih muda. Cewek satunya lalu kutarik agar duduk mendekatku. Dia pasrah saja. Tp tetap saja memberi jawaban sepotong kalau kutanya.

Dari pada susah-susah, toh dia sudah tahu tugasnya apa. Kugandeng dia masuk ke kamar. Aku minta dia ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan semuanya. Tak lama kemudian dgn penutup handuk dia keluar dan duduk di samping ku. Kurebahkan ke kasur dan aku mulai meremas susu kecilnya. Putingnya masih kecil banget. Kalau mau dilomot, apa enaknya. Aku hanya menjilat-jilat saja. Dia kegelian dan menolak untuk kuteruskan jilatannya.

Tanganku merambah ke bawah, tp dicegahnya. Aku meyakinkan dia, bahwa tindakan ku itu tdk perlu dicegah, tdk usah malu. Nonoknya menggelembung dan masih gundul. Kusibak untuk melihatnya memang terlihat gundul dan mentul.
Aku terus menjilati kedua susu yg baru numbuh dgn pentil kecil. Dia mengelinjang-gelinjang . kayaknya menggelinjang bukan karena rangsangan tetapi menahan geli. Sementara tanganku terus mengubek-ubek nonok kecilnya.

Aku kemudian menghentikan aktifitasku. Aku lalu menanyakan kepada cewek yg kemudian kekutahui namanya Dina. Dia dijanjikan menerima duit 1,5 juta dari maminya. Ah , padahal aku membayar perawannya ini 2,5 juta dan maminya 500 ribu. Jadi rupanya si mami dapetnya lebih banyak. Karena kalau dua anak dia total dapat 3 juta.

Lalu aku janjikan tambahan 1 juta lagi dgn syarat aku boleh foto dia dulu dalam keadaan telanjang. Aku berjanji merahasiakan uang tambahan itu dari maminya. Dia berpikir sebentar lalu dia setuju.

Aku mulai mempersiapkan kamera digitalku, semua pose aku shoot, dan episode terakhir aku mengambil lubang vasgina yg masih ada selaput perawannya. Dia agak sakit ketika kuminta membuka belahan vaginanya. Perih katanya. Aku terpaksa mengambil gambar berkali-kali sampai yakn mendapatkan citra yg bagus.

Sesi selanjutnya aku merekam video. Dia kuminta menari-nari, dari kamar mandi sampai ke ranjang lalu merenggangkan kedua kakinya dan kembali membuka belahan nonoknya sampai terlihat kembali selaput daranya.

Setelah kurasa semua lengkap aku kembali mengerjai gadis cilik ini. Dia mulanya menolak untuk aku oral, tp karena aku terus memaksa akhirnya dia dgn berat hati mau jg. Dia menggelinjang-gelinjang ketika lidahku menyapu kemaluannya. Dia mengeluh rasanya geli sekali. Aku tetap meneruskan misiku sampai akhirnya bisa membekapkan mulutku di sekitar clitorisnya. Aku mulai menyapu clitorisnya. Dia kembali menggelinjang sambil menarik badannya keatas. Dia mengeluh geli.

Bagi cewek yg belum siap disetubuhi, atau belum terangsang, semua sentuhan terhadap nonoknya akan dirasakan geli. Itu tdk saja pada cewek kecil, tetapi jg terhadap cewek dewasa. Itu adalah pengalaman.

Aku lama sekali mengoral, meki kecil ini, tetapi gelinya tdk kunjung sirna. Aku bosan dan ingin langsung ke tujuan utama.

Kutarik badannya sehingga panggulnya berada di tepi ranjang dan pantatnya ku ganjal bantal. Kakinya kukangkangkan selebar-lebarnya dan lututnya ditekuk. K0ntolku yg sudah mengeras kuolesi, VCO (Virgin Coconut Oil). Seharusnya bukan itu pelumasnya, tp K jelly, tp adanya hanya itu, apa boleh buat, yg penting licin dan steril.

Kepala k0ntolku mengkilat berlumuran vco. Lubang nonoknya jg kulumari vco. Sambil aku menshoot video sendiri. Aku memajukan k0ntolku memasuki lubang kecil vaginanya.. Perjuangan untuk memasukkan kepala k0ntol saja susahnya bukan main. Sebabnya dia selalu melorot ke atas, sehingga k0ntolku jadi sering lepas.

Akhirnya setelah kepalanya mentok ke atas tempat tidur baru aku bisa memasukkan kembali kepala k0ntolku. Aku memompanya pelan-pelan. Kepala k0ntol sudah terbenam tetapi untuk maju tdk bisa lagi. Ini terhalang oleh selaput dara. Dia mengeluh sakit sekali. Aku minta dia bersabar sebentar lagi selesai. Dgn gerakan pelan aku terus mendorong k0ntolku masuk sampai akhirnya terasa ada yg jeblos di dalam. Dina menjerit dan menutup mukanya dgn bantal. Sementara aku terus memasukkan k0ntolku makin dalam. Lubangnya terasa sempit sekali. Sementara shooting video sudah terpecah kosentrasinya. Setelah bisa masuk sempurna baru aku kembali mengambil gambar video dari bagian dan dari belakang. Aku mengira-ira saja. Nanti hasilnya kan bisa di edit.

K0ntolku tampak agak berlumuran darah sedikit. Setelah sekitar 3 menit shoot, aku hentikan shoot . aku kembali berkonsentrasi menggenjot lubang buntu ini. K0ntolku jadi terasa agak perih jg. Mungkin karena sempit, aku tdk bisa bertahan lama dan meletuslah sperma di dalam vaginanya.

Aku segera mencabutnya dan terlihat sperma bercampur sedikit darah. Dia lalu ngacir kekamar mandi dan menceboki nonoknya yg baru aku jebol.

Dia keluar dari kamar mandi sambil meringis, sakit katanya.

Aku lalu menawari dia untuk ngomong ke temennya untuk aku tambah 500rb , kalau dia mau aku foto.

Entah bagaimana, dia sampaikan ke Etty temennya, tetapi dua cewek kecil itu berbalut handuk masuk ke kamarku. Dina mengatakan Etty mau difoto.

Aku tanya tadi sudah dipakai Dedi, Kata Etty belum karena Dedi barangnya gak mau bangun. Dedi baru menjilat-jilat saja.

Dedi ketiduran di kamarnya, dia mungkin sudah bosan. Tp keserakahannya membuat dia bernafsu menjebol perawan kecil. Namun tiba masanya eksekusi, barangnya tdk mau diajak kompromi.

Aku lalu menawarkan tambahan 500 lagi ke Etty jika dia mau mengulum k0ntolku dan aku jebol perawannya. Jadi akulah yg membayar Etty, bukan lagi Dedi.

Aku kembali mengambil foto Etty lengkap sampai ke lubang perawannya, termasuk mengambil videonya Setelah itu kusuruh mereka berdua berpose nude dan aku mengambilnya dari berbagai angle. Giliran berikutnya adalah shooting video.
Aku merasa barangku masih bisa bangun lagi jika di lomot sama anak-anak ini. Kedua anak itu aku ajari melomot barangku. Mereka pada awalnya jijik, tetapi setelah aku oral akhirnya mereka mau jg dgn gaya rada-rada jijik.

Ah lama-lama bisa jg mereka mengulum k0ntolku, sampai akhirnya dari keadaan kuyu menjadi bengkak lagi. Aku mengambil posisi diantara bentangan kaki si Etty. Aku tdk lagi menarik dia ke pinggir tempat tidur, aku langsung pentokkan kepalanya ke atas bagian bed, sehingga ia tdk bisa melorot naik.

Aku kembali mengolesi vco ke k0ntol ku dan permukaan lubang Etty. K0ntolku yg nyaris tegak sempurna, pelan-pelan kutekan ke lubang vagina Etty. Seperti yg tadi kesulitannya adalah memasukkan kepala k0ntolku. Etty sudah meringis-ringis kesakitan. Perjuangan membenamkan kepala k0ntol cukup menguras tenaga jg.

Dgn mengeraskan aku berusaha merangsek maju pelan pelan dan akhirnya bles jg masuk. Etty menjerit lirih karena selaputnya jebol. Aku lalu perlahan-lahan memompa. Aku mencoba menari posisi yg dirasakan Etty enak. Tetapi tdk terlihat reaksi dia menikmati persetubuhan ini. Meski k0ntolku sudah mulai lancar keluar masuk tetapi dia masih merasa perih jg.

Aku terus menggenjot sampai sekitar 10 menit berkosentrasi akhirnya meletus jg lahar putih dari moncong meriam si jagur.

Aku segera bangkit dari tempat tidur dan mengambil kesempatan terlebih dahulu masuk kamar mandi.

Setelah selesai aku segera berpakaian, dan semua nafsu sex ku sudah pudar. Rasanya barangku di bawah sana rada kebal, jadi tdk terasa di masih teronggok disana.

Transaksi sudah kubereskan dan taksi kupesan sudah datang. Mereka bertiga langsung melesat dari hotel.

Dedi keluar dari kamar. Dia mengeluh tadi tdk bisa menjebol karena barangnya tdk mau kompromi siap berperang. Dedi mengaku sudah kehilangan selera karena terlalu banyak membantai.

Dia mengatakan ingin pulang saja, karena sudah tdk ada gunanya. Aku tentu saja keberatan ditinggal sendirian. Aku mencari akal guna mencegah Dedi pulang. Kutakuti dia , jika pulang nanti di rumah istri minta jatah, lalu dia tdk mampu, malah jadi masalah. Dedi seperti tersadar oleh kenyataan itu, sehingga dia akhirnya mau bertahan untuk memulihkan stamina. Namun dia berjanji tdk mau bertempur lagi.

Aku mengatakan bahwa malam ini aku akan mendapat tamu, cewek selingkuhanku dari Jogja. Dedi bertanya, apakah aku masih kuat betempur.

Aku mengaku sebetulnya memang tdk ada selera main lagi malam ini, tp karena dia datang dari jauh dan ingin menginap di Jakarta, maka aku terpaksa menampungnya. Soal ngesex itu masalah nanti, tdk perlu dipikir sekarang.
Aku sempat tidur satu jam lalu mandi dan bersiap diri menunggu aba-aba dari Tika Selingkuhanku. Sekitar jam 4 dia menelepon, katanya dia baru naik taksi, minta petunjuk untuk mencapai hotelku. Aku memberi arahan dgn bicara langsung dgn sopir taksi. Dia paham dan aku tdk jadi keluar menjemput Tika.

Aku standby di lobby depan dan sekitar 10 menit muncullah taksi yg ditumpangi Tika.

Dgn bantuan bell boy barang-barang Tika dibawa ke kamarku. Tika kelihatan agak gendut dari terakhir aku ketemu, tp dia masih manis khas Jawa.

Tika memuji kamarku yg katanya cukup besar. Aku menunjukkan kamar ku dan dia segara merebahkan badannya.

Tika langsung membuka baju ingin mandi karena badannya terasa kurang enak baunya. Dgn manjanya dia minta aku memandikannya. Padahal aku sudah mandi tadi. Tp tak kuasa menolak permintaan Tika.

Dgn telaten dia mulai mengulitiku. Bajuku dibukanya satu persatu. Aku dibimbingnya masuk ke dalam kamar mandi. Dia membersihkan bathtub dan mengisinya dgn air hangat. Menunggu pengisian bak mandi, Tika mulai meremas-remas batangku . Aku dimintanya duduk di meja wastafel. Dgn dgn telatennya mengulum dan membersihkan kantong menyan. Badanku memang sudah bersih dan wangi sabun karena baru sekitar 2jam lalu aku mandi. Barangku agak sulit bangun, karena memang pusat komputer di kepalaku agak susah merespon rangsangan akibat , memorinya udah penuh kali, atau udah kenyg.

Tika cukup lama mengulum batangku dan dia sendiri mengulum sambil menjamah kemaluannya sendiri.

Air bak sudah mulai penuh dan kami masuk berendam berdua di situ. Tika dgn sabar menggosok seluruh tubuhku, terutama pastinya di bagian vital. Agak beda rasanya barang ini terendam air panas. Dia jadi lebih mudah bangun. Aku dimintanya berdiri untuk disabuni. Aku menurut saja dan badanku seluruhnya dilumuri sabun. Dia ganti minta aku menyabuni tubuhnya. Aku mengagumi tubuh Tika yg masih kuenceng, alias belum kendor. Lemaknya memang agak berlebih di sana-sini. Tp itulah kegemaranku meremas-remas lemak perempuan. Rasanya lembut, kenyal dan asyik.

Dgn shower kami saling membersihkan diri. Aku melangkah keluar dari bak mandi, Tika dgn sigapnya meraih handuk dan mengeringkan sekujur tubuhku. Setelah kering, aku egois langsung keluar kamar mandi dan masuk ke dalam selimut. Badanku terasa lelah sekali setelah berkali-kali berjuang di medan perang. Ketika Tika muncul aku berharap dia mau memijatku. Dia memang pandai memijat dan mengenal urat-urat. Aku merasakan nikmat sekali pijatannya. Dgn tubuh yg bugil Tika menduduki pantatku dan melancarkan pijatan di sekujur tubuhku. Dia minta izin untuk menginjak-injak. Memang nikmat sekali injakannya. Meski bodynya agak gemuk, tetapi aku tdk terasa dihimpit beban yg terlalu berat.

Pijatannya membangkitkan nafsu sex ku. Ketika aku diminta berbalik posisi telentang, batang k0ntolku sudah tegak. Tika mengabaikan k0ntolku.dia kembali memijat kakiku, lalu dadaku. Bagian vital itu mendapat giliran terapi yg terakhir. Tika aku anggap piawai dalam terapi alat vital. K0ntolku yg tadi tdk terlalu keras melalui urutan dan pijatan, jadi tegak sempurna. Nafsuku bangkit lagi. Tika menghentikan pijatan lalu dia mulai mengulum semua bagian di kemaluanku.

Aku menggelinjang menikmati hisapan dan jilatannya. Tika memang penjilat yg termasuk golongan pakar. Lidahnya sampai mengorek-ngorek lubang matahariku. Aku merasa geli dan nikmat luar biasa.

Aku sudah pasrah maun diapakan pun oleh Tika. Dia mengambil posisi jongkok, lalu mulai membenamkan k0ntolku ke dalam lubang nikmatnya. Terasa sekali hangat dan lengket lubang itu. Wanita Jawa ini selain pandai merawat tubuhnya jg pandai menjaga vaginanya. Sejujurnya, rasa nonok Tika adalah best diantara nonok yg aku cicipi selama menginap di hotel ini. Aku lupa berapa lubang yg sudah aku celupin. Bukan hanya cairan yg seperti melekatkan k0ntolku dgn dinding nonoknya, tetapi gerakan maju mundur dan memutar, membuat k0ntolku seperti diperas. Nikmatnya luar biasa.

Mungkin berkat aku kenyg berhubungan selama ini, aku bisa bertahan lama sambil terus merasakan nikmatnya pelintiran nonok Tika. Dia heran karena aku bisa bertahan begitu lama. Biasanya aku memang cepat jebol. Aku bergurau bahwa aku sudah bertapa ke Gunung untuk menambah kemampuan ilmuku. Tika tdk lagi mendengar jawabanku, karena dia tampaknya mulai tinggi.

Gerakannya makin liar, sehingga akhirnya di melenguh panjang dan nonoknya berkedut-kedut.

Tika rubuh ke tubuhku dan pinggulnya masih digerak-gerakkan lemah. Kelihatannya Tika sudah kurang bertenaga lagi. Badannya kumiringkan, dgn tetap badan kami tersambung oleh shaft. Aku menghentikan gerakan maju mundur, kecuali hanya memeluknya saja. Namun Tika tdk bisa anteng, dia memaju-mundurkan pinggulnya sehingga batangku jadi terasa maju mundur.

Kucabut batangku, lalu dia kuarahkan agar tidur telungkup, pinggulnya kuangkat, sehingga seperti orang jengking. Dgn posisi berlutut aku memasukkan batangku ke lubang merah jambu Tika. Kusodok berkali-kali. Aku menikmati pemandangan gumpalan pantat yg montok bergetar setiap kali kutabrak. Daging yg membulat itu bagiku merupakan pemandangan yg indah. Meski begitu, posisi nungging ini bagiku terasa kurang menggigit. Barangku terasa mudah sekali maju mundur tanpa cengkeraman. Akibatnya orgasmeku terasa masih jauh.

Menggerakkan badan maju mundur, selain lama-lama membosankan, jg melelahkan. Kuatur agar kedua kaki Tika merapat, sehingga memberi rasa lebih menjepit barangku. Perlahan-lahan kuatur agar dia merendahkan pantatnya sampai sejajar kasur. Aku mengikutinya dgn menindihnya. Batangku masih terjepit. Namun batang ini tdk bisa terbenam seluruhnya karena badanku terganjal pantat yg tebal. Kugoyang sebenar lalu terlepas.

Tika kubalikkan sampai posisi telentang lalu aku memasukkan kembali k0ntolku dan membenamkannya dalam-dalam. Kaki Tika kurapatkan, di bagian atas aku berstumpu pada siku dan kakiku nangkring, pergelangan kaki ketemu pergelangan kaki dan kedua lututku melebar. Aku tdk melakukan gerakan dan Tika kuminta berhenti gergerak. Dia kuarahkan untuk melakukan gerakan kontraksi sambil menyesuaikan irama nafas. Dia kuminta mengejan saat menarik nafas, lalu melonggarkannya saat melepas nafas. Tiga kali latihan dia sudah paham. Kemudian aku akan mensinkronkan gerakan dgn gerakan sebaliknya. Jadi saat dia menarik nafas aku melepas nafas, Saat dia melepas nafas, aku mengkontraksikan (menegangkan) aparatku.

Dalam 10 kali gerakan masih kacau, tetapi lama-lama dalam keheningan kami jadi berkonsentrasi mengatur irama pernafasan dgn kontraksi. Sensasi nikmat luar biasa kami rasakan. Ketegangan aparatku meningkat, sementara, hembusan nafas dan tarikan nafas Tika terasa makin besar volumenya. Konsentrasi bersama pasangan dgn mengatur nafas membuat kami merasa seperti sedang meditasi. Pikiranku hanya terpusat kepada aparatku, dan mengamati nafas Tika untuk selalu mensinkronkannya. Sensasi rasa di bawah sana adalah jepitan yg teratur.

Entah berapa lama kami dalam keadaan melayg, karena kenikmati mulai menjalar, menandakan akan tiba waktunya orgasme. Aku tetap berusaha konsentrasi. Sedangkan jepitan Tika terasa makin kencang, sampai akhirnya dia pecah konsentrasinya ketika denyutan yg kurasa di dalam muncul berurutan dgn ritme tertentu sambil Tika memelukku erat sekali. Aku merasa nikmat pula sehingga melepas saja orgasmeku yg memang sudah diujung meriam. Kenikmatan luar biasa, sehingga kami masih saling terbenam dalam waktu sekitar 5 menit untuk menikmati tuntas seluruh orgasme kami.

Tika memuji kualitas orgasmenya. Dia mengatakan, ini adalah orgasme unik yg paling enak pernah dia rasakan. Aku jg merasakan kenikmatan yg luar biasa, sehingga badanku lemas sekali. Setelah semua usai kami bangun bersamaan dan saling merangkul menuju kamar mandi untuk mencuci.

Usai mencuci bersih, aku mengajak Tika menikmati kopi sambil makan snack dan menghisap rokok. Kami keluar ke ruang makan sambil tetap bertelanjang.

Sementara kami asyik menikmati kopi , Dedi keluar dari kamarnya. Dia hanya mengenakan celana dalam. Tika panik dan berusaha menutupi apa yg bisa dia tutup. Tp aku menenangkan, bahwa itu adalah temanku. Kepada Dedi kuminta dia ikut telanjang jika ingin bergabung. Dedi kembali masuk kamar dan keluar dalam keadaan nude. Dia jalan dgn aparatnya yg lemes. Rupanya Dedi baru bangun tidur dan perutnya terasa lapar. Tika kuperkenalkan dgn Dedi dan kami kembali santai ngobrol bertiga sambil nude.

Kami ngobrol kesana-kemari dan ujung-ujungnya ke masalah sex jg. Tika seorang wanita terpelajar, pikirannya terbuka. Kami menanyakan mengenai berbagai masalah sex dari sudut pandang wanita dari Tika. Dia lancar sekali menjawab, dan tanpa rasa malu diungkapkan segala rasa nikmat yg diinginkan dari seorang wanita.

Aku kemudian minta kesediaan Tika untuk memperlihatkan organnya untuk dipelajari bagian-bagian di dalam lepitannya. Untungnya Tika orang yg terbuka dan mau saja memperlihatkan detil kemaluannya. Dia naik keatas meja makan dan pada posisi teletang berstumpu pada sikut kedua kakinya dibuka lebar dan dilipat dilututnya. Aku dan Dedi mendapat sajian pemandangan yg spektakuler. Aku minta Tika menunjukkan clitorisnya.

Dia lalu mengarahkan jari tengah tangan kanannya pada lipatan atas labia minora. Dgn sedikit tarikan maka terlihatlah ujung clitoris yg tadinya tertutup lipatan kulit. Kata dia kalau disentuh rasanya ngilu. Aku iseng mengusap lembut bagian kulit yg menutup clitorisnya. Tika terlonjak terkejut, tetapi kemudian terbiasa. Aku iseng menguakkan bagian clitorisnya dgn perlahan-lahan kujulurkan ujung lidahku. Dgn ujung lidah kuusap seputar wilayah clitoris.

Tika lalu mendesah dan mengatakan rasanya membuat merinding semua bulu tubuh, dan enak. Aku mempermainkan sampai clitorisnya menegang sehingga agak mencuat dari lipatan kulit. Dedi yg dari tadi menonton kuberi giliran untuk memainkan lidahnya di clitoris Tika. Tika yg sudah terangsang tdk bisa membedakan lidah siapa yg mendarat di jarum pentulnya.

Tika mendesah-desah dan mulai terangsang tinggi. Melihat adegan itu aku mencoba ikut berpartipisasi, padahal aku tdk terlalu terangsang, karena baru ejakulasi tadi. Aku naik ke atas meja dan kusodorkan batangku ke mulut Tika. Tanpa instruksi apapun Tika lalu meraih kontolku dan langsung dihisap dan dikulumnya dgn gerakan yg ganas sekali. Posisiku menghadap ke Dedi yg sedang mengolah segitiga Tika. Kelihatannya Dedi spaning jg dia berdiri dan barangnya sudah menegang. Ditusukkannya pelan-pelan ke vagina Tika dgn gerakan lambat digenjotnya Tika.

Barangku jadi makin mengeras karena rangsangan dikulum dan melihat Dedi menggenjot Tika. Tika mengimbangi gerakan Dedi dan dari sinyal gerakan Tika dia minta digenjot lebih cepat lagi. Dedi melayanainya dgn tusukan-tusukan kasar. Tika berteriak-teriak sambil mengulum kontolku. Entah mengapa sensasi ini kurasakan luar biasa, sehingga aku jadi terdesak ingin ejakulasi.

Tanpa aba-aba kulepas saja spermaku di mulut Tika. Dia seperti menelan semua maniku, yg kali ini cuma sedikit. Pada awalnya nikmat sekali ejakulasi sambil dihisap, tetapi setelah itu gelinya luar biasa. Aku terpaksa mencabut k0ntolku dari mulut Tika, yg ternyata batangku sudah bersih dari lumuran air mani. Aku terduduk lemas sambil menikmati hidangan pemandangan Dedi memacu Tika. Aku tdk tahu apakah Tika sudah mencapai orgasme, tetapi orgasme Dedi kuketahui karena dia melengguh keras sambil merapatkan seluruh kemaluannya ke nonok Tika.

Dedi memuji nikmat yg dirasakan dari vagina Tika. Sementara Tika masih terkulai diatas meja. Aku berinisiatif mengambil tissu dan lap basah untuk mengelap lelehan air mani Dedi.

Dedi rupanya sudah tdk tahan tadi ketika mengoral Tika, sehingga niatnya untuk mengumpulkan stamina jadi lupa dan dilampiaskannya ke Tika.

Tika bangkit dan dia berjalan ke dapur. Aku tdk bisa melihat apa yg dilakukannya disana, tetapi aku mendengar dia menyalakan kompor. Ketika dia kembali ke kami dia membawa handuk kecil dan sabun . Aku dan Dedi dibersihkan kemaluan kami dgn handuk hangat dan sabun. Tdk ada sedikitpun cara canggung Tika membersihkan kemaluan Dedi, meski dia adalah selingkuhanku. Kami merasa akrab bertiga dan berbagi rasa.

Dari meja makan kami bertiga pindah ke sofa untuk menonton tv. Tika duduk ditengah , aku dan Dedi mengapitkan.
Sambil menonton kedua tangan Tika aktif mengunyel-unyel kemaluan kami. Dasar udah kekenygan, makanya susah bangun dan memang tdk bangun-bangun. Aku lalu mempromosikan bahwa Tika mahir dalam terapi alat vital. Dedi terkesiap dan dia langsung ingin mencobanya. Kutanya Tika apakah masih kuat melakukan terapi. Dia hanya mengangguk.

Kami bertiga lalu hijrah ke kamar ku yg bednya lebar sekali. Tika mulai melakukan terapi. Sekujur tubuh Dedi dipijat dulu. Ini kata Tika untuk mengendorkan semua saraf. Beberapa titik di punggung dan betis ditekan Tika keras-keras. Dedi merintih kesakitan. Namun dia heran, dalam keadaan sakit, tetapi barangnya jadi bangun pelan-pelan. Tika hanya berkomentar singkat, bahwa ada syaraf sex yg kejepit. Dia katanya berhasil kembali menormalkan. Eh mendapat keterangan begitu, Dedi minta agar dia bisa main tahan lama dan keras barangnya jg bisa lama.

“Tp ototnya kalau ditekan sakit, apa kuat,” kata Tika.
“ Biarin deh gua tahan, “ kata Dedi.

Tika menekan bagian punggung, Dedi menggeliat kesakitan, sampai badannya berkeringat.

“Itu belum seberapa, masih ada lagi, tp kalau yg ini “kata Tika sambil menekan bagian selangkangan Dedi,
” akibatnya barangnya langsung keras dan gak bisa lemas kalau gak diguyur air.”

Dedi tetap ingin mencoba.

Dedi menjerit menahan sakit. Tp anehnya jika orang kesakitan, biasanya barangnya pasti lemas. Ini malah tegak keras berdiri. Aku jadi geli melihat barang Dedi yg mengkilat. Menurut Tika dia memijat bagian itu jg untuk menambah volume darah agar alat vital Dedi menjadi lebih gagah dan sedikit lebih panjang dan besar.

Dedi mengakui bahwa barangnya kelihatan lebih besar dari biasanya. Ditekan-tekannya sekujur batang dan Dedi terheran-heran karena k0ntolnya keras seperti tulang.

“Ayo kita coba,” kata Tika.

Tika telentang dan Dedi langsung menindih dan menikamkan k0ntolnya ke nonok Tika.

“Aduh pelan-pelan, rasanya penuh banget nih” kata Tika.

Dedi dgn semangat 45 menggenjot Tika. Mulanya aku asyik jg mendapat tontonan live show dari jarak dekat. Tp mereka mainnya lama sekali sehingga akhirnya aku bosan. Aku keluar dan menghidupkan tv. Hampir 45 menit aku mengikuti acara tv ketika kembali Dedi masih terus bergumul. Gila betul mereka, sudah hampir satu jam main gak berhenti-berhenti. Dedi mengaku dia sudah keluar sekali, tetapi karena barangnya masih keras dia lanjut terus .

“ Gak ada matinya nih,” katanya sambil tersenyum.

Posisi mereka sekarang doggy style. Aku duduk dikursi menikmati pertunjukan itu. Sebagai penonton aku lama-lama bosan melihat posisi itu. Aku minta mereka ganti posisi menjadi WOT. Saranku mereka turuti. Tika memacu Dedi. Menurut Tika dia sudah 4 kali orgasme, dan rasanya lubangnya penuh banget. Tika mendapat orgasme yg ke 5 dan dia ambruk sambil melenguh panjang. Dedi langsung membalikkan posisi dan dia kembali menggenjot.

Mereka sudah main satu sengah jam tanpa henti dan pada posisi Dedi diatas kelihatannya Dedi akan ejakulasi, dia mempercepat gerakannya dan tiba-tiba melenguh. Dedi ambruk dgn badan penuh keringat, padahal ruangan dingin ber AC. Dedi berisitirahat sejenak sambil telungkup di atas Tika. Ketika barangnya dicabut, k0ntol Dedi masih tegak berdiri. Dia bingung. Tika lalu menyarankan agar Dedi menyiram air dingin. Buru-buru dia ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi k0ntol Dedi sudah mulai kuyu.

“Bisa bangun lagi nggak nih,” kata Dedi.
“Coba sini,” kata Tika lalu mengulum k0ntolnya. Belum sampai 2 menit, barang Dedi sudah bangkit lagi.
“ Sudah-sudah,” kata Dedi lalu kembali ngacir ke kamar mandi.

Kami lalu ngobrol di tempat tidur sambil duduk bersila. Dedi mengaku tadi mainnya bisa lama sekali pada ronde pertama. Menurut Tika syaraf-syaraf Dedi sudah dipulihkan sehingga normal dan malah lebih trengginas.

Aku kemudian minta giliran diperlakukan seperti Dedi, tetapi tdk sekarang, mungkin nanti malam.

Dedi menyarankan Tika untuk bikin usaha terapi kejantanan, dia yakin pasti laku dan banyak pasiennya.

Sebelum berpisah dan chek out kami masih sempat main bertiga, dgn aturan, setiap Tika mencapai orgasme kami berganti menggenjotnya. Tika mendapat 6 kali orgasme, sedang aku dan Dedi masing-masing mendapat hanya satu kali ejakulasi. Baca juga .Cerita Seks Terbaru 2016 Desahan Hot Anak Tiri Terima kasih sudah membaca cerita seks di web ternikmat.com jangan lupa bookmark caranya klik CTRgL+D lalu OK. -Terima kasih  Cerita sex online, cerita dewasa online, cerita porn online, cerita mesum online, cerita panas online, cerita hot online, cerita sex gratis