Home » Cerita Mesum » Cerita Seks Dewasa 2016 Aku dan Pak Egi

Cerita Seks Dewasa 2016 Aku dan Pak Egi

Area Bola Agen Taruhan

Cerita Seks Dewasa 2016 Aku dan Pak Egi – | Ternikmat.com » Kumpulan cerita sex hot terlengkap, galery cerita porno sex, cerita bokep sexs, majalah dewasa sexs, novel sexs terbaru, cerita panas sexs | Aku mengenal pak Egi, seorang duda, ketika dia bekerja di kantorku sebagai tenaga kontrak. Walaupun sudah paruh baya, dia masih nampak ganteng dengan tubuh tegapnya yg atletis. Aku tertarik dengan ketampanannya, apalagi dia sangat perhatian ke aku.

Cerita Seks Dewasa 2016 Aku dan Pak Egi Cerita Seks Dewasa 2016 Aku dan Pak Egi
Cerita Seks Dewasa 2016 Aku dan Pak Egi

Misalnya sesudah aku nikah, rambutku aku cat kepirangan, dia langsung memberikan komentar bahwa aku lebih cantik dengan rambut hitam. Ini yg bikin aku diam-diam menyukainya, bukan sebagai teman tetapi sebagai lelaki dewasa yg berpengalaman.

Karena rumahku sejalan dengan rumahnya, aku hampir setiap hari numpng mobilnya, pergi dan pulang. Dlm perjalanan pergi pulang kantor itulah, aku menceritakan problem rumah tanggaku. Setelah menikah, aku tak kunjung hamil, padahal aku sudah sangat mendambakan anak.

Dia sering memberi informasi, termasuk tentang siklus datang bulanku. Dia memberi advis untuk menghitung masa suburku, sehingga pada masa subur itulah aku harus ngentot dengan suamiku setiap malam. Masalahnya suamiku itu gila kerja sehingga kalau pulang ke rumah dia sudah loyo karena pekerjaannya. Alhasil paling ngentot dilakukan paling banyak 2 kali seminggu, itu juga ketika week end.

Aku suka kesal kalau pada weekend, apalagi pada masa suburku, suamiku sangat terlibat dengan pekerjaannya sehingga dia akan loyo kalau sudah diranjang. Jangan tanya mengenai kepuasan yg seharusnya menjadi hakku karena suamiku tdk tahan lama, maunya langsung masuk dan belum 5 menit sudah ngecret. Karena memang aku sangat mendambakan bisa hamil, aku tdk mempermasalahkan loyonya suamiku di ranjang, buat aku yg penting dia bisa mengecretkan pejunya di dlm vaginaku.

Sampailah kejadian terakhir yg membuat aku sangat sangat kecewa pada suamiku. Persis pada saat masa suburku, dia harus keluar kota untuk 2 minggu, padahal 2 hari sebelumnya dia baru pulang dari luar kota selama seminggu. Alasannya, dia harus kerja keras untuk mengumpulkan uang buat persiapan punya anak. Uang sih penting, tapi kalau anaknya gak di buat-buat ya percuma saja mengumpukan uang banyak-banyak. Aku mengeluh ke pak Egi lewat sms, jawabannya membuat aku kaget.

“Kalau PMDN gak bisa coba PMA saja. Aku mau kok mbantuin kamu bikin anak”. Aku terdiam karena jawaban tadi.

Karena lama tdk aku jawab, masuklah smsnya lagi :

“Diam itu artinya mau kan, apalagi kamu kesepian karena suami kamu keluar kota terus. Udah lah, besok pagi jam 8 kamu tunggu aku di mulut komplex kamu”. SmSnya tdk ku jawab, dlm hati timbul keraguan apakah aku mau memenuhi ajakannya atau tdk, aku bingung antara mau “membalas” suamiku atau berlaku sebagai isteri yg setia.

Aku tertidur dengan keraguanku. Esoknya, pagi-pgi sudah masuk sms dari pak Egi :

“Jangan lupa ya, jam 8an aku tunggu kamu di mulut komplex. Jangan nggak datang ya”. Senada dengan sms semalam aku se akan2 tdk diberi kesempatan memilih. Akhirnya karena perasaan kesal ke suami mendominasi pikiranku ditambah dengan rasa sukaku pada dia, aku memutuskan untuk memenuhi ajakannya. Ke kantor aku lapor sakit dan tdk masuk kerja.

Jam 8 aku sudah menunggu dimulut komplex dan tak lama lagi dia datang dengan mobilnya. Aku masuk mobilnya. Dia ber seri-seri melihat aku pakai tank top ketat sepinggang dan celana ketat juga, sehingga dia bisa melihat lekuk liku bodyku yg proporsional dan dapat mengundang selera lelaki yg melihatnya, termasuk dia yg sudah paruh baya itu.

“Wah kamu seksi sekali, sampai pusernya kelihatan”. Karena tank top ku sepinggang, maka kalau aku bergerak pinggangku tersingkap dan nampaklah puserku.

Aku hanya tersenyum saja :

“Kita mau kemana pak?”
“Ke apartment temanku ya”, jawabnya.

Aku hanya terdiam saja sambil membayangkan apa yg akan dilakukannya di apartment kepadaku. Aku tdk banyak bicara selama perjalanan ke apartment. Sesampainya di apartment, Dia memarkir mobilnya ke basement dan kemudian menggandeng aku ke lift. Di dlm lift aku di peluknya. Aku merasa hangat dlm pelukannya, beda sekali dengan suamiku yg dingin sifatnya.

“Bapak sering ya ke apartment ini, suka bawa abg ya pak”, tanyaku sambil tersenyum.
“Suka juga”, jawabnya. Tanpa bisa kucegah, padahal dia bukan apa2ku, mendengar jawabannya aku merasa cemburu dengan cewek-cewek abg yg suka dibawanya ke apartment itu.

Di apartment, kita duduk di sofa, dia mengambilkan minuman dan menyalakan TV. Kami tak banyak bicara karena perhatian tertuju ke tv, tapi aku berdebar-debar menunggu apa yg akan terjadi. Akhirnya dia pindah duduk di sampingku, menghadapkan tubuhnya ke arahku dan meletakkan tangan kanannya di atas perutku sambil memasukkan telunjuknya ke puserku yg tersingkap.

“Yank, kamu sudah tahu maksudku kan?” katanya lirih di telingaku.

Merinding aku mendengarnya memanggil aku Yank, dan aku hanya mengangguk.

“Ya pak, Lusi tahu, bapak ,,,” belum selesai aku menjawab, kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.

Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan lembut. Ternyata dicium pria bibir tebal nikmat sekali, aku bisa mengulum bibirnya lebih kuat dan ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sensasi nikmat yg belum pernah kudapat dari suamiku. Sedang kunikmati lidahnya yg menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya menyelusup kedlm tank topku dan meremas lembut toketku yg masih terbungkus bra. Ohh.., toketku ternyata tercakup seluruhnya dlm tangannya. Dan aku rasanya sudah tdk kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan.

Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tank topku, leherku dikecup, dijilat kadang digigit lembut. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku. Kemudian tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan bra ku sehingga toketku bebas dari penutup. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya.

Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. Vaginaku yg pasti sudah basah sekali. Lama hal itu dilakukannya sampai akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting celana ku dan menarik celanaku ke bawah, Tinggalah CD miniku ku yg tipis yg memperlihatkan jembutku yg lebat, saking lebatnya jembutku muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu. Jembutku lebih terlihat jelas karena CD ku sudah basah karena cairan vaginaku yg sudah banjir.

Dibelainya celah vaginaku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku karena ketika dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah vaginaku dengan leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD ku yg sudah basah itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas pembungkus tubuhku yg terakhir. Telanjanglah aku dihadapan laki-laki yg bukan suamiku untuk pertama kalinya, tapi napsuku sudah membutakan nalarku dan aku sudah lupa dengan cewek-cewek abg yg pernah dibawanya ke apartment itu, tentunya untuk dientot juga.

Jarinya mulai sengaja memainkan itil-ku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke dlm vaginaku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke vaginaku. Kali ini diciumnya jembutku yg lebat dan aku rasakan bibir vaginaku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali vaginaku dibuat mainan oleh bibir Dia, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yg membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir vaginaku sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan vaginaku.

Hanya dlm beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan.. Aku mengejang dan dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya yg mulai menampakkan ubannya dibalik cat rambut yg mulai memudar, untuk pertama kalinya aku merasakan nikmatnya nyampe setelah setahun menikah, hanya dengan bibir dan lidahnya. Dia terus mencumbu vaginaku, rasanya belum puas dia memainkan vaginaku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat.

“Pak, Lusi sudah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.

Dia pun bangkit, mengangkat badanku yg sudah lemes dan dibawanya ke kamar. Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat penisnya yg besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya, gak kebayang ada penis sebesar punya pak Egi, soalnya penis yg biasa aku lihat ya penis suamiku.

Kemudian dia juga melepas CD nya. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu dengan semakin berharap. Penisnya yg besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Penis suamiku yg buat aku rasanya besar, enggak ada apa2nya dibandingkan penisnya yg menurut aku extra large, aku merinding apakah muat penis segitu besarnya di vaginaku yg biasanya cuma kemasukan penis yg jauh lebih kecil.

Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tdk sabar vaginaku menunggu masuknya penis extra gede itu. Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir vaginaku mulai tersentuh ujung penisnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir vaginaku terdesak menyamping. Terdesak penis besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang vaginaku dimasuki penisnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk penisnya.

Aku mendesah tertahan karena rasa yg luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung penis itu menyentuh bagian dlm vaginaku, maka secara refleks kurapatkan pahaku, tapi betapa aku terkejut. Ternyata sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada penis besar yg mulai dienjotkan halus dan pelan.

Mungkin dia menyadarinya, supaya aku tdk kesakitan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yg belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan penis besar itu. Maka hanya dlm waktu yg singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat.

Dengan tusukan penisnya yg agak kuat dan dipepetnya itil-ku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. Vaginaku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yg belum pernah kualami. Ohh, aku benar benar menerima kenikmatan yg luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan.

“Paaak, Lusi nyampe paak”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku.

Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Setelah dua kali aku nyampe dlm waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yg basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan.

Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat. Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia mengenjotkan penisnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yg hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus mengenjotkan penisnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan toketku.

Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yg kuat di dlm vaginaku, menyembur berulang kali. Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi vaginaku, hangat sekali dan terasa sekali peju yg keluar seolah menyembur seperti air yg memancar kuat. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

“Yg, kamu luar biasa, vaginamu peret dan nikmat sekali, mudahan saja pejuku bisa membuat kamu hamil” pujinya sambil membelai dadaku.
“Bapak juga hebat. Bisa membuat Lusi nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Lusi bisa nyampe dan merasakan penis raksasa. Hihi..”
“Oo gitu ya Yank, mungkin karena kamu selama ini gak pernah nyampe yg juga membuat kamu susah hamil. Kalo perempuan nyampe ketika dientot biasanya membantu supaya cepat hamil. Jadi kamu suka dengan penisku?” godanya sambil menggerakkan penisnya dan membelai belai wajahku.
“Ya pak, penis Bapak nikmat, besar, panjang dan keras banget” jawabku jujur.

Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Tdk heran banyak cewek-cewek yg jatuh kepelukannya dan mau dientot. Dia tdk langsung mencabut penisnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari penisnya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yg bercampur dengan cairan vaginaku mengalir keluar.

Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan penis yg telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Dia kemudian memutar lagu classic sehingga tertidurlah aku dlm pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan merasakan apa yg selama ini hanya kubayangkan saja.

Menjelang siang, aku bangun masih dlm pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yg mengganjal vaginaku dan ternyata masih ada peju yg mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dlm vaginaku.

Dlm bathtub yg berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku. Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yg berbulu dan dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yg terendam air hangat tersenggol-senggol penisnya.

Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dlm air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. Penisnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh vaginaku. Terasa bibir luar vaginaku bergesekan dengan penisnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan vaginaku.

“Bapak nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yg mengalir dari vaginaku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir vaginaku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar vaginaku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas.

“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihku berulang kali.

Lalu aku bangkit dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yg terasa kesat di vaginaku. Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menygga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit-jepit dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku.

“Pak, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.

Aku merasakan penisnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena penisnya makin dlm terselip di pantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelernya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia mengusap usap jembut lebatku, lalu mengusap vaginaku berulang kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar vaginaku. Dia mengusap berulang kali. Itilku pun menjadi sasaran usapannya.

“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan penisnya makin kuat menekan pantatku. Aku merasa lendir membanjiri vaginaku. Aku jongkok agar vaginaku terendam ke dlm air. Kubersihkan celah diantara bibir vaginaku dengan mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat penisnya telah berada persis didepanku. Penisnya telah ngaceng berat.

“Pak, kuat banget sih bapak, baru aja ngecret di vagina Lusi sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas penisnya, lalu kuarahkan ke mulutku.

Kukecup ujung kepala penisnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala penisnya, hal ini belum pernah kulakukan terhadap suamiku. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya. Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala penisnya ke celah di antara bibir vaginaku.

“Argh, aarrgghh..,!” rintihku.

Dia menarik penisnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar vaginaku ikut terdorong bersama penisnya. Perlahan-lahan menarik kembali penisnya sambil berkata

“Enak Yank?”
“Enaak banget pak”, jawabku!” Dia menenjotkan penisnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan penisnya kembali menghunjam vaginaku.

Aku terpaksa berjinjit karena penis itu terasa seolah membelah vaginaku karena besarnya. Terasa vaginaku sesek kemasukan penis besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat mememegang pinggulku dan dia mengenjotkan penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.

“Aarrgghh.., aarrgghh..!Pak.., Lusi nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.

Rupanya dia juga tdk dapat menahan pejunya lebih lama lagi.

“Aarrgghh.., Yank”, kata nya sambil menghunjamkan penisnya sedlm-dlmnya.
“Pak.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasa tembakan pejunya divaginaku.
“Aarrgghh.., Yg, enaknya!” bisiknya ditelingaku.
“Pak.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dientot Bapak”, jawabku karena nikmatnya nyampe.

Dia masih mencengkeram pantatku sementara penisnya masih nancep divaginaku. Beberapa saat kami diam di tempat dengan penisnya yg masih menancap di vaginaku. Kemudian Dia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Akhirnya terasa juga perut lapar yg sudah minta diisi.

Setelah selesai dia keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yg masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi. Ternyata Dia sudah menyiapkan makan siang berupa sandwich dan kentang goreng yg dibelinya tadi pagi lengkap dengan soft drink dingin di meja dekat sofa. Aku dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol, makan siang dan diiringi lagu lembut.

Setelah aku makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan, diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas lembut toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yg aku duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata penisnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras.

Kepala penisnya sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya an sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum penisnya. Aku memainkan kulup penis yg tebal dengan lidahku. Kutarik kulup ke ujung, membuat kepala penisnya tertutup kulupnya dan segera kukulum, kumainkan kulupnya dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dlm kulupnya sambil lidahku berputar masuk di antara kulup dan kepala penisnya.

Enak rasanya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya penisnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

“Pak hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk pak”, kataku yg juga sudah terangsang.

Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke tempat tidur. Dia menghidupkan lampu sorot di atas tempat tidur. Sebenarnya aku agak malu, tapi sudahlah, paling dia juga ingin melihat dengan jelas vaginaku. Dan ternyata benar, kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku.

“Aku suka melihat vagina kamu Yank” ujarnya sambil membelai bulu jembutku yg lebat.
“Mengapa?” “Sebab jembutmu lebat dan cewek yg jembutnya lebat napsunya besar, kalau dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya”. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir vaginaku.

Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka vaginaku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yg dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir vaginaku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari vaginaku. Dia terus memainkan vaginaku seolah tak puas-puas memperhatikan vaginaku, kadang kadang disentuh sedikit itil-ku, membuat aku penasaran.

Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang vaginaku yg sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk vaginaku, dan saat dihisapnya itil-ku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itil-ku, benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak..

“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi.
“Ayo dong pak, Lusi pingin dientot lagi” ujarku sambil menarik bantal.

Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan penis gedenya ke arah vaginaku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang penisnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir vaginaku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala penisnya telah menyentuh di antara bibir vaginaku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala penisnya mulai menyelinap di antara bibir vaginaku dan menyelusup lubang vaginaku hingga aku berdebar nikmat.

Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih dapat menikmatinya. Makin ke dlm..

“Oh, nikmat sekali”. Kurapatkan pahaku supaya penisnya tdk terlalu masuk ke dlm.

Dia langsung menjepit kedua pahaku hingga terasa sekali penisnya menekan dinding vaginaku. Penisnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tdk lepas. Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri.

Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Tak tahan aku berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan.

Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yg berkepanjangan. Benar-benar aku tdk menyesal ngentot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dlm ngentot, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yg tiada tara, atau memang aku yg kurang pengalaman dlm ngentot di tempat tidur, sebab memang suamiku belum pernah memberikan kenikmatan seperti sekarang ini ketika mengentoti aku. Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yg besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan penisnya.

Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yg terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya yg berbulu merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan penisnya dipompakan dengan sepenuh perasaan, lembut sekali, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yg semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yg mulai menggapai apa saja yg kudapat. Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan penisnya makin cepat. Gesekan di dinding vaginaku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak.

Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang penisnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itil-ku. Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tdk liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terasa nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yg lebih kuat, aku meronta sekenaku.

Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yg bertingkat-tingkat. Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya.

Dengan sisa tenagaku aku keluarkan penisnya dari vaginaku. Dan kuraih batang penisnya. Tanpa pikir panjang, penis yg masih berlumuran cairan vaginaku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali vaginaku yg berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian penisnya. Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku orgasme.

Dihisapnya itil-ku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar bibir vaginaku merapat ke bibirnya. Ingin aku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat penisnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.

“Yank, aku mau ngecret Yank, di dlm vaginamu ya”, katanya sambil menelentangkan aku.
“Ya,pak”, jawabku.

Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, penisnya yg besar sudah kembali menyesaki vaginaku. Dia langsung mengenjot penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dlm beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga penisnya nancap semuanya ke dlm vaginaku dan akhirnya crett .. crett ..crett , pejunya muncrat dlm beberapa kali semburan kuat.

Herannya, ngecretnya yg ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa stamina pak Egi. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat-erat.

“Yank, nikmat sekali ngentot sama kamu, vagina kamu kuat sekali cengkeramannya ke penisku”, bisiknya di telingaku.
“Ya pak, Lusi juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman vagina Lusi terasa kuat karena penis bapak kan gede banget. Rasanya sesek deh vagina Lusi kalau bapak neken penisnya masuk semua. Kalau ada kesempatan, Lusi dientot lagi ya pak”, jawabku.
“Ya sayang”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra.

Itulah pengalaman pertamaku dientot pak Egi. Baca juga .Cerita Seks Dewasa 2016 Jalan Jalan Yang Nikmat Terima kasih sudah membaca cerita seks di web ternikmat.com jangan lupa bookmark caranya klik CTRgL+D lalu OK. -Terima kasih  Cerita sex online, cerita dewasa online, cerita porn online, cerita mesum online, cerita panas online, cerita hot online, cerita sex gratis