Home » Cerita Mesum » Cerita Seks 2016 Nikmatnya Belahan Memek Nonik

Cerita Seks 2016 Nikmatnya Belahan Memek Nonik

Area Bola Agen Taruhan

Cerita Seks 2016 Nikmatnya Belahan Memek Nonik -| Ternikmat.com » Kumpulan cerita sex hot terlengkap, galery cerita porno sex, cerita bokep sexs, majalah dewasa sexs, novel sexs terbaru, cerita panas sexs | Kehidupan malam baru saja berangkat menanjak gulita. Suasana desa Baturan terasa lenggang. Angin berembus menyelusup celah-celah rumah Ibu Nonik yg hanya ditemani anak lelaki semata waygnya. Pikirannya gelisah menanti pagi. Pagi yg kelam sekelam mimpinya kemarin malam. Suami yg sangat dicintainya, yg telah menghidupinya dengan segala kemewahan dunia dan kemanjaan birahi, terkena skandal “Desa Gate”.

Cerita Seks 2016 Nikmatnya Belahan Memek Nonik Cerita Seks 2016 Nikmatnya Belahan Memek Nonik
Cerita Seks 2016 Nikmatnya Belahan Memek Nonik

Kasus korupsi penyalahgunaan subsidi kesejahteraan masyarakat desa. Sebagai kepala desa, suami ibu Nonik bertanggung jawab atas lancarnya dana tersebut di terima masyarakat prasejahtera. Rupanya nasib menentukan lain. Masyarakat sekarang mulai kritis dan penegakkan hukum sangat diperhatikan aparat pemerintah.

Masyarakat sangat antipati melihat kebobrokan aparat desanya. Maka dijebloskanlah suami ibu Nonik ke penjara. Segala perbuatannya selama sekian tahun diam-diam diintip oleh aparat pemerintah yg bernaung dalam badan yg bernama PKKN “Pemberantas Korupsi Kolusi dan Nepotisme”. Bukti-bukti yg telah dikumpulkan, meja pengadilan telah siap membeberkan dalil-dalil pembenaran atas kasus suami ibu Nonik. Bila terbukti hukumnya MATI.

Dengan berdandan seadanya dan pikiran yg masih gundah. Ibu Nonik melangkah masuk menemui suaminya. Penjagaan sangat ketat. Empat orang polisi mendampingi percakapan ibu Nonik dan suaminya. Ibu Nonik menjauh memandangi jendela yg terkurung besi kokoh. Saat suaminya berusaha membuka percakapan dengan anaknya.

“Bapak kapan pulang” dengan tatapan lugu anaknya bertanya pada bapaknya.

Deg jantungnya serasa disetrum berpuluh-puluh watt listrik tegangan tinggi. Jantungnya serasa hangus dan jiwanya serasa terbang mendengar pertanyaan anaknya. Tdk tahukah anaknya, besok bapaknya akan dihukum mati. Vonis sudah keluar, segala banding sudah tdk berguna. Masyarakat dan pemerintah begitu bersatu menentang segala bentuk ketdksenonohan oknum pemerintah.

Ibu Nonik segera merangkul anaknya seraya melangkah keluar. Besok pukul 12.00 siang eksekusi mati atas diri suami ibu Nonik akan dijalankan. Permintaan terakhir suaminya, meminta persetubuhan dengan istrinya. Didalam ruang yg tertutup dengan lampu yg temaram, ibu Nonik dan suaminya bugil saling menatap tubuh satu persatu. Dirabanya dada suaminya yg bidang. Suaminya memagut bibir ibu Nonik dan meremas buah dadanya yg masih kencang. Dihisapnya puting susu ibu Nonik.

“Ahh..” desahan napas ibu Nonik memantul setiap dinding ruang 3×4 tersebut.

Desiran darah dan birahinya memuncak, menghilangkan kekalutan pikirannya. Puting susu ibu Nonik mengeras pertanda birahinya memuncak. Kemaluan suaminya menegang siap memasuki memek ibu Nonik yg telah sekian lama tdk tersentuh senjata tumpul. Dalam kondisi masih berdiri, BLESS.. sedikit kesat kemaluan suaminya menerobos dinding memeknya.

“Ahh.. trus pak..ahh..masukkan yg dalam..ahh..” dengan suara sedikit serak mengandung birahi, ibu Nonik sangat menikmati memeknya diterjang dan dimaju mundurkan oleh suaminya.

Dinding-dinding memeknya mencengkeram batang kemaluan suaminya. Slebb..Slebb..Crett..Slebb.. bunyi kemaluan dan memek yg sangat klasik. Dinding-dinding memeknya sedikit demi sedikit mengeluarkan cairan pertanda kepuasan duniawai telah direngkuh. Matanya memejam merasakan sensasi yg luar biasa. Otot-otot memek mulai mengendur dan cairannya membahasi lubang memeknya. Suaminya semakin cepat memainkan kemaluannya. Maju mundur maju mundur, pantatnya bergoyang.

“Ahh..aku mau keluar.. bu..” semakin keras goyangan badan suaminya.

Desiran nafsu birahi ibu Nonik kembali memuncak. Otot-otot memek ibu Nonik mulai berkedut-kedut mencekram lebih kuat kemaluan suaminya.

“Ahh..keluar pak..keluar sama-sama.. ahh..” Cret-creet..crreeett.. semburan sperma suaminya bercampur dengan cairan ibu Nonik, Banjir! Lubang memeknya basah oleh cairannya dan sperma suaminya.

Satu dua menetes sperma suaminya keluar dari celah-celah lubang memeknya. Dirangkulnya suaminya, seraya menangis.

6 bulan telah berlalu. Kematian suaminya masih menyisakan kesedihan yg mendalam. Rumah yg jauh dari keramaian serta hanya ditemani oleh anak semata waygnya, benar-benar membuat stress pikiran ibu Nonik. Pikirannya kembali menerawang saat ibu dan anak tersebut menonton TV. Ibu Nonik membayangkan saat-saat percintaannya dengan suaminya. Begitu romantis dan indahnya hidup saat itu. Airmatanya tak kuasa menerobos celah-celah kelopak matanya.

“Ibu, jangan menangis ya..” dengan lugu, seorang anak berumur delapan tahun menghapus airmatanya.
“Tdk, nak.. Ibu hanya kangen dengan bapakmu” matanya sembab memandang anaknya.

Diusapnya rambut anaknya dengan kasih sayang. Diciumnya rambut anaknya, pipi dan bibir anaknya. Anak kecil yg lugu itu membalas ciuman ibunya dengan kasih sayang. Ibu Nonik seperti menemukan gairah hidup, semangat membara.

Desiran darahnya perlahan-lahan berusaha naik, menguasai saraf-saraf birahinya. Ibu Nonik benar-benar terlena dengan keadaan itu. Dilumatnya bibir anaknya dengan sedikit nakal. Seolah-olah roh suaminya masuk kedalam raga anaknya. Anak kecil berumur delapan tahun, pandai memberikan rangsangan birahi kepada ibunya. Diremasnya susu ibu yg masih terbalut pakaian. Satu persatu dibukanya kancing pakaian ibunya. Ibu Nonik membiarkan kenakalan tangan anaknya. Pikirannya berkecamuk antara dua sisi black and white.

Antara birahi dan sayang bedanya sangat tipis. Saat sekujur tubuh telah dirasuki saraf-saraf nakal birahi, saat itulah nafsu akan muncul. Lumatan bibir kedua anak manusia yg dibatasi oleh status hidup, Ibu dan Anak makin menjadi-jadi. Ibu Nonik begitu agresif melumat bibir anaknya. Dengan pakaian yg telah terbuka dan susu yg menggantung, ibu Nonik membuat kemaluan anaknya menjadi keras. Perlahan-lahan dibukanya celana pendek anaknya. Kemaluan kecil tersebut tdk malu-malu lagi mendongak ke atas. Sepertinya kemaluan kecil tersebut masih bingung menunggu intruksi dari ibunya. Dengan lembut tangan ibu Nonik meremas kemaluan kecil anaknya.

Berkali-kali diusapnya ujung kemaluan anaknya. Terlihat mata si kecil merem melek merasakan sensasi yg sangat luar biasa dan pertama baginya. Dengan tanpa disangka-sangka, ibu Nonik melepaskan pagutan-pagutan dibibir anaknya. Bibirnya kemudian mencium kemaluan anaknya. Dari ujung kemaluan kecil tersebut hingga kedua pentol anaknya dilumatnya tanpa sisa. Dikulumnya kemaluan tersebut, dihisapnya dengan perlahan-lahan, maju-mundur kepala ibu Nonik memasukkan kemaluan anaknya hingga memenuhi rongga-rongga mulutnya.

Birahi ibu Nonik meledek-ledak membakar setiap sendi-sendi tubuhnya. Menjalar dari atas menyelusupi setiap tubuhnya hingga memuncak, membuatnya kehilangan daya pikir. Dilepasnya seluruh pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa ditutupi sehelai benang pun. Kedua susunya menggantung bebas menantang seakan ingin memamerkan kepada anaknya. Jamah diri ibumu sayang, reguk setiap tubuhku, nikmati nikmati kenikmatan duniawi ini bersama ibu. Seakan mengerti atau naluri purbanya menuntun, sikecil segera menghisap puting ibunya. Srep srep bunyi hisapan mulut anaknya menghisap susu ibunya. Hisapan yg berbeda saat sikecil menyusui mencari air susu ibunya.

Hisapan tersebut membuat sekujur tubuh ibu Nonik meregang menahan geli. Begitu tdk tahan birahinya. Dengan perlahan ibu Nonik merebahkan badannya di sofa merah tersebut. Kedua pahanya terbuka menantang, mempertontonkan lebatnya bulu-bulu kemaluannya. Berkedut-kedut memek ibu Nonik pertanda birahinya begitu memuncak. Dituntunnya kemaluan anaknya memasuki lubang memeknya. B l e s.. tiada kata-kata yg dapat diucapkan, hanya erangan napas birahi ibu Nonik dan bunyi paha keduanya beradu menimbulkan bunyi persetubuhan yg khas. Mata anaknya sedikit terpejam merasakan sensasi pertama baginya. Otot-otot kemaluannya sedikit memerah, menampakkan goresan.

“Ah ah ah” dari mulut anak kecilnya terdengar sembari menggoyangkan badannya. Maju dan mundur.
“Trus trus sayang.. ah.. ohh..” Ibu Nonik melenguh memejam matanya.

Rupanya kenikmatannya telah sampai. Pikirnya, walaupun kemaluan anaknya tdk begitu besar khas kemaluan anak-anak, rupanya bisa juga membuat dirinya terlena. Cengkeraman dinding memeknya tdk begitu erat mencekram kemaluan anaknya. Dengan bebasnya kemaluan anaknya maju dan mundur mengikuti irama persetubuhan kedua orang manusia. Bles..bless..bless..

“Ibu.. aku mau piipiiss..” Sambil menarik badannya, sehingga crreett.. creett.. keluar sperma dari ujung kemaluan anaknya.

Muka dan buah dada ibu Nonik terciprat oleh sperma anaknya. Anaknya hanya mematung memandang kemaluannya yg masih tersisa ceceran sperma. Sedikit demi sedikit ceceran spermanya jatuh pada paha ibu Nonik. Ibu Nonik hanya tersenyum melihat sikap anaknya yg terkesan bingung. Mungkin dia berpikir akan keluar air kencing, sehingga menarik kemaluannya. Padahal kalau di keluarkan didalam sensasinya akan lain. Dasar anak-anak, pikir ibu Nonik.  Baca juga Cerita Seks 2016 Akibat Suami Terlalu Sibuk Kerja. Terima kasih sudah membaca cerita seks di web ternikmat.com jangan lupa bookmark caranya klik CTRgL+D lalu OK. -Terima kasih  Cerita sex online, cerita dewasa online, cerita porn online, cerita mesum online, cerita panas online, cerita hot online, cerita sex gratis